Emanasi Serapah Makna

Menghujam sakit, ibarat palu membentur kuku
Padahal hanya kata dan kalimat bahkan beku
Ia membuat emosi berdarah-darah
Rasa membuncah ingin rasa menikam marah
Bangsat, Bodoh, Iblis, setan, adalah senjata ampuhnya

Belingsat amarah gelontorkan senyawa yang sama
Senyawa menikam Bangsat, Bodoh, Iblis dan Setan
Lahirlah rupa si Bangsat, si Bodoh, Si Iblis dan Si Setan
Dalam wujudnya yang bertentangan

Silat lidah tak mampu hindarkan kelahi kata
Argumentasi tak cukup bungkam logika

Ia berdarah-darah dengan muka penuh serapah
Berserakan dan tak karuan, mana kalimat pembuka
Berserakan dan tak karuan, mana kalimat wacana
Berserakan dan tak karuan, mana kalimat akademika
Berserakan dan tak Karuan, Mana sehatnya Kompasiana

Ia sebentuk narsisme ala si pesilat kata
Kata hiperbola yang tak lagi bermuka etika
Hanya serapah
Hanya serapah
Hanya serapah

Apa mau dikata, melahirkan para pekata jenis baru
Melahirkan serapah kedua
Ibarat filsafat emanasi, melahirkan kembali
Jenis kata-kata kemudian
Serapah pertama, serapah kedua, serapah ketiga, keempat, kelima hingga ke Sembilan

Inilah Dunia berperadaban
Kata-kata memiliki makna mundur
Karena hanya Serapah bentuk narsisme dari eksistensinya yang ngawur

Pliis, Damai itu Indah, mari berdiskusi secara sehat, jangan takabur!

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
yui
AUTHOR
Mar 13, 2011, 2:47:00 PM delete

like this bgt lah...

Reply
avatar
Dudi Rustandi
AUTHOR
Mar 15, 2011, 10:28:00 AM delete

@ Yui..suka puisi kah? hehe

Reply
avatar

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon