Kompasianer (Bloger) Berang, Erianto Anas Tertawa

Dunia Kompasiana di gegerkan dengan kehadiran sosok Erianto Anas, baru beberapa bulan di Kompasiana tetapi sudah menarik perhatian. Terlepas tulisannya bermutu atau tidak, berisi atau tidak. Namun yang jelas beberapa tulisannya selalu nangkring di beranda terpopuler.


Saya sendiri beberapa kali mengintip tulisannya, bahkan mengambil hikmah dari beberapa tulisannya yang mendetail. Dan kurang sreg terhadap banyak tulisannya yang general.

Harus saya akui bahwa tidak sedikit kompasiana yang berang dan kemudian terpancing emosi, namun tidak sedikit yang mengamini tulisan-tulisannya. Emosi Kompasianers terlihat dari postinganya serta komentar-komentarnya yang kadang tidak nyambung. Karena ketidaknyambungan komentar, Erianto Anas pun sempat Emosi. Jika berniat diskusi tentu emosi harus diredam, karena diskusi bukan pake emosi tapi pake pikiran.
Saya perhatikan ada beberapa point yang membuat Kompasianers berang;

Pertama; Judulnya controversial dan membuat orang shock, misalnya judul Kompasianers Goblok Sini, wah kompasianers udah digoblok-goblokin, siapa yang gak tersinggung coba? Itu hanya satu contoh, jika ingin banyak contoh silahkah langsung lihat lapaknya Erianto Anas. Jika tidak kita baca isinya tentu repot, tapi coba baca terlebih dahulu, tentu kita akan faham.

Kedua; komentar kompasianers yang menganggapkan meminta penjelasan, beberapa jarang yang dikomentari kembali, sehingga kompasianers menganggap bahwa Erianto Anas tidak bertanggung Jawab terhadap Tulisannya.

Ketiga; Tulisannya dianggap liberal. Mempertanyakan tentang masalah keislaman yang sudah dianggap mapan oleh beberapa kompasianers.

Keempat; tulisannya banyak yang terlalu general, sehingga membuat kompasianer menafsir ulang secara negative. Maka berang jugalah kompasianers.

Kelima; Tulisan Erianto Anas dimaksudkan untuk promosi. Tahu dong strategi pemasaran. Promosi dimana-mana adalah Iklan. Yang namanya iklan tentu ada yang memang bener tapi juga banyak boongnya. Dan celakanya kita mau aja diboongin ya.

Anehnya sudah tahu beriklan, tetap saja dipelototin dan dikomentarin, komentarnya bernada emosi lagi.
Hmmmm, tercapailah tujuan Erianto Anas, mengail banyak pengunjung. Di saat orang lain berang, ia tertawa lebar-lebar, menertawakan jeratan dari tulisannya. Kena dech! he..he…

Jadi siapa yang Oon, Erianto Anas, Admin yang pilih kasih (kata ZEM lho) atau kita sendiri?

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon