Celana Dalam Hasilkan Rupia!

Tiba-tiba saja dalam daftar teman saya ada foto Profil dengan gambar selangkangan plus dengan celana dalam warna pink yang dipakainya. Saya kaget. Apakah ini benar, dalam profil saya memiliki teman yang seperti itu? Perasaan saya belum pernah merequest atau mengaprove. Atau mungkin ganti poto profil dan nama? Itu sejumlah kekagetan saya terhadap gambar profil yang kebetulan muncul di box daftar teman akun fesbuk saya.

Untuk mengobati kepenasaran, saya buka profilnya dan setelah dibuka dan saya perhatikan, memang benar bahwa foto profil itu adalah gambar selangkangan seseorang wanita memakai celana dalam dengan sedikit terbuka.

Jika di lihat dari persfektif Gender, ini bisa dikatakan sebagai pelecehan seksual, wah kalo ada kaum Feminis bisa marah-marah tuh he..he..kenapa foto paha dan selangkangan wanita yang dijadikan sebagai foto Profil, kenapa ga sesuai namanya ‘sen bau recehan’?. Jika namanya ‘Sen Bau Recehan’, kenapa Nggak Uang Recehan saja yang menjadi gambar Profilnya.

Akhirnya saya coba cari di mang Google, kata kunci-kata kunci seputar “celana dalam” dan yang keluar ternyata bukan hanya seputar selangkangan, tetapi iklan-iklan dan bisnis online. Saya makin bertanya-tanya kenapa mereka (pelaku/ pemasang iklan/ pelaku bisnis online) menggunakan kata kunci seputar “celana dalam”. Apakah pelaku yakin dengan memasang Foto/ kata kunci tersebut akan banyak orang yang tertarik dan membuka atau mengklik iklannya. Ya saya pikir begitu juga, karena kalo kita baca rank web-web yang bertema “celana dalam perempuan” cukup bertengger di papan Atas setelah Fesbuk atau search engine Mang Google. Bahkan ketika Teh Mariska Lubis Membincang Seputar “Celana Dalam”, tulisannya selalu popular dan banyak di tanggapi yang tentunya dengan tanggapan yang beragam. Sebagian menyambut positif karena mengulas dengan bahasa yang santun dan tidak parno.

Membicarakan Seks, atau yang saya istilahkan Celana Dalam memang cukup menarik, semenarik membincangkan kontroversi dalam Agama. “Celana Dalam Wanita” sering disandingkan faktor kemenarikannya dengan Jabatan dan Duit, ya “harta, tahta dan wanita”. Ketiga term tersebut sering disebut-sebut sebagai sesuatu yang harus kita antisipasi sebagaimana virus. Hal ini juga disindir-sindir oleh Nabi Muhammad sebagai sesuatu yang dapat menggelincirkan umat manusia ke neraka apabila tidak pintar mengelolanya.

Hanya demi mempertahankan Jabatan dan segala Proyek yang ada di dalamnya orang rela mengambil resiko dipenjara bertahun-tahun dengan cara korupsi, bahkan uang korupsinya tersebut alih-alih untuk kepentingan sosial, namun demi mendapatkan seorang wanita, seperti beberapa kasus yang menimpa para pejabat di negeri ini. Orang pun rela memberikan uang lembarannya atau bahkan seluruhnya demi seorang wanita, demi mendapatkan Celana Dalamnya. Bahkan beberapa oknum Pejabat, Guru, Ustaz ada yang pernah tergelincir oleh ‘Celana Dalam’ hingga berurusan dengan pihak berwajib.

Bahkan bagi pihak tertentu, ‘Celana Dalam’ dapat menghasilkan Rupia, bahkan dijadikan bisnis khusus menjual isi ‘Celana Dalam’, bahkan rela memanipulasi para neter, karena ternyata isinya berbeda dengan apa yang dipikirkan.

Mengapa “Celana Dalam” Begitu Menarik? Terus terang saya tidak bisa menjawabnya secara ilmiah. Saya hanya mampu mengatakan bahwa itu adalah kehebatan dan kekuasaan Allah yang telah memberikan reaksi kimia dalam tubuh kita. Saya hanya ingin mengatakan ’hati-hatilah dalam mengelola isi Celana Dalam kita, jika tidak, kita sendiri yang akan celaka.

http://ekonomi.kompasiana.com/2009/10/16/celada-dalam-hasilkan-rupiah/

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
Eni Kusuma
AUTHOR
Dec 2, 2015, 4:13:00 PM delete

Cari celana dalam murah? Cek disini http://goo.gl/YLpUud

Reply
avatar

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon