Memahami Komunikasi Siber (Cyber Communications)

Sumber Ilustrasi: socialmediaweek.com
Tahap Revolusi Komunikasi

Kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya setelah kehadiran teknologi komputer dan jaringan komunikasi global (internet) telah membawa perubahan signifikan terhadap cara manusia berkomunikasi. Komunikasi antarmanusia kini menjadi lebih mudah melalui perantara layar dan media computer sebagai perangkat yang menghubungkan antarpengguna. Bentuk komunikasi ini lazim disebut sebagai computer mediated communications atau komunikasi yang dimediasi oleh computer. Perubahan cara manusia berkomunikasi ini menjadi momentum revolusioner perilaku komunikasi manusia. Hal ini karena teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang. Layar yang menjadi perantara pun menjadi mobilable. Karena perangkat computer yang biasa digunakan dalam sebuah personal computer (PC) teknologinya digunakan juga untuk Handphone. Komunikasipun menjadi anytime anywhere.

Dalam rentang sejarah, revolusi komunikasi dicirikan oleh perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi.  Seperti ditulis oleh Biagi dalam Media Impact, yaitu;
  • Revolusi Komunikasi Pertama merupakan revolusi penulisan fonetik yang dicirikan oleh penemuan kertas oleh bangsa China tahun 1000 M dan kemudian digunakan oleh Bangsa Eropa tahun tahun 1300 M.
  • Revolusi Komunikasi kedua saat ditemukan mesin Cetak oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1450an M. Selain sudah menggunakan kertas juga sudah melalui pencetakan. Konten yang pertama kali dicetak adalah Injik pada tahun 1956, tahun 1640 sudah tercetak buku pertama di Amerika Serikat. Masa-masa revolusi komunikasi melalui pesan yang dicetak ini pula pada tahun 1690 terbit surat kabar pertama dan tahun 1741 majalah pertama di Amerika Serikat.
  • Revolusi Komunikasi fase ketiga dimulai saat ditemukan computer yang dapat memproses penyimpanan serta menarik informasi pada tahun 1951. Setelah ditemukan computer, technology yang ditenggarai sebagai alat elektronik cerdas ini terus mengalami perkembangan hingga akhirnya masuk fase Revolusi keempat yang kita kenal dengan Era Informasi.
  • Era Informasi merupakan fase lanjutan dari era komputerisasi. Menurut Burhan Bungin dalam Sosiologi Komunikasi terdapat era perkembangan terjadi saat Jaringan informasi global teritegrasikan ke dalam system computer. Era yang kita kenal dengan era cyber ini telah mengubah perilaku komunikasi secara mendasar bahkan menurut catatan Biagi, mulai tahun 2000 sudah dimulai periklanan melalui jaringan computer ini. Hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan kecuali melalui media konvensional seperti media cetak dan elektronik.

 Menurut Burhan Bungin, sebelum era cyber atau era informasi, era komputerisasi melalui tahapan sebagai berikut:
NO
Periode Era
Tahun
Pemanfaatan
I.
Era Komputerisasi
1960an
Pemakaian komputer untuk meningkatkan efisiensi
2.
Era Teknoogi Informasi
1970an
Kegunaan Komputer bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, juga mendukung terjadinya proses kerja yang efektif
3.
Era Globalisasi Informasi
1980an
Komputer sebagai media informasi
4.
Era Sistem Informasi
1990an
Manajemen Perubahan
(Sumber: Burhan Bungin)
  
New Media dan Komunikasi Siber (Cyber Communications)
Era komunikasi melalui media computer (computer mediated communications/ CMC) tidak langsung memasuki era cyber communications. Namun CMC menjadi cikal bakal terjadi komunikasi cyber. Istilah komunikasi siber muncul saat istilah media baru (new media) menjadi popular. New Media merupakan medium baru komunikasi yang menggunakan jaringan internet. Ia bersifat digital sehingga memudahkan dalam bertukar informasi dan berbagai kegiatan lainnya.

Menurut Marshall McLuhan, kehadiran New Media dapat membuat sebuah proses komunikasi menjadi global, sehingga dunia ini seperti Desa Global. Global Village menjelaskan bahwa tidak ada lagi batas waktu dan tempat yang jelas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan dunia lain dalam waktu yang sangat singkat dengan menggunakan teknologi internet. Marshall McLuhan menulisnya dalam buku “Understanding Media: Extension of A Man”.

Konsep New Media tidak hanya melahirkan media massa melainkan juga media jaringan, atau jaringan interaktif multimedia, yang akan menjadikan komunikasi dunia seperti jaring-jaring raksasa, suatu dunia yang saling terhubung atau network society. Network society adalah sebuah bentuk jaringan yang mewakili morfologi sosial baru sebuah masyarakat dan penyebaran logika networking secara substansial memodifikasi operasi dan hasil di dalam proses produksi, pengalaman, kekuasaan, dan budaya.

Dalam konteks media baru tersebutlah istilah komunikasi siber muncul, yaitu bentuk komunikasi yang dimediasi oleh computer yang terhubung ke dalam jaringan global melalui internet. Dalam istilah lain, komunikasi siber adalah komunikasi yang terjadi di dalam ruang siber (cyberspace) atau dunia maya. Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer yang dapat menghubungkan para user/ netter hingga saling terhubung di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

Karakteristik Komunikasi Siber
Dengan  bawaan karakteristik yang dimiliki oleh cyberspace, komunikasi siber memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan bentuk komunikasi lain. Dengan tingkat keterjangkauan yang besar serta tidak terhalang oleh ruang dan waktu. Komunikasi siber memiliki banyak kelebihan. Kelebihan ini sebagian karena karakteristik komunikasi siber yang terjadi dalam ruang digital. Mengadaptasi dari Nasrullah (2012: 72) Karakteristik media siber adalah  sebagai berikut:
  • Network. Terhubung dengan jaringan yang tidak terbatas pada satu wilayah geografis. Melalui dunia maya, seseorang dapat terhubung tanpa terhalang oleh ruang dan waktu selama Publik terkoneksi dengan jaringan internet.
  • Information. Sifatnya yang multimedia, komunikasi dapat dilakukan dengan secara cepat dalam berbagai bentuk, baik teks, foto, audio, atau pun bentuk adio visual dan teks secara bersamaan.
  • Interface. Merupakan perangkat penerjemah saat berhubungan melalui computer. Melalui karakter ini komunikan dapat sebagus mungkin menampilkan terbaiknya. 
  • Archive. File dan berbagai dokumen infotmatif yang pernah dipublikasikan di dunia maya dapat tersimpan walaupun sudah bertahun-tahun selama servernya masih berfungsi. Hal ini memungkinkan Publik dapat mengakses berbagai informasi masa lalu yang masih dibutuhkan.
  • Interactivity. Mendorong pelaku media sosial untuk berkomunikasi secara interaktif. Public Relations yang menjadikan media sosial sebagai alat komunikasi dapat berinteraksi dengan publiknya untuk membangun saling pengertian secara langsung secara intensif.
  • Simulation. Melalui dunia maya, komunikati dapat melakukan rekayasa positif dengan maksimal bagaimana mencitrakan perusahaan, baik melalui teks, grafis, ataupun audio visual.

Dari karakteristik komunikasi maya di atas, dalam konteks netwoks cyber society, melahirkan cara baru dalam berkomunikasinya seperti yang dinyatakan oleh Nicholas A. Christakis dalam hasil penelitiannya (Hyperconected) yaitu:
  • Enormitas (enormity), yaitu peningkatan bersar pada skala jejaring kita dan jumlah orang yang bisa dijangkau untuk bergabung.
  • Komunalitas (Communality), yaitu perluasan skala untuk berbagi informasi dan berkontribusi ke usaha bersama.
  • Spesifikitas (specificity), yaitu peningkatan besar pada kekhasan ikatan yang bisa kita bentuk.
  • Virtualitas (Virtuality): Kemampuan menggunakan identitas virtual.

Dengan karakteristik yang dimiliki oleh newmedia dan komunikasi siber, komunikasi semakin mudah, murah, cepat dan lebih efisien.

Dampak Komunikasi Siber
Komunikasi Siber dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas manusia. Istilah New Media juga mewakili istilah new world karena ia adalah dunia baru yang merepresentasikan semua kegiatan manusia. Bahkan menurut situs ictwatch, aktifitas dunia maya merepresentasikan kegiatan yang ada di dunia nyata. Aktifitas tersebut sekaligus sebagai dampak dari hadirnya dunia nyata yang menunjukan kebermanfaatan sisi keberadaan dunia maya.  

Aktifitas-aktifitas tersebut adalah aktifitas ekonomi yang dikenal dengan istilah e-commerce, aktifitas pendidikan yang dikenal dengan istilah e-learning, aktifitas jual beli diistilahkan dengan onlineshop atau e-shop bahkan kini terdapat mall online, aktifitas politik diistilahkan dengan politicalwave, aktifitas keamanan diistilahkan dengan cybersecurity, termasuk di dalamnya aktifitas PR diistilahkan dengan E-PR atau Cyber Public Relations.

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon