Kenapa Orang Sunda sulit Melafalkan Huruf 'F'?

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sebagian orang Sunda sulit melafalkan huruf ‘f’ dan ‘v’. Misalnya ketika menyebutkan nama Veni atau Feri maka lawan bicaranya akan bertanya P-nya Fanta atau P-nya VW. Hal ini menunjukan kebingungan bagi orang yang diajak bicara karena ketidakjelasan seorang Sunda dalam melafalkan bunyi P, F, atau V. Hal tersebut tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi orang Sunda. Bahkan sindir Jamaludin Wiartakusumah dalam Kompas (18/09) orang
Sunda tidak akan bisa menjadi Presiden Finlandia karena tidak bisa melafalkan bunyi f dan v. 


Kekurangmampuan orang Sunda dalam melafalkan konsonan tersebut dalam bunyi kata atau bahasa bahkan sudah menjadi wacana-wacana di ruang akademis, ruang diskusi serta ruang maya. Saya sendiri mengalaminya ketika diskusi baik di kelas ataupun ruang maya, seseorang mengatakan kepada saya, bahwa Pitnah (dengan huruf P) jika saya tidak bisa bicara dengan huruf f. Artinya walaupun orang Sunda bisa membedakan huruf-huruf tersebut dan mampu melafalkannya namun dalam implementasinya selalu menyamaratakan huruf-huruf tersebut.

Arkeologi Bahasa
Aksara dan bahasa Sunda Kuno sudah hidup ratusan tahun lamanya. Jika merujuk pada berdirinya kerajaan pertama, umurnya sudah ribuan tahun. Tulisan dengan huruf Sunda muncul tahun 500-an seperti digunakan dalam tulisan prasasti yang ditemukan di Bogor. Aksara Sunda Kuno ini dikenal dengan Istilah Kaganga. Dalam Huruf Kaganga tidak dikenal huruf Va atau Fa, yang ada hanya Pa. Ratusan tahun lamanya tradisi pelafalan konsonan P (pe) tanpa mengenal huruf V (vi) atau F (ef) mengendap dalam alam pikiran Manusia Sunda sehingga wajar jika orang Sunda tidak terbiasa melafalkan konsonan tersebut dalam bunyi bahasa.
Beratus-ratus tahun tradisi ini digunakan secara turun-temurun. Persentuhan dengan pendidikan modern (kolonialism) tidak membuat alam pikiran manusia Sunda berubah termasuk dalam melafalkan bunyi huruf. Namun orang yang tertempa pendidikan modern sedikit demi sedikit tergeser dan terbiasakan dengan pelafalan huruf f, p dan v. Persentuhan dengan dunia modern tersebut menggeser alam pikiran sebagian manusia Sunda sehingga tidak sadar bahwa pada awalnya huruf F dan V tersebut sama sekali tidak dikenal dalam alam pikiran manusia Sunda.

Walaupun dalam kehidupan Sunda modern sebagian alam fikirannya sudah tergeser oleh alam pikiran modern namun bagi sebagian yang lain alam pikiran sunda ini terus mengendap. Aksara latin modern sudah dikenalkan, namun dalam pengucapan tetap saja masih alam pikiran manusia Sunda. Maka muncullah istilah kampungan terhadap manusia Sunda yang tidak mampu atau sulit melafalkan V atau F walaupun hidup dalam lingkungan akademis sekalipun.

Inilah apa yang disebut sebagai pikiran arkeologis oleh Pengamat dan ahli budaya Sunda, Jakob Sumarjo. Menurut pandangannya dalam buku ‘Simbo-simbol Artefak Budaya Sunda (2009), alam pikiran manusia Sunda yang tercermin dari peninggalan budayanya—dalam hal ini aksara Sunda—dapat dirujuk dari tingkah laku manusianya. Menurutnya alam pikiran yang mengendap menjadi pengetahuan nilai-nilai seseorang, bukan hanya terdiri dari perolehan nilai sekarang, tetapi juga dari masa-masa lampau masyarakatnya. Nilai-nilai arkeologi tersebut menurut Jakob Sumarjo kadang tidak disadari oleh para pelakunya. Inilah yang dijadikan dasar penulis untuk menafsirkan perihal kesulitan manusia Sunda dalam melafalkan konsonan F dan V dalam bahasa kesehariannya.

Bunyi huruf yang diartikulasikan dalam bahasa Sunda juga merupakan arkeologi pikiran. Arkeologi pikiran tersebut lanjut Jakob Sumardjo mengendap dan terpendam dalam pengalaman bawahnya. Pikiran-pikiran tua dalam melafalkan bunyi bahasa akan muncul manakala pikiran tidak dikuasai sepenuhnya. Ketidakmampuan dalam melafalkan bunyi beberapa konsonan yang tidak terdapat dalam alam pikiran manusia Sunda tersebut akan dibawa kemanapun ketika seorang manusia Sunda pergi. Hal ini tidak dapat dihilangkan begitu saja karena ini adalah apa yang disebut Jakob Sumardjo sebagai pikiran otentik manusia Sunda. Oleh karena itulah, walaupun telah tertempa pendidikan modern yang mengenalkan pikiran baru dalam dunianya seorang manusia Sunda yang memiliki arkeologi pikiran local, jika kesadaran tidak dikuasainya maka bunyi konsonan v/f akan tetap berbunyi p.

Modernisasi Huruf Sunda Kuno
Modernisasi mengharuskan kita beradaptasi dengan lingkungan baru, begitupun dalam persoalan aksara. Sejak kemunculan wacana lokalitas, huruf Sunda kuno diperkenalkan lagi bahkan di setiap nama jalan di Jawa Barat selalu diiringi dengan terjemahan dalam aksara Sunda kuno. Adaptasi dilakukan karena berkaitan dengan penyesuaian huruf-huruf yang ada dalam aksara Sunda kuno dengan huruf-huruf yang terdapat dalam aksara latin sebagai aksara pergaulan. Adaptasi huruf tersebut diantaranya adalah penambahan huruf V (Vi) dan F (Ef). Dalam aksara Sunda huruf tersebut dibaca menjadi Va [va] dan Fa [fa]. Huruf lainnya adalah X (eX), Z (Zet), dan Q (Qiu). Dalam aksara Sunda kuno aksara tersebut dibaca menjadi Xa [xa], Za [za] dan Qa [qa]. Penyesuaian huruf-huruf tersebut tentu saja sebagai upaya pemudahan transliterasi antar kedua aksara tersebut. Adaptasi tersebut dilakukan oleh Team penyusun Aksara Sunda, Undang A. Darsa seorang ahli Aksara Sunda dan peneliti filologi beserta teamnya.

Nyunda itu Gaul
Sebagian individu Sunda bangga dengan kesundaannya, mulai dari bahasa, seni musik, dan adat. Namun bagi remaja kebanyakan, baik di pusat kota ataupun daerah priangan lainnya sudah mulai bangga menggunakan bahasa Betawi atau bahasa Indonesia. Ia merasa bahwa dengan berbahasa Indonesia sudah menjadi remaja gaul dan berpendidikan. Konstruksi ini menggeser citra bahasa Sunda sehingga dianggap kampungan. Hal ini tentu saja sebagai sebuah budaya tuturut munding remaja akan trend bahasa.
Sesuatu yang mewangi daerah tentu saja tidak kampungan sebagaimana yang dituduhkan karena dalam wacana komunikasi kata-kata tidaklah bermakna, karena kitalah yang memaknainya, word don’t mean but people mean. Sehingga muncullah bahasa Sunda gaul versi remaja yaitu bahasa khas yang selalu digunakan oleh ABG, campuran antara Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. Bahasa Gaul ini sudah menjadi satu hal yang lumrah dalam masyarakat remaja Sunda walaupun untuk kalangan remaja elitis cukup dominan bahasa gaul ala betawi.

Namun papun versi bahasa yang digunakan, yang gaul saat ini adalah yang sadar akan lokalitasnya sesuai dengan wacana rekonstruksi modernitas dengan istilahnya sendiri, menjadi manusia Postmo, think globaly act localy. Dengan demikian jikapun kita sangat kental kesundaannya berbahasa namun kita menguasai permasalahan-permasalahan yang menjadi dunianya, layaklah diapresiasi, karena yang nyunda seperti inilah yang sebetulnya layak dikatakan sebagai gaul.

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Aug 12, 2015, 10:58:00 AM delete

MINAT PIN BB: 582F8501 HUB/SMS:0851-4515-5828 SPESIAL HARGA PROMO TERBARU & TERPERCAYA DI GUNUNG MAS PONSEL : Produk yang Kami Tawarkan Semuanya asli original, Ada Garansi Resmi Distributor. dan Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya. klik web resmi kami di http://gunungmas-phone.blogspot.com/
Ready Stock ! Apple iphone 5 32GB Rp.2.500.000,-
Ready Stock ! Apple iPhone 5S 32GB Rp.3.000.000,-
Ready Stock ! Apple iPhone 6 plus 32gb Rp.4.000.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy E5 E500H Putih Rp.1.500.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy E7 E700H Putih Rp. 1.500.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy S5 Rp.2.000.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy S6 32GB Putih Rp.3.300.000
Ready Stock ! Samsung L9100 Galaxy S2 - Black Rp.900.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 7.0-16GB-Putih Rp. 1.300.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 8.0-16GB-Putih Rp.1.500.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy Note N7000 - Black Rp. 1.500.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 2 (7.0) Rp. 900.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 10.1-16GB-Putih Rp.1.500.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Note N7000 - Pink Rp.1.500.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White Rp.400.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Note Edge 32GB-Hitam Rp. 2.700.000.
Ready Stock ! Samsung Galaxy Alpha SM-G850-32GB-Gold Rp. 2.000.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand 2-8GB-Putih Rp. 1.200.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Mega 6.3 l9200-16GB-Hitam Rp.1.500.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy A3 SM-A300H Rp.1.500.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy A5 SM-A500F Rp.2.000.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy Ace G316-4GB-Hitam Rp.500.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy J1 SM-J100-4GB-Hitam Rp.700.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.800.000
Ready Stock ! Sony Xperia M4 Aqua-Putih Rp.1.900.000,-
Ready Stock ! BlackBerry Z3-Hitam Rp.1.000.000,-
Ready Stock ! Sony Xperia T2 Ultra Dual Sim-Putih Rp. 1.500.000,-
Ready Stock ! BlackBerry Bold 9900 Dakota Rp.800.000,
Ready Stock ! Blackberry Z30 16GB-Putih Rp.1.500.000,
Ready Stock ! Sony Xperia Z3 Compact 16GB-Putih Rp. 2.500.000,-
Ready Stock ! Blackberry bellagio 9790 Rp.700.000
Ready Stock ! BlackBerry 9720 Samoa 512MB-Putih Rp.900.000,-
Ready Stock ! BlackBerry Q5 8GB-Putih Rp.1.000.000,-
Ready Stock ! Blackberry Q10 Putih Rp.1.500.000,-
Ready Stock ! Blackberry Z10 16GB-Putih Rp.1.000.000,-

Reply
avatar

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon