Sayur Jangan

Ini cerita saya dapatkan ketika berada di pekalongan, cerita saya dapatkan dari koran harian Suara Merdeka. Cerita seorang Mahasiswa baru yang menjadi anak kost di daerah Sleman Yogyakarta. Mahasiswa baru tersebut tiba di Yogyakarta tentunya tanpa bekal pengetahuan budaya derah setempat, termasuk nama-nama makanan atau sebutan kebiasaan tertentu bagi jenis makanan tertentu. Kebetulan si Mahasiswa baru negekost di sebuah kost-kostan yang ada induk semangnya atau Ibu Kostnya.
Pada hari pertama ngekos si Anak kost baru tersebut akan makan dan kebetulan sendirian, di ruang makan tersebut hanya ada Ibu kost yang menemani sedangkan anak kost yang lain kebetulan sibuk kuliah dan sedang pada keluar. Karena anak kost baru, maka sesuai kebiasaan si Ibu Kost, agar tidak kaku si anak kost tersebut, maka ditunjukanlah jenis-jenis makanan yang disediakan oleh si Ibu kost, “ ini lho ada nasi, tahu, tempe, kecap” kata si ibu kost sambil menunjukan telunjuknya ke jenis makanan yang ia sebutkan.

Pada saat situ si Ibu Kost menunjukan salah satu jenis makanan yaitu sayur kemudian kata si Ibu Kost,” dan ini Jangan” samil menunjuk ke jenis sayuran.

Lantas si Anak kost baru tersebut makan dengan lahapnya hanya dengan tempe, tahau dan kecap, sedangkan sayuran yang ditunjukan oleh si Ibu Kost enggak dimakannya karena sesuai petunjuk ibu kost uga jangan atau ga boleh.

Setelah sebulan lamanya si Anak kost baru tersebut tanpa protes atau bertanya kenapa ga boleh makan sayur tersebut, hanya makan dengan lauk tahu tempe di tambah dengan kecap.

Pada suatu hari kebetulan anak-anak kost sedang pada kumpul dan makan bareng. Melihat si Anak kost baru yang hanya makan dengan tahu tempe dan ditambah dengan kecap, teman-teman kost yang sudah lama heran, “ kenapa sayurnya ga di makan? Anak kost yang sudah lama tinggal di situ.

“ Lho kan kata si Ibu ga boleh makan sayuran itu” kata anak kost baru

“ kata siapa, kapan si ibu ngeralang-larang makanan yang ada di meja?” kata anak kost lama

“ ga kok mas, waktu pertama kali kesini saya makan sendirian, dan hanya si Ibu yang nemenin saya, si Ibu bilang gini,' ini Jangan', katanya” Ujar si anak kost baru sambil memperagakan seperti si Ibu tempo lalu.

“ Ha..ha..ha..” Serempak anak kost yang udah lama tinggal disitu ketawa terbahak-bahak menertawakan tingkah anak kost baru

“ ini memang namanya sayur jangan “ kata anak kost lama

“ ooh jadi yang dimaksud Jangan itu, maksudnya sayur Jangan, bukannya ga boleh dimakan” kata anak kost baru sambil ngeloyor mau ngambil sayur Jangan yang dikirannya ga boleh dimakan.

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon