Beranikah KNPI Jawa Barat membubarkan Diri?

Kita punya mimpi tentang KNPI. KNPI sebagai wadah berhimpun potensi kepemudaan. Pencetak Kader bangsa yang memiliki integritas moral. Fantastis memang keberadaan KNPI itu. Tidak sedikit pula alumni KNPI menduduki kursi di lembaga wakil Rakyat, Menteri .(Bung Idat-pengurus KNPI JABAR)

KNPI merupakan wadah berkumpulnya pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan dan Kemahasiswaan adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan, Organisasi ini merupakan perwakilan dari organisasi tersebut yang telah mendapatkan rekomendasi secara institusional walaupun tidak menutup kemungkinan karena unsur pertimbangan politik formateur.

Selaku pemuda, sudah sewajarnya apabila mengharapkan sesuatu yang lebih akan gerakan KNPI sebagai provokator para pemuda untuk lebih berkreativitas dengan inovasinya masing-masing. Sebab dengan anggaran yang cukup besar seperti apa yang dikatakan oleh bung Idat, hingga mencapai miliaran rupia, seharusnya KNPI mampu mendorong akan upaya pengentasan pengangguran di kalangan remaja dan pemuda, mampu memberikan suatu motivasi yang dapat dibanggakan oleh pemuda kebanyakan untuk membangun kemandirian pemuda

Tapi apa nyana, dalam kenyataan keseharian apa yang kita rasakan, KNPI sama sekali tidak bisa menyentuh pemuda kebanyakan, pada kenyataannya, KNPI hanyalah kumpulan pemuda elit yang selalu melihat ke atas, tidak melihat bagaimana banyaknya pengangguran para pemuda yang mencapai hingga jutaan orang di Jawa Barat (2 562004 menurut data media televisi Trans7).Seperti halnya yang dinyatakan oleh Bung Idat Sendiri dalam tulisannya tempo lalu dalam PR edisi Senin 26 Maret 2007, seperti yang penulis kutip di awal tulisan di atas.
Secara simbolis tulisan tersebut mengarah pada, bahwa pengurus KNPI tidak pernah melihat kepada grassroot, kepada pemuda akar rumput yang lebih membutuhkan naungan para pemuda elit di atas. Hal ini bisa dilihat dari pernyataannya, bahwa tidak sedikitnya alumni KNPI yang menduduki kursi wakil rakyat bahkan menteri yang sungguh fantastis. Bila kondisinya demikian, maka KNPI hanyalah kumpulan pemuda yang duduk-duduk di menara gading dan hanya menunggu giliran dewa keberuntungan yang akan mengantarkannya pada kursi dewan ataupun jabatan lainnya.

Dengan biaya milyaran rupia tiap periode kepengurusannya, KNPI seharusnya mampu menciptakan program yang inovatif, yang mampu menyerap aspirasi kaum muda grassroot yang bersifat kontinu, bukan program-program yang kosmetikalipstik—ada program karena tuntutan rapat kerja bukan berdasarkan kesadaran yang utuh untuk membangun pemuda dalam jangka panjang. Dengan kondisi yang seperti itu, KNPI bukannya membantu meringankan program pemerintah dan sekaligus beban rakyat khususnya pemuda tapi justeru menjadi beban pemerintah, meminta jatah anggaran dari hasil keringat rakyat tanpa memberikan sesuatu hal yang berharga bagi masyarakat banyak.
Sebagai kordinator semua pemuda dari berbagai latar belakang, baik agama, suku dan ras, memang tampaknya KNPI telah mampu menghargai perbedaan, bahkan seperti apa yang dinyatakan oleh bung Idat, KNPI banyak memberikan pelajaran berharga dalam memahami perbedaan dan tentunya dinamika organisasi sebagai pembelajaran hidup. Tetapi bila kondisi nya demikian apalah artinya KNPI.

KNPI dan Orde Baru
KNPI yang terbentuk dari Deklarasi Pemuda tanggal 23 Juli 1973 yang kemudian tanggal tersebut dijadikan sebagai tanggal kelahirannya tidak terlepas dari seting pemerintah Orde Baru. Di mana di awal-awal pemerintahnan Orde Baru ini sedang membangun kekuatan rezim dan ekspansi kekuasaan. Segala strategi dilakuakan untuk mencapai tujuan rezim, maka dikonstruklah agar semua elemen dapat di arahkan dengan mudah sesuai dengan keinginan pemerintah. Paradigma yang kemudian lahir pada saat itu adalah bahwa semangat pemuda untuk mengabdi untuk kemajuan bangsa adalah mengabdi pada pemerintah, sehingga segala bentuk kritisme masyarakat termasuk di dalamnya pemuda dianggap sebagai sebuah penyelewengan terhadap bangsa dan negara. Inilah paradigma ganda yang dikonstruk oleh pemerintah ketika itu.Kaum muda yang di dalamnya terdapat mahasiswa sebagai sekelompok elit yang sangat kritis terhadap segala penyelewengan tentu bukan merupakan kekecualian bagi pemerintahan saat itu, bahwa kelompok kritis ini sedemikian rupa harus mudah di arahkan, sebab bentuk kritisisme yang dikembangkan oleh kaum muda ini adalah sebuah hambatan bagi lajunya pembangunan. Untuk memudahkan kontrol ini maka dengan sexi-nya pemerintah ORBA membentuk KNPI sebagai kaki tangan tak langsungnya, sehingga bukan hal yang tabu kalau dikatakan bahwa KNPI hanyalah sebagai alat untuk melegitimasi rezim dan tukang stempel pemerintah, dan barangkali itulah citra yang sampai saat ini melekat pada tubuh KNPI. Hal ini menunjukan, bahwa sejak bergulirnya Reformasi, KNPI tidak mampu untuk menetralisir diri dan menjaga jarak dengan kekuasaan, KNPI selalu dihegemoni oleh kekuasaan dan kekuatan anggaran pemerintah.

Idealisme anak muda dan pemuda KNPI
Fakta sejarah berdirinya Indonesia sudah membuktikan kepada kita, bahwa kaum muda merupakan ujung tombak perjuangan. Sejarah bersatunya bengsa kita dari berbagai latar belakang suku, agama dan ras disatukan oleh pemuda, sejak berdirinya Syarikat Islam yang digawangi oleh pemuda yang inovatif, kemudian Budi Utomo yang digawangi oleh para intelektual yang berani menjaga jarak dengan kekuasaan tanpa harus bermusuhan dengan penguasa. Ketika detik-detik proklamasi di depan mata pun kaum muda adalah entitas yang paling depan agar menyegerakan pembacaan proklamasi, walaupun harus berseteru dengan kaum tua. Begitupun ketika kemerdekaan sudah kita raih, Kaum muda adalah civitas yang paling depan memperjuangkan hak-hak rakyat, menuntut pemerintah ORLA agar membubarkan PKI dan menurunkan harga-harga, yang terkenal degan TRITURA. Begitupun ketika pemerintahan ORBA, kaum muda dan mahasiswa bersatu padu menuntut agar pemerintahan melakukan reformasi, dan sebagai konsekuensinya Presiden Soeharto harus turun dari kursi pemerintahannya.

Apa yang dilakukan oleh kaum muda dan mahasiswa adalah bentuk kepedulian dan sensitivitas terhadap apa yang dirasakan oleh rakyat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari bangsa ini—tanpa pamrih dalam bentuk apapun, kecuali semangat mengabdi dan perjuangan, tapi di sisi lain pemuda yang berada di bawah kordinasi KNPI yang telah disebut-sebut sebagai wadah memunculkan potensi pemuda—seperti apa yang saya kutif dari bung Idat, hanya sebatas mimpi untuk menjadi pembuat kebijakan atau dalam bahasa bung Idat menjadi menteri dan wakil rakyat baik di pusat atau di daerah.

Untuk mewujudkan mimpinya ini rupanya idealisme pemuda KNPI lebih berorientasi pada bagaimana menduduki kursi kekuasaan. Kita ingat kata pepatah, yang memaknai bahwa kalau kita ingin menjadi sesuatu maka dekatilah sesuatu itu, bila kita ingin menjadi pejabat maka bergaulah dengan pejabat. Sehingga tidaklah salah kalau mereka mempunyai mimpi menjadi pejabat, maka hal yang harus dilakukan adalah menjadi organisasi pelegtimasi rezim, agar selalu dekat dengan kekuasaan, dan dengan begitu berarti memudakan dan membuka jalan menuju kursikekuasaan.

KNPI, Membubarkan diri?
Tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh siapapun dalam menjalani kehidupannya masing-masing, termasuk oleh KNPI, tapi kita mesti tengok substansi semangat kaum muda sejak tahun 1905 (Syarikat Islam) dan 1908 (Boedi Oetomo), di mana semangat yang dibangun adalah bagaimana memajukan bangsa dengan berangkat dari grassroot, berangkat dari perasaan masyarakatkhalayak, bukan penguasa, karena paradigma yang dibangun oleh penguasa dan yang dukuasai sangatlah berbeda. Yang pertama selalu ingin menghegemoni agar yang dikuasai tidak pernah menuntut keadilan, sedangkan yang kedua dalam posisi yang sebaliknya.

Apa yang sudah dilakukan oleh KNPI saat ini? Bisa jadi hanya merupakan beban pemerintah, yang hanya mengharapkan jatah anggaran uang rakyat. Sedangkan aksi riil tidak pernah terasa oleh masyarakat dan kaum muda kebanyakan, bilapun ada dan terasa hanyalah program yang sifatnya kosmetikalipstik, malah yang lebih ironis, coba tanyakan pada kaum muda grassroot yang ada dijalanan, apakah mereka tahu KNPI? saya yakin kebanyakan tidak mengetahui makhluk jenis apakah KNPI. Seperti yang bung Idat katakan, bahwa Kebanyakan kaum muda tidak mengetahui siapa ketua KNPI sekarang.

Yang lebih substantif dari permasalahan ini adalah bukan melulu bahwa KNPI hanya menjadi beban bagi pemerintah dan rakyat, tapi KNPI adalah organ yang harus bertanggung jawah atas matinya kritisme kaum muda di negeri ini. Suara-suara lantang telah dibungkam oleh kekuatan anggaran dan proyek-proyek pemerintah melalui KNPI dan tentunya kaderisasi untuk menuju sebuah kekuasaan.

Seperti halnya GIE—Sang Demonstran, mengisahkan dalam buku hariannya—Catatan Seorang Demonstran, bagaimana suara-suara kritis para aktivis dibungkam oleh pemerintahan ORLA melalui caranya dengan menjadikan mereka kaki tangan pemerintah. Apa yang dilakukan pemerintah melalui KNPI di zaman ORBA adalah pembungkaman suara-suara kritis secara sistematis gaya baru seperti halnya yang telah dilakukan oleh ORLA terhadap anak muda yang aktivis.

Menjelang bulan musyawarah Provinsi KNPI, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, KNPI sebagai organisasi yang diperuntukan mengkoordinir potensi kaum muda, tidak hanya harus mempu menghasilkan agenda dan konsep kerja yang revolusioner, berfihak kepada grassroot dan berprilaku secara populis untuk kebangkitan pemuda Indonesia khususnya pemuda Jawa Barat sebagai tonggak perjaungan bangsa. Tetapi juga harus sanggup mengembalikan kritisme dan suara lantang yang konstruktif kaum muda yang tidak berfihak terhadap rakyatterhadap penguasa dzalim dan memberikan stimulan kepada ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) dan OKP (Organisasi Kepemudaan) secara mental, bukan hanya stimulan dana triwulan saja. Apakah hal ini akan sanggup dilakukan oleh Pemuda KNPI? Hal ini sangat tergantung dari mental-mental pemuda KNPI, apakah memegang paradigma kekuasaan atau memegang paradigma kedaulatan?.pemuda KNPI akan sanggup berbuat yang terbaik untuk kaum muda dan rakyatnya apabila mampu menggeser pegangan paradigma kekuasaannya menjadi paradigma kedaulatan. Dan yang lebih riil KNPI harus sanggup memotivasi agar kaum muda Jawa Barat hidup Mandiri tanpa menggantungkan diri terhadap program pemerintah, lebih-lebih terhadap anggaran. Bila sanggup tentunya semua kaum muda akan memberikan “applaus” kepada kaum muda KNPI, tetapi bila ternyata tidak sanggup, lebih baik KNPI membubarkan diri pada bulan musyawarah provinsi depan. Tentunya ini tidak lain untuk menjaga dan sebagai bukti bahwa kaum muda Jawa Barat adalah kaum muda yang memegang teguh semangat pemuda dan idealisme pengabdian terhadap rakyat, apalagi jika KNPI hanya dijadikan kendaraan untuk memenuhi Syahwat politik belaka para pengurusnya. Hidup Pemuda! Hidup rakyat Jawa Barat!

(ini adalah pendapat pribadi penulis sebagai hasil penglihatan subjektif penulis terhadap fenomena yang ada, penulis adalah pemuda warga Jawa Barat, tinggal di Cileunyi Kabupaten Bandung dan mantan Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Bandung Periode 2006-2007. Di Upload untuk memperingati hari sumpah pemuda dan adanya RUU Pemuda)

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon