Keangkuhan Sains Barat

Siapa yang mau menolak, jika hari ini peradaban Barat adalah peradaban paling maju. Produk peradaban yang menjelma dalam berbagai bentuk teknologi seolah menjadi ciri utama bahwa Barat adalah satu-satunya peradaban yang eksis pada abad ini. Kemajuan peradaban ini membuat mereka begitu angkuh dan berkepala besar. Semua ini berangkat dari pilsafat mereka yang menekankan pada rasionalitas. Dalam dunia praktis rasionalitas telah menghasilkan berbagai macam produk teknologi. Dalam bahasa pengetahuan, pilsafat mereka diiistilahkan dengan Positivistik. Positivistik sebagai sebuah pilsafat sekaligus juga keilmuan yang khas menekankan pada empirisisme dan rasionalitas, harus serba terukur secara rasio, hipotetis dan masuk akal. Positivistik menolak segala sesuatu yang berbau ghaib dan tidak masuk akal.

Amerika (menganggap) sebagai penggerak dan pusat peradaban. Oleh karena itu dalam pandangan mereka semua persoalan kemanusiaan akan bisa di atasi oleh sains Barat, oleh teknologi yang mereka ciptakan. Walaupun terdapat banyak persoalan dalam paradigma positivistic yang menjadi pijakan keilmuan mereka hingga akhirnya menghasilkan sejumlah masalah, namun dalam praktiknya mereka tetap bersikukuh bahwa sains lah yang akan menyelesaikan persoalan di dunia ini.

Terkait mistery 2012 yang sedang popular akhir-akhir ini, kemudian mereka angkat ke dalam film layar lebar, ketakutan sekaligus keangkuhan sains Barat begitu menonjol. Dalam film yang sedang beredar di bioskop-bioskop ini menceritakan mencairnya kutub utara dan akhirnya menjadi bencana tsunami. Semua daratan terkena air bah. Di samping itu, gempa dan meletusnya Gunung Merapi di belahan bumi ini terlebih dahulu menghancurkan semua gedung dan bangunan, bumi hancur berantakan, lalu kemudian cairan es dengan cepat menjadi air bah yang menyapu semua bentuk peradaban dari Amerika sampai Asia.

Misteri 2012 yang diangkat dari ramalan bangsa Inca Maya menjadi sebuah ketakutan Amerika. Jika hal ini benar-benar terjadi berarti Amerika harus mampu menciptakan teknologi yang dapat menyelamatkan umat manusia. Dari ketakutan muncul menjadi keangkuhan bangsa Barat bahwa kiamat dapat dihindari dengan menciptakan teknologi teknlogi tersebut.

Bahkan sebelum akhirnya semua umat manusia memasuki semacam kapal selam superbesar, bencana-bencana tersebut dapat dihindari dengan teknologi pesawat yang mereka miliki. Kiamat yang terjadi dibumi dapat dihindari hanya dengan menaiki pesawat terbang. Kiamat hanya mereka tafsirkan sebagai bencana biasa yang dapat mereka hindari. Jelas saja ini adalah bentuk keangkuhan mereka terhadap pengetahuan yang mereka miliki.

Setelah kiamat dalam pandangan mereka terjadi, dengan air bah yang memenuhi bumi, mereka dapat selamat dengan menjadi penumpang kapal tersebut. Siapa yang percaya terhadap kedigjayaan sains Barat maka akan selamat.

Cara pandang sains Barat yang menekankan pada Rasionalitas memunculkan berbagai persoalan. Salah satu persoalan yang mendasar adalah rusaknya lingkungan alam. Persoalan ini memunculkan berbagai pemikiran baru yang bersifat kritis. Para pengkritik datang tidak hanya dari dunia non-Barat, namun juga dari dunia Barat sendiri. Salah satu pemikir, ahli fisikawan Fritjof Capra, dalam bukunya ‘Titik Balik Peradaban’ menganggap rusaknya alam berefek dari paragdigma positivistic yang digunakan oleh para pemikir/ pilsuf Barat kebanyakan yang menekankan pada Rasionalitas. Penekanan terhadap rasionalitas dalam pandangannya menyebabkan ketidakseimbangan alam. Rasionalitas yang ditafsirkan oleh Capra sebagai sifat Maskulin hanya mampu mengeksploitasi. Eksploitasi akan menyebabkan kerusakan yang amat sangat pada ala mini. Oleh karena itu jika eksploitasi ini terus menerus terjadi tunggu saja kiamat 2012 akan terjadi, salah satunya adalah bencana alam termasuk mencairnya kutub utara hingga menjadi air bah yang meleleh semua Negara.

Kiamat 2012, sebuah penafsiran

Jika eksploitasi terhadap alam terus menerus terjadi, maka peradaban Barat akan segera punah. Setiap Negara yang mengedepankan sifat maskulin atau rasionalitas akan segera tumbang karena tidak diimbangi oleh sifat feminin yaitu pemeliharaan terhadap alam. Capra dalam buku tersebut menawarkan atau mengistilahkan dengan filsafat Yin Yang, maskulinitas dan femininitas, rasionalitas dan intuitif, yaitu prinsip keseimbangan.

Seorang sejarawan Arnold J. Toynbee yang juga dikutif dari buku Capra membuat suatu analisis bahwa setiap peradaban bersifat timbul tenggelam, dari mulai peradaban pertama berjaya, kemudian muncul lagi peradaban selanjutnya, Inca Maya, Mesir, Romawi, Persia, Yunani, kemudian Islam dan akhirnya Barat.

Sesuai dengan hukum sejarah terhadap timbul tenggelamnya peradaban, maka sesuai dengan analisis dari Capra yang banyak menggunakan metode analisis sejarah Arnold J. Toynbee, peradaban selanjutnya yang akan bercokol adalah peradaban China. Hal ini bukan tanpa alasan, jika kita perhatikan ekonomi China merembes ke semua Negara, termasuk penduduknya yang menyebar. Kain-kain tekstil, teknologi selular, termasuk pilosofi bangsa China telah mempengaruhi sebagian besar dunia, tidak hanya di Indonesia, namun di Amerika Sendiri. Amerika sedikit miris terhadap perkembangan ekonomi China yang merajalela. Sedikit banyak tafsiran akan bangkitnya peradaban bangsa China pada periode selanjutnya tersebut tergambar dalam film 2012 yang menempatkan kapal selam penyelamat dari air bah yang ditempatkan di negeri china, karena hanya China, peradaban terakhir yang hancur seperti digambarkan dalam film tersebut.

Tafsiran Capra/ Arnold J. Toybee jauh-jauh hari sebelumnya telah dipastikan oleh Baginda Rosulullah Muhammad dengan pernyataannya yang sangat terkenal “Carilah ilmu sampai ke negeri China”.

Dengan demikian, kiamat yang akan terjadi pada tahun 2012 jika merujuk pada siklus kehidupan peradaban manusia dan tafsiran dari Arnold j. Toynbee adalah runtuhnya peradaban Barat dan munculnya peradaban baru yang bisa lebih menyeimbangkan paradigma/ pandangan terhadap dunia.

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon