Sukabumi; antara Sejarah, Kopi, dan Petualangan

sumber: mytrip123
Beberapa waktu lalu, pernah menyelenggarakan inhouse training di Sukabumi. Untuk mencari lokasi yang nyaman untuk kegiatan mahasiswa tersebut, saya tersesat ke beberapa tempat dari Sukaraja ke Kadudampit, hingga berkeliling mencari satu kecamatan di tengah-tengah kota di Sukabumi.
Ketersesatan ternyata membawa hikmah, hingga akhirnya menjadi berpetualang menyusuri kota dan daerah-daerah sejuk di Sukabumi. Dari bisingnya kota hingga menikmati sejuknya daerah pegunungan. Namun saya menjadi tahu, karena ternyata Sukabumi menyimpan potensi wisata yang sangat menakjubkan, apalagi meliat potensi di wilayah Geopark Ciletuh.
Sukabumi bisa menjadi salah satu kota destinasi yang bisa dicoba untuk liburan singkat. Selain kotanya yang campernik alias kecil tapi cantik alamnya juga cukup menyegarkan apalagi saat menyusuri daerah-daerah dengan dataran yang cukup tinggi, setidaknya memungkinkan menghirup udara segar. Apalagi setelah berkutat dengan hiruk pikuk rutinitas pekerjaan kantor.
Selain alam yang indah, Sukabumi juga dilengkapi dengan beragam jenis kuliner yang memanja lapis lidah. Entah menikmati secangkir minuman hangat di jalan-jalan Sukabumi, atau justru membiarkan adrenalin terpacu dengan arung jeram dan berselancar di bibir pantai--semua pilihan bisa Pengunjung coba. Bebas.
Nama Kota Sukabumi sendiri berasal dari bahasa Sunda, yakni soeka dan boemen. Secara etimologis, perpaduan keduanya bisa diartikan sebagai “kawasan yang disukai untuk menetap”.
Kisah Soeka dan Boemen
Di Sukabumi, setiap pengunjung akan disambut dengan pempengunjungngan serba hijau dari perkebunan teh dan kopi yang membentang luas, pun udara sejuk dan bersih khas dataran tinggi. Dari lanskap yang indah tersebut, tidak heran jika penamaan Kota Sukabumi memang berasal dari pengalaman terkait lokasi favorit dan nyaman untuk menetap.
Selain tempat peristirahatan, sejarah mencatat Sukabumi sebagai lokasi yang memang diperuntukkan sebagai daerah perkebunan. Salah satunya, kopi. Maklum saja, di masa kolonialisme--dalam hal ini pemerintahan VOC, komoditas kopi menjadi salah satu primadona.  
Pada 1709, misalnya. Gubernur Van Riebek pernah mengadakan inspeksi ke kebun kopi di Cibalagung (Bogor), Cianjur, Jogjogan, Pondok Kopo, dan Gunung Guruh Sukabumi. Beberapa tahun berselang, yakni 1786, VOC lantas membangun jalan setapak untuk memudahkan mobilitas hasil perkebunan. Jalan ini dapat dilalui kuda dengan rute Batavia - Bogor - Sukabumi - Cianjur - Bandung.
Menguji Adrenalin di Sukabumi
Selain perkebunan, para wisatawan juga diberi kesempatan untuk menguji adrenalin lewat wisata arung jeram di Sungai Citarik. Letaknya, ada di Taman Nasional Gunung Halimun, Cikadang, Sukabumi. Adapun sungai ini terbilang cocok, lantaran debit air yang cukup banyak, kondisi yang bersih, dan relatif stabil di sepanjang tahun.
Sudah puas menikmati alam dataran tinggi, Pengunjung bisa menjajal hangat pasir pesisir selatan Sukabumi. Beberapa aktivitas yang layak dicoba, yakni berselancar hingga sekadar bersantai di pinggir pantai.
Merencanakan short escape ke Sukabumi pasti akan sangat menyenangkan. Apalagi bagi masyarakat perkotaan seperti Jakarta. Nah, agar bisa puas lebih lama, ada baiknya Pengunjung mempertimbangkan kebutuhan menginap di sana. Memang, terdapat banyak penginapan yang siap menampung wisatawan kapan pun, namun booking dari jauh hari tentu akan lebih baik.
Nyaman dan bikin betah!
Agar lebih mudah, Pengunjung bisa melakukan pemesanan kamar hotel lewat layanan akomodasi dalam jaringan. Airy Rooms, layanan akomodasi dalam jaringan terbesar dan tepercaya menawarkan pengalaman pemesanan kamar hotel terbaik dengan harga yang terjangkau.
Pesan kamar hotel murah di Sukabumi dapat Pengunjung lakukan melalui aplikasi Airy Apps, atau melalui website resmi www.airyrooms.com. Sementara, pembayaran dapat Pengunjung lakukan di saat itu juga melalui transfer bank atau kartu kredit. Tidak perlu khawatir mendapat kamar hotel yang buruk, sebab di Airy Rooms, fasilitas kamar hotel sudah terstpengunjungrisasi. Pengunjung akan mendapatkan kamar hotel dengan harga murah yang sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti AC, kebutuhan mandi dan air hangat, air minum gratis, WiFi, TV layar datar, dan tempat tidur bersih.

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon