10 Fakta tentang Prabowo

Sejak prabowo mencalonkan diri menjadi Calon Presiden RI, banyak fitnah dan kampanye negatif bahkan sampai hitam yang dialamatkan kepadanya. Kampanye yang menyudutkan Prabowo sudah barang tentu sebagai serangan udara agar elektabilitas Prabowo turun. Mulai dari tuduhan pelanggaran HAM Berat yang sepertinya
tidak terlalu mempan, bahkan kini ditelan bumi. Sebagai sebuah isu tentu pada akhirnya kebenaran yang akan menang. Tidak ada bukti jika Prabowo melakukan pelanggaran HAM. Tidak ada pula lawan-lawannya mampu membuktikan itu, saat Fadhli Zon meminta menyebutkan bukti kepada lawan politiknya di salah satu televisi nasional, politisi tersebut diam seribu bahasa.
Prabowo juga disindir-sindir tentang pendampingnya, bahkan Jusuf Kalla menyindirnya, seolah-olah bahwa pendamping adalah perkara mutlak bagi seorang calon presiden. Setelah isu ini bosan dengan sendirinya, muncul lagi di salah satu media online, bahwa Prabowo dikesani melawan atasan yang menunjukan bahwa ia orang yang tempramental dengan menggebrak meja. Tentu saja ini adalah kampanye negatif yang dihembuskan kepada sosok Prabowo. Terakhir, kemantanmiliterannya dikait-kaitkan dengan kasus pengarahan dari Babinsa untuk memilih Prabowo, padahal sama sekali tidak ada arahan terstruktur ataupun kulture yang digerakan oleh militer. 

Bahkan bukan saja yang terkait langsung dengan Prabowo, pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan pencalonan Prabowo membuat makna terbalik dari kampanye negatif misalnya kasus RIP Jokowi, pembakaran posko, hingga babinsa. 3 isu terakhir yang belum terbukti tersebut diarahkan pada sosok Prabowo. RIP misalnya diarahkan bahwa kampanye tersebut sebagai kampanye hitam Prabowo, padahal jelas-jelas itu buatannya team lawan khusus untuk menjatuhkan Prabowo. Pembakaran posko juga demikian, tuduhan langsung diarahkan ke kubu Prabowo oleh media-media pendukungnya. Bahasa medis sudah sedemikian menohok dengan menuliskan atau menyebutkan posko ‘dibakar’, padahal media sendiri belum mengetahui fakta hukumnya. Terakhir isu babinsa menjadi isu yang lumayan besar menghembus ke kubu Prabowo seolah-olah team prabowo mengerahkan para aparat di tingkat desa/ kelurahan tersebut. Padahal faktanya tidak ada arahan. 

Yang menjadi fakta tentang Prabowo sesungguhnya tidak atau jarang diblow up secara seimbang. Fakta-fakta tersebut juga sebagiannya sebagai bagian dari trackrecord Prabowo Subianto sebagai calon Presiden RI. Saya merangkum, setidaknya ada 10 fakta tentang Prabowo, yaitu:
1.      Prabowo adalah keturunan Pangeran Diponegoro sang pejuang yang berani gugur di tangan penjajah agar rakyatnya bisa melepaskan diri dari penjajah. Ia juga putra begawan ekonomi yang pada umur masih muda sudah diangkat menjadi menteri. Dengan keturunan para pejuang, Prabowo mewarisi sifat dan sikap heroik.
Dalam ajaran-ajaran orang tua kita selalu mewanti-wanti saat memilih seseorang menjadi pemimpin secara umum harus melihat Bibit, Bebet, dan Bobot. Bibit berkaitan dengan keturunan. Dengan silsilah tersebut, sangat jelas bagaimana Prabowo adalah keturunan pada pejuang bangsa. Bebet dalam konteks ini bisa dimaknai sebagai kesiapan material, termasuk kesiapan material fisik. Kita lihat bahwa Prabowo sudah sangat siap saat berbicara, tenang, menguasai masalah, dsb. Yang terakhir bobot atau kualitas personal. Sebagai didikan militer bobotnya tidak perlu diragukan ia hidup secara teratur, disiplin, bertanggung jawab. Dia juga hidup di tengah-tengah keluarga intelektual, yang selalu memberikan asupan gizi ruhiyah.
2.      Prabowo memimpin penyelamatan Mapendum. Dalam sebuah tayangan berbahasa Belanda, Prabowo menjadi sosok penyelamat 20 sandera dari Belanda dan Indonesia yang kebanyakan dari mereka adalah para peneliti. Mereka di sandera oleh OPM, setelah PMI internasional gagal berdiplomasi. Hanya pasukan Prabowo yang mampu berdiplomasi dengan mereka dan menyelamatkannya. Tentu kita tidak bisa menutup mata dari rekam jejak Prabowo ini. Selama ini kita menutup mata tentang rekam jejak Prabowo dalam bidang pemerintahan. Bukankah saat itu dia menjadi bagian dari pemerintahan yang ditugaskan di kesatuan militer.
3.      Prabowo sosok yang berani. Ini juga fakta yang tidak bisa tutup-tutupi. Sosok Prabowo adalah sosok yang berani dan tegas. Saat PMI gagal melakukan diplomasi, Amerika menawarkan bantuan dan mengirimkan salah satu perwiranya. Dalam suatu Briefing, sang perwira yang berpangkat letkol melecehkan kesatuan yang dipimpin Prabowo, bahwa yang bisa menyelamatkan sandera hanyalah James Bond. Mendengar pernyataan itu dari rekan-rekannya, Prabowo menghampiri sang letnan dan menggampar dan mempersilahkan pergi. Bangsa Indonesia adalah bangsa besar, tidak pantas dilecehkan, bahkan oleh Amerika sekaligus.
Bukankah sosok yang berani dan tidak menerima pelecehan seperti sosok inilah yang kita harapkan untuk memimpin Indonesia, bukan yang menerima saja.
4.      Prabowo memimpin pendakian ke puncak gunung  Everest. Orang pertama dari Indonesia yang mendaki ke puncak everest berada di bawah pasukan yang dipimpin oleh Prabowo pada tahun 1997. Bahkan Prabowo sudah merencakannya sejak tahun 1980. Bagian dari prestasi yang bisa dibanggakan, karena saat itu dukungan juga datang dari Wanadri, Mapala UI, dan lainnya. Hingga Asmujiono sebagai anggota team dari Kopassus mendarat pertama kalinya.
5.      Dalam waktu beberapa tahun, prabowo memiliki karir yang moncer. Hal ini bukan karena ada mertuanya yang masih Presiden, tetapi karena prestai-prestai Prabowo di bidang kemiliteran. Prabowo mampu melakukan lompatan-lompatan prestatif di dinas tempatnya bertugas.
6.      Prabowo tidak dipecat. Kasus yang diarahkan ke Prabowo berakhir dengan diberhentikan Prabowo. Selama ini media ramai mengisukan jika Prabowo dipecat dari kesatuan militer. Kenyataannya Prabowo tidak dipecat, tetapi diberhentikan. Kata dipecat dengan diberhentikan ini tentu berbeda. Karena kesan pemecatan diberhentikan secara tidak hormat, sementara Prabowo sampai dengan detik ini masih menerima uang pensiun dari negara. Artinya bahwa Prabowo masih dihargai sebagai bagian dari keanggotaan satuan dengan menerima uang pensiun.
7.       Prabowo berhasil memimpin Gerindra. Umurnya paling muda jika dibandingkan dengan partai-partai bentukan pasca reformasi. Tetapi Gerindra sudah mampu mengambil hati masyarakat. Konsep-konsep yang digodognya mampu menciptakan taring sehingga menjadi pembeda dengan partai yang lain. Prabowo yang berada dibaliknya dan memposisikan sebagai Ketua Dewan Pembina berhasil membawa Gerinda masuk dua digit sebagai peserta pemilu baru yang paling punya masa depan. Ia berada di bawah Partai Golkar dilihat dari sisi jumlah. Bukankah ini bagian dari prestasi dari sosok Prabowo yang menjadi bidang langsung bagi kelahiran Gerindra bersama arsitek lainnya.
8.      Prabowo bukan Duda. Jika melihat struk pembayaran uang pensiun, masih ada tunjangan untuk isterinya. Artinya bahwa secara negara Prabowo masih memiliki isteri. Tetapi secara agama ia sudah menceraikan isterinya.
9.      Prabowo disukai ibu-ibu dan mahasiswa. Satu fakta baru, Prabowo ternyata disukai oleh ibu-ibu dan mahasiswa. Saat prabowo berkunjung ke Bandung, ia begitu digandrungi oleh ibu-ibu. Begitu juga mahasiswa, saat saya tanya mahasiswa yang sedang berkumpul, mayoritas dari mereka lebih menyukai Prabowo karena ketegasan dan kualitas personalnya.
10.  Didikan militer, pengusaha, dan intelektual. Prabowo memiliki kombinasi didikan militer yang disiplin, teratur, dan bertanggung jawab. Ini menjadi modal untuk kualitas personal seseorang. Ia juga memiliki didikan di lingkungan pengusaha yang selalu berani mengambil resiko namun dengan pertimbangan matang.
Lingkungan intelektual Prabowo menyumbangkan bagaimana Prabowo memiliki sensitifitas terhadap bangsanya, yang selalu resah melihat keadaan bangsanya. Wajar jika pada akhirnya menjadi bagian dari tag kampanye team Prabowo-Hatta #SelamatkanIndonesia. Karena dalam pandangannya, Indonesia dalam keadaan terombang-ambing seperti perampogan APBN, kekayaan alam yang dikuasai asing, dilecehkan oleh negara tetangga. Ini menjadi ciri bahwa ia adalah seorang intelektual.
Ini menjadi pertimbangan kita bagaimana menilai calon Presiden kita ke depan. Harus berbibit yang jelas, harus memiliki trackrecord dan kualitas personal.

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon