28.2.21

Membumikan Literasi Bersama Smartfren Community


Era digital meniscayakan keterbukaan dan transparansi dalam setiap aktivitas manusia. Bagi pengguna android yang terkoneksi dengan akun google, pernahkah kita sadar bahwa kehidupan kita selalu dikuntit dan data kita tersimpan dalam cloud servernya google. Pernahkah kita sadar bahwa aktivitas kita, kemana kita pergi, apa yang kita buka, tonton, dan cari memiliki catatan di google? Artinya bahwa kebebasan kita membahayakan diri kita sendiri. Apalagi saat kita melakukan streaming namun tidak menggunakan akun resmi pada aplikasi tersebut. Bisa-bisa data pada smartphone yang terkoneksi ke internet dicuri oleh orang lain, sebagaimana yang pernah terjadi pada seorang photographer, foto-fotonya dicuri dan tersebar pada penyedia stokfoto.

Akhir Desember 2020, tepatnya tanggal 28, Smartfren Community yang disupport langsung oleh Community Development Smartfren menyelenggarakan live talkshow melalui Instagram Live. Menghadirkan Narasumber Relawan TIK Kabupaten Bandung yang juga Guru TIK di Ciwidey Kabupaten Bandung, Asep Soehendar.

Menurut Asep, salah satu contoh agar kita bisa mengamankan data yang ada pada smartphone yang terkoneksi ke dalam jaringan internet yaitu dengan menggunakan atau mendaftar sebagai pengguna resmi. Misalnya menggunakan aplikasi netflik atau iflix, gunakan akun resminya. Agar data kita dilindungi oleh penyedia aplikasi. Karena saat kita unduh aplikasi streaming dan kita langsung tonton tanpa menggunakan akun, bisa membahayakan data kita yang dapat diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Bukan hanya soal akun, saat kita bertransaksi secara virtual misalnya penggunaan kartu kredit, dengan terpasangnya akun CCTV yang terkoneksi dengan internet, harus hati-hati karena bisa membuka peluang data kita dijebol oleh seorang cracker.

Tantangan Literasi Digital Era Pandemi

Tantangan literasi digital di era pandemi lebih ditekankan pada pribadi-pribadinya, karena pada akhirnya kemampuan seseorang dalam mengendalikan, menggunakan, dan memanfaatkan perangkat digital sangat berdampak terhadap kehidupan pribadinya. Walaupun seseorang telah mengetahui dan paham manfaat, fungsi, atau bahayanya perilaku dalam mengakses internet akan tetapi jika seseorang itu tidak hati-hati dan kebiasaan lama masih tetap dilakukan dalam menggunakan perangkat maka bisa jadi membahayakan. Oleh karena itu, sebagai relawan kita tetap memberikan pendampingan atau pelatihan-pelatihan literasi digital.

Menurut Asep, tantangan yang paling sulit adalah kebiasaan dan perilaku dalam mengakses internet. Karena kebiasaan itu sulit diubah. Misalnya saat murid-muridnya banyak akun media sosialnya yang dihacker atau tidak bisa diakses lagi. Ini karena kebiasaan mereka yang fokus pada perilaku konsumtifnya dibandingkan dengan kehati-hatiannya. Misalnya seperti ada link yang masuk, lalu main klik begitu saja tanpa berpikir kritis, padahal itu adalah virus phising sebagai jebakan batman. Jika kita klik maka, akun dan pasword kita bisa diambil oleh penyebar virus tersebut.

Selain kebiasaan sifat konsumtif, bagi Asep, kebiasaan mengakses wifi publik juga menjadi tantangan dan berbahaya karena akses internet dan data kita bisa diakses oleh orang lain. Setiap yang masuk akses wifi publik, jika ada yang jahat, mereka bisa mengakses data kita, apalagi jika telah menggunakan fasilitas wifi tidak  melakukan log out. Data kita bisa diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, daripada menggunakan wifi publik lebih baik menggunakan data personal, misalnya dengan kuota nonstop-nya smartfren.

Apa yang dikatakan oleh Asep, persis seperti narasi dalam tayangan film Cybergeddon, mengakses wifi publik sama saja kita memberikan akses ke dalam data kita pada smartphone milik kita. Asep menyarankan daripada mengakses wifi publik lebih baik kita berkorban mengeluarkan data pribadi, dengan harga data 10ribu saja, sudah bisa menikmati akses data tapi aman, dibandingkan wifi gratis bisa merugikan, bahkan mungkin pulsa dan kuota data yang kita miliki dicuri.

Terkait dengan literasi digital untuk remaja dan atau anak, menurut Asep, ada 3 aspek; pertama tentang kesadaran data, analisis data, dan kemampuan fokus. Banyak data di internet, mana data yang dibutuhkan dan prioritas untuk kebutuhan pembelajaran dan mana yang bukan, oleh karena itu aspek keduanya harus mampu menganalisis data tersebut agar data yang dibutuhkan bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan literasi dan pembelajaran. Jika bisa menganalisis data maka kita bisa fokus karena datanya sudah jelas mana yang dibutuhkan.

Nah yang menjadi persoalan, menurut Asep, karena belum masuk pada kesadaran data dan ketidakmampuan menganalisis data, maka biasanya orang tua saat mendampingi anaknya sulit untuk fokus. Dengan kemampuan menganalisis data, maka orang tua tahu dan paham apa yang dilakukan anaknya sehingga fokus pada apa yang dilakukan oleh anaknya. Karena era sekarang bukan jamanya bermain larang-larangan.

Apa yang disampaikan oleh Asep, jika dikaitkan dengan fenomena sekarang, yaitu ketika anak-anak bermain game roblox. Maka seharusnya yang dilakukan adalah kemampuan orang tua dalam menganalisis data-data yang ditampilkan oleh roblox. Bagi Asep, tidah usah anaknya dilarang, justeru orang tua harus mampu masuk ke dalamnya sehingga orang tua bisa menganalisis, apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari game tersebut. Hal ini, bagi Asep justeru akan mendorong anak memiliki kemampuan mengeksplore, dibandingkan dilarang.

Memang, apa yang disampaikan oleh Asep, secara psikologis, jika kita terlalu banyak melarang aktivitas yang dilakukan oleh anak, akan mengkrangkeng sifat kreativitas anak, karena kebebasannya menjadi terkekang sehingga memunculkan keterikatan anak pada larangan tersebut. Bisa jadi anak menjadi trauma. Ini juga menjadi tantangan bagi literasi secara umum, di samping juga relevansinya sangat kuat keinginan-keinginan anak untuk masuk dunia digital melalui game. Oleh karena itu, biarkan anak masuk tapi tetap kita dampingi.

Jika literasi dikaitkan dengan keterampilan dasar berkomunikasi, maka ada dua hal yaitu kemampuan reseptif dan kemampuan produktif. Dari dua hal tersebut bisa dijabarkan sebagai berikut; Communication, critical, creation, colaboration.

Smartfren sejak lama berkomitmen untuk memajukan anak bangsa melalui edukasi digital, salah satunya adalah literasi. Selama bertahun-tahun telah bermitra dengan, misalnya Relawan TIK Indonesia melaksanakan melalui program relawan TIK Goes to School dengan tema khusus gerakan literasi sekolah. Dan selama pandemi, smartfren dengan smartfren community selalu hadir setiap harinya melalui program literasi dan edukasi, baik melalui media sosial ataupun aplikasi meeting online. Semoga tetap membumi!***[]

 

 

 

Read More

25.1.21

Pengalaman Menggunakan Smartfren [Unlimited]


Saat pertama kali menggunakan produk smartfren, yaitu pada saat smartfren berkolaborasi dengan Blackberry. Saya dan pasangan menggunakan produk yang sama. Pada awalnya smartfren menjadi jaringan alternatif, karena lebih fokus pada BB-nya, tapi ternyata smartfren menjadi jaringan yang saya andalkan untuk selanjutnya.

Kenapa saya sebut menjadi jaringan andalan? Entah faktor kebetulan atau bukan, pada masanya tersebut, sekitar tahun 2011an, di tempat tinggal saya di Bandung, provider utama yang biasa saya pakai, ternyata akses jaringannya sering melambat. Batang jaringannya selalu menunjukkan di bawah. Tapi BB yang saat itu inject dengan provider smartfren menunjukkan keperkasaan batang sinyalnya yang relatif terlalu terjun bebas, masih berada di tiga batang sinyal. 

Nah, yang menjadi keheranan, ternyata hal serupa terjadi saat tiap pulang ke rumah di daerah. Di rumah orang tua saya, kasusnya  serupa, hampir semua provider tidak berdaya saat masuk rumah, dan hanya BB dengan provider smartfren yang masih menunjukkan sinyal, walaupun hanya satu batang naik turun hingga dua bar, sehingga hanya smartfren yang menjadi andalan. Ya walaupun sekarang, baik di rumah atau pun di rumah orang tua, hampir semua provider sinyalnya bagus.

Kedua, saat masa BB telah lewat, dan tidak menggunakan lagi, sekitar 2016-an, smartfren mengeluarkan produk yang notabene dibutuhkan untuk aktivitas mobile, yaitu dengan produk mobile modemnya. Keberkahan buat saya saat itu yang sering mobile, dengan mobile model smartfren betul-betul berguna buat saya. Saya mendapatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan produk tersebut dan selalu menjadi andalan saat dimanapun. Sampai kini, walapun telah berganti perangkat dari mifi generasi pertama berwarna putih dengan generasi terakhir produk mifi berwarna hitam. Hal ini memudahkan aktivitas mobil lebih lancar.

Kini, saat sering menjadi kalong dan kerja malam, smartfren pun mengeluarkan produk bagi para pekerja malam, yaitu produk unlimited.

Beberapa waktu lalu, smartfren memperbaharui produknya tersebut, dengan updating fasilitas kuota unlimited yang dibutukan pada pekerja malam atau para konten kreator yang seringkali membutuhkan kuota tanpa batas. Seperti ditulis dalam hasil reportase saat launching produk Smartfren, Kamis (07/01/2021).

Sekaligus, produk pembaharuan kuota unlimited tersebut sebagai kado tahun baru dari Smartfren untuk pelanggannya.

Awalnya, dengan modem MIFI M6X saya sering memanfaatkan kuota malamnya, selain dengan support data yang besar, ternyata dalam satu bulan tidak pernah habis, padahal seringkali dipakai untuk streaming film juga Youtube. Selain jika ada pekerjaan, juga digunakan untuk mengejar  deadline. Produk unlimited tersebut sudah meluncur sejak awal tahun dengan kuota Smartfren unlimited tanpa tapi. 

Menurut Djoko, salah satu alasan kenapa Smartfren memberikan kado Tahun Baru tersebut karena merujuk pada fakta terjadinya peningkatan yang signifikan terhadap data, salah satunya penggunaan kuota malam. Karena mereka, anak-anak muda, memilih bekerja waktu malam. Karena menurut Djoko, pada saat siang generasi muda mencari inspirasi, dan malamnya bekerja. Ini hasil pengamatannya, sehingga smartfren memberikan hadiah kepada para pelanggannya tersebut untuk mensupport kegiatan-kegiatan digitalnya tersebut.

Apa yang dituturkan oleh Djoko, pas sekali dengan apa yang saya rasakan. Kuota unlimited tanpa stop tanpa tapi, Smartfren memberikan peluang terbuka agar tetap terhubung dan nonstop terhubung, nonstop berkreasi, nonstop berproduksi, nonstop berkreativitas.

Dengan kuota tersebut, maka pemakaian data yang tidak dibutuhkan menggunakan kuota malam; kuotanya fullspeed, tidak dibatasi waktu. Kuota tersebut juga bisa digunakan untuk segala kebutuhan, tidak dipartisi untuk satu dua kebutuhan.

Benefit tambahan ini akan otomatis aktif ketika memasuki pukul 01.00 WIB dan akan berhenti pada pukul 05.00 WIB. Selanjutnya, setelah waktu tersebut, pelanggan akan memakai batas pemakaian wajar (FUP) dari paket Unlimited yang sedang aktif. FUP akan di-reset begitu memasuki pukul 00.00, dan kembali memasuki Unlimited Full Speed Malam pada jam 01.00 – 05.00 WIB. Dan inilah produk inovasi dari smartfren yang paling ditunggu-tunggu oleh saya, karena otomatis, tidak perlu mematikan terlebih dahulu perangkatnya. Sehingga menjadi semakit betah menggunakan produk ini.***[]

 

 

Read More

12.1.21

Mengenal Kopi Arabica Terbaik Dunia

Kopi Arabica Puntang, by abahraka.com

Gegara memiliki penyakit maag, justeru mengantarkan saya berkenalan dengan kopi. Kopi tidak hanya sekadar sebagai minuman populer yang sejak dulu digandrungi oleh masyarakat, juga menjadi bagian dari peradaban. Kopi tidak hanya memiliki nilai ekonomi, juga memiliki nilai politik, saat pertama kali datang ke Indonesia.


Kini, kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup. Jika, pada masa lalu kita hanya bisa menikmati kopi tubruk, menjadi pelengkap saat bercengkerama dengan teman saudara, kini kopi dapat dinikmati dengan berbagai cara dan jenis. Maka wajar, saya sebut bahwa kopi menjadi bagian dari peradaban.


Lalu, muncullah saat kopi memiliki fans dengan harga mahal, hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmati, produk starbucks misalnya. Nongkrong sambil menikmati kopi di kedai sekelas cafe tersebut tidak bisa dinikmati oleh semua orang, hanya mereka yang merasa pantas dan gaul yang bisa duduk sambil nongkrong di sana.


Era Starbucks telah lewat, kini bukan satu-satunya cafe. Kopi bertambah populer. Kedai-kedai bertebaran, kios-kios kopi menjamur. Cafe tidak hanya ramai di kota, juga di pedalaman, mendekati perkebunannya. Anak muda, perempuan, kini suka ngopi. Sambil kerja dan nongkrong di cafe.


Perkenalan pertama dengan kopi, saat saya membuat project bersama mahasiswa di kota kecil, Garut. Kedai Masterblackcoffee yang kini entah berada di mana, atau mungkin sudah tutup ya...tulisannya bisa diklik link INI. Menjadi perkenalan pertama saya dengan kopi secara pengetahuan.


Berangkat dari pengetahuan secuil ini, akhirnya mengantarkan saya mencoba beberaoa kopi Jawa Barat saya coba Kopi Manglayang, Pacet, Garut, origin Papandayan, terakhir Kopi Puntang yang sedang saya tulis. Dari luar Jawa saya coba Arabica Gayo, Mandailing, Wine Gayo, Jantan Gayo, Toraja, juga Kintamani Bali. Beragam origin tersebut memiliki kekayaan taste-nya masing-masing.


Dari beberapa pameran yang saya kunjungi dan secara otomatis melakukan perbandingan harga, ternyata harga kopi Jawa Barat relatif istimewa. Saya tidak bilang mahal, setelah tahu bahwa proses pengolahan dari mulai menanam hingga roasting betul-betul terjaga. Khususnya yang saya kunjungi terakhir, yaitu Kopi Puntang.


Kopi Arabica Puntang, dari Juara Dunia hingga Dipromosikan Jokowi

Presiden dan Gubernur, saat mencoba Kopi Arabica Puntang. Sumber detikcom

Berawal tahun 2016, Kopi Arabica Puntang mulai dikenal dunia. Setelah dinobatkan sebagai kopi terbaik pada perhelatan SCAA atau Specialty Coffee Association of America bulan April tahun tersebut di Amerika Serikat. Padahal sebelumnya, tidak ada yang mengenal Kopi Puntang. Mulailah single origin gunung Puntang tersebut dikenal luas masyarakat.

Ahmad Heryawan yang menjabat Gubernur Jawa Barat saat itu, memperkenalkan kopi kualitas terbaik dunia tahun 2016 tersebut pada forum internernasional yang diselenggarakan di Bandung. Forum tersebut merupakan konferensi internasional tentang penyiaran ‘Media for World Harmony’ pada bulan Februari 2017.

Pada tahun yang sama, kemenangan dan popularitas Kopi Arabica Puntang pun sampai ke telinga presiden Jokowi. Desember 2017, saat Presiden Jokowi meresmikan Tol Soroja, Ia mengunjungi salah satu cafe di Bandung dan mempromosikan Kopi Puntang yang disebut-sebut sebagai kopi terbaik dan termahal di dunia.

Prestasi Kopi Puntang tidak berhenti di tahun 2016, tapi berlanjut pada tahun berikutnya. Selang 3 tahun, sejak perhelatan kopi Internasional. Kopi Arabica Gunung Puntang meraih kembali sebagai kopi terbaik dalam ajang ‘Indonesia Cupping Contest XI 2019’. Masih tahun yang sama, Kopi Puntang mendapatkan kembali gelar sebagai kopi terbaik dunia pada ajang perlombaan kopi tingkat internasional di Paris, Prancis, seperti diberitakan Antara. Mengalahkan kopi yang telah lebih dulu terkenal seperti Kopi Arabica Gayo, Kopi Arabica Mandailing, ataupun Kopi Arabica Kintamani Bali.

Berturut-turutnya juara Kopi Arabica Puntang, wajar jika tanpa promosi pun banyak diburu oleh para pecinta dan penikmat kopi di Indonesia maupun di Dunia. Bahkan membawa dampak terhadap kopi secara umum di Jawa Barat yang selalu memiliki minat tinggi terhadap Kopi Arabica.

Mengenal Kopi Arabica Puntang

Penjemuran dan Penyortiran Kopi Arabica Puntang

Mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi pusat kopi Arabica di wilayah Puntang, tidak saya sia-siakan untuk mengali pengetahuan tentang Kopi Arabica Puntang.

Akhir bulan Desember 2020, saya berbincang dengan salah satu pemilik Kopi Arabica Puntang, yaitu Kang Irwan, yang salah satu single originnya, pernah menjuarai ajang kontes kopi. Lalu dilanjutkan dengan rekan kerjanya, Herna.

Apa yang membuat kopi Arabica Puntang beberapa kali menjadi kopi terbaik dunia juga di Indonesia?

Sebelum menjawab pertanyaan, saya ingin menceritakan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Kopi Puntang. Kopi Puntang sendiri merupakan suatu single origin yaitu kopi yang ditanam di suatu area gunung Puntang. Kopi yang dikembangkan sendiri lebih dominan kopi Arabica.

Menurut Herna, kopi Arabica merupakan varietas hybrid yang dikembangkan di Aceh, jadi secara varietas, kopi Arabica Puntang berasal dari kopi yang dikembangkan di Aceh. Dan kopi Puntang yang sekarang dikembangkan merupakan kopi Arabica Aceh dengan varietas hibrida.

Namun, walaupun demikian, dengan jenis tanah yang dimiliki, kopi Puntang memiliki kekhasan sendiri. Termasuk pola penanaman, penjemuran, hingga roasting. Sehingga wajar, kopi Arabica Puntang menjadi salah satu kopi terbaik di Indonesia.

Kesimpulan yang saya dapatkan, bahwa Kopi Arabica Puntang merupakan single origin, yaitu berasal dari suatu area tanpa dicampur dengan kopi yang berasal dari daerah lain, yaitu hanya berasal dari daerah gunung Puntang yang terjaga prosesnya sejak hulu hingga hilir. Dari mulai penanaman hingga peroastingan.

Kenapa kopi yang dikembangkannya khusus kopi Arabica? Berdasarkan penuturan dari Herna, karena dari sisi ketinggian lebih cocok untuk penanaman untuk Arabica, walaupun Robusta lebih produktif dari Arabica. Hanya, sisi bisnisnya lebih bernilai tinggi Arabica, selain karena kopi Robusta tidak tahan terhadap dingin, berbeda dengan Kopi Arabica. Sehingga, area gunung Puntang lebih dikembangkan Kopi Arabica.

Menjaga Kualitas Kopi Arabica Puntang

Chery merah menjadi pilihan Kopi Arabica Puntang agar kualitas rasa terjaga.

Berikut beberapa hal terkait, kenapa Kopi Arabica Puntang menjadi yang terbaik dan istimewa, seperti dijelaskan juga oleh Kopi Arabica Puntang.

Pertama, penanaman Kopi Arabica. Berdasarkan  cerita Herna, salah satu yang menjadikan kopi Arabica Puntang yang diproduksi Kopi Puntang menjadi yang terbaik telah dijaga sejak penanaman. Sampai hari ini sejak dikembangkan 6 tahunan lalu, penanaman kopi tidak dilakukan dengan pohon lain. Misalnya, dengan tanaman tumpang sari, atau penanamannya dicampur dengan tanaman buah-buahan lain seerti pisang, nangka, atau durian. Hal ini menjadi salah satu cara bagaimana agar rasa kopi tetap orisinil.

Kedua, Pemilihan Cherry Kopi Arabica. Kopi yang dipetik adalah kopi yang betul-betul sudah matang, yaitu yang sudah berbiji merah. Selain untuk menjaga kualitas kopi dan juga berdampak terhadap rasa orisinal Kedua, pemetikan cherry. Cherry yang dipetik oleh para petani Kopi Arabica Puntang adalah yang telah matang atau merah. Cherry merah menunjukkan kematangan buah cherry kopi Arabica. Melalui pemilihan cherry yang telah matang atau merah ini berdampak terhadap kualitas rasa kopi Arabica Puntang.

Jika dikaitkan dengan keuntungan para petani, nilai jual juga lebih tinggi dibandingkan dengan cherry yang berwarna hijau. Keuntungan lainnya, usia tanam lebih lama jika cherry yang dipeting telah matang atau berwarna merah dari Kopi Arabica Puntang. Hal ini menjadi salah satu cara bagaimana Kopi Arabica Puntang terjaga kualitasnya.

Ketiga, Pengupasan Kopi Arabica. Terdapat cara dalam pengupasan sebelum kopi dijemur. Bisa menggunakan teknik full wash, honey, ataupun natural. Hal ini diperhatikan banget oleh Kopi Puntang sebagai produsen Kopi Arabica Puntang.

Keempat, Penjemuran Kopi Arabica. Saat saya berkunjung ke Kopi Puntang. Terdapat semacam rumah plastik dan tempat penjemuran kopi yang ditutupi plastik. Ternyata rumah plastik dan tempat yang ditutupi plastik itu adalah tempat penjemuran kopi Arabica Puntang. Plastik yang digunakan sendiri bukan plastik biasa tapi plastik khusus untuk menjaga suhu. Penutupan dengan plastik juga dilakukan agar kopi tidak menyerap bau-bau atau wangi atau polusi dari luar. Sehingga kopi terjaga dengan baik sampai kering. Semakin tidak terkontaminasi, kualitas rasa terjaga.

Kelima, teknik roasting Kopi Arabica. Sama halnya dengan teknik penjemuran. Untuk roasting betul-betul diatur, saat pertama kali kopi yang telah kering dimasukkan ke mesin suhunya berbeda. Suhu harus betul-betul terjaga setiap 30 menit sekali. Oleh karena itu, untuk menjaga kestabilan suhu kopi, untuk melihat kestabilan suhu, diukur menggunakan teknik komputerisasi. Sehingga seorang roaster bisa menjaga agar tetap stabil.

Keenam, penyajian Kopi Arabica. Bagi Herna, ujung tanduk agar kopi terjaga rasnya bukan hanya dari yang telah dilakukan dalam proses sehingga menghasilkan bean-nya tapi juga teknik penyajian. Kopi yang sudah benar dalam pemrosesannya, belum tentu enak jika disajikan dengan cara yang salah. Tetapi jika kopinya dalam prosesnya telah salah, maka disajikannya dengan cara apapun tetap tidak akan terasa baik tastenya. Begitu juga density-nya atau tingkat kehalusan bubuk kopi berpengaruh terhadap rasa kopi.***[]

Read More

9.1.21

Wisata Edukasi Kopi Garut

Wisata Edukasi Kopi Garut

Rabu (28/10/2015) adalah sejarah bagi Riswan dan kawan-kawan, karena bisa menyuguhkan kopi asli Garut di tempat yang sama, Kopi Garut ya bertempat di Garut. Selama ini, kopi Garut jarang dinikmati oleh masyarakatnya karena kopi-kopi berkualitas tersebut dijual ke daerah luar Garut seperti Bandung, Jakarta, atau kota-kota besar lainnya bahkan untuk diekspor. Seperti hasil penuturan dari seorang peserta pameran Paranti Garut beberapa waktu lalu, bahwa kopinya tidak dijual di Garut tetapi khusus pesanan-pesanan dari luar.

Kopi jenis Arabica Indonesia adalah salah satu jenis kopi terbaik di Dunia. Bahkan pada jaman penjajahan Belanda, Kopi Indonesia dengan nama Preanger merupakan kopi favorit yang sangat terkenal di seantero Eropa. Walaupun jenis kopi Preanger adalah Robusta. Kopi Preanger adalah kopi yang diproduksi di wilayah Garut. Dengan ketinggian memadai, kopi-kopi yang berasal dari Garut adalah kopi-kopi yang berkualitas. Wajar jika orang Eropa sangat menyukai kopi tersebut.

Karena kualitasnya, Kopi Garut juga banyak dilirik oleh buyer dari mancanegara. Setidaknya itulah yang dialami oleh Riswan, pemilik kedai kopi Master Black Coffee yang berada di area Jalan Merdeka Garut. Berawal sebagai pemasok, Riswan menyadari bahwa kopi yang ditanam di dataran tinggi Garut adalah kopi-kopi yang berkualitas tinggi. Wajar saja jika pada pameran kuliner yang diselenggarakan oleh Bakorwil Priangan beberapa waktu lalu, kopi Garut banyak diminati oleh para pecinta kopi di luar Garut. Sementara di Garut sendiri tidak dipasarkan.

Masyarakat Garut tidak pernah menikmati hasil dari produksinya sendiri. Sementara jika ingin menikmati kopi berkualitas ia harus keluar Garut, misalnya Bandung. Padahal seperti penuturan Riswan, banyak penikmat kopi di Garut. Hal ini juga yang mendorong Riswan dan Barista asal Bandung untuk membuka kedai kopi di Garut.

Penikmat dan Pecinta

Kopi yang dibuat aneh-aneh seperti ini, tidak lebih nikmat dibandingkan kopi murni. Wisata Edukasi Kopi Garut.

Ada dua jenis pelaku dalam menikmati kopi. Pertama, Penikmat dan kedua Pecinta. Saya menambahkan satu lagi jenis, yaitu style. Jenis pertama adalah mereka yang fanatik terhadap kopi tertentu. Misalnya fanatik terhadap kopi original. Menurut Riswan, di Garut banyak para penikmat kopi, sayang mereka tidak terfasilitasi oleh ketersediaan kedai kopi. Kini, karena ternyata cukup banyak penikmat kopi, bermunculan beberapa kedai yang menyuguhkan berbagai jenis kopi di daeah Garut. Salah satunya yang dididirikan oleh Riswan dan kawan-kawannya.

Jenis kedua adalah pecinta kopi. Pecinta kopi adalah mereka para penyuka berbagai jenis kopi. Mereka tidak fanatik terhadap satu jenis olahan kopi. Rata-rata mereka mencoba berbagai jenis kopi sebagai dinamisasi.

Jenis ketiga adalah jenis style. Mereka adalah para metroseksualis yang cenderung menyesuaikan dengan gaya hidup. Di saat kopi dan berbagai olahannya sedang naik daun dan dibicarakan dimana-mana ia juga ikut menyesuaikan agar tidak ketinggalan. Para style  ini tentu berbeda-beda tingkatan. Ada yang pemula, yang belum teredukasi dengan berbagai jenis kopi dan hasil olahannya. Namun ada juga yang masuk kategori biasa. Karena sudah beberapa kali melakukan persentuhan dengan kopi, setidaknya para stylis ini tahu macam kopi apa yang akan diminumnya.

Nah, seperti saya masuk kemana?

Saya tidak masuk ketiga-tiganya. Hanya saja meminum kopi lebih punya tujuan fungsional, yaitu mengusir kantuk dan sedikit menyegarkan badan yang sudah mulai lemas karena kantuk. Hanya saja, dengan maag yang saya derita. Saya tidak berani minum kopi sembarangan.

Sabtu tepat seminggu yang lalu (31/10/2015) saya berkesempatan mengunjungi Master Black Coffee, Jl. Merdeka No.1 Garut. Saat mendengar jalan merdeka nomor 1, terkenang bahwa tempat ini adalah tempat nongkrong saat SMA. Saat SMA sering berkumpul hanya untuk melepas lelah dan bercengkrama bersama kawan.

Berawal dari pertemanan media Jejaring Sosial, dan penasaran dengan keramahannya. Sampailah saya di lokasi Master Black Coffee. Maksud hati ingin membahas program bersama beberapa mahasiswa di Garut, jadilah saya mendapatkan edukasi tentang kopi. Sementara bahasan programnya tertunda, karena waktu tidak memungkinkan.

Robusta dan Arabika

“Moccacino saja”, ujar saya kepada penyaji, sesaat ditawari untuk kedua kalinya.

Sesaat setelah menyeruput kopi, Sambil merasakan rasa cokelat yang kental dalam lidah, datanglah owners dan Barista, yang kemudian saya tahu namanya Riswan. Ia adalah pemasok roaster ke beberapa cafe di Bandung juga pernah menjadi konsultan festival kopi di Soreang Kabupaten Bandung. Pembawaannya kalem dan low profile. Ia telah 4 tahun menggeluti kopi. Sejak 2011 ia menjadi pemasok roaster. Kopinya sendiri ia roasting sendiri sehingga kualitasnya betul-betul terjaga.

Setelah kenal dengan cafe-cafe dan para Baristanya. Tahun 2013 ia bekerja sama dengan Barista yang bosan dengan rutinitas kerja. Mereka pun sepakat untuk mendirikan kedai kopi. Kopinya diroasting sendiri. Kemudian diolah sendiri. Sehingga kualitasnya betul-betul terjaga, baik dari rasa ataupun aroma.

Karena menjelang sore pengunjung sudah berdatangan, jadilah saya ditemani Riswan. Ia bercerita, bahwa semua kopi yang disajikannya adalah Arabica. Barulah saya tahu setelah bertanya, bahwa ada dua jenis kopi secara umum, yaitu Kopi Robusta dan kopi Arabica. Kedua jenis kopi ini berbeda dari bentuk kopinya. Kopi Arabica cenderung bijinya pipih dan melonjong sedankan Robusta bijinya bulat.

Dari hasil obrolan tersebutlah saya tahu bahwa ternyata kandungan caffein dalam kopi robusta lebih tinggi dari kopi arabika atau sebaliknya, jenis kopi arabika menghasilkan caffein yang rendah. Hal ini juga barangkali yang menyebabkan perut saya tidak terlalu bereaksi dan baik-baik saja saat beberapa kali menyeruput kopi di cafe. Karena jenis kopi yang disajikan adalah jenis kopi Arabika.

Menurut Riswan, memang betul, jenis kopi Arabica ini tingkat zam asamnya cenderung rendah sehingga bisa dinikmati juga oleh para pecinta kopi atau mereka yang stylis. Ya harus diakui dan jujur, beberapa kali menyeduh kopi di cafe memang perutnya cenderung berdamai, bukan karena tempatnya nyaman, namun lebih pada jenis kopinya.

Hanya saja, kopi jenis Arabica, setelah saya searching memang harganya lebih mahal dari pada jenis kopi robusta. Wajar jika kopi di cafe-cafe atau kedai kopi harganya bisa berkali-kali lipat dibandingnya dengan warung kopi biasa. Selain teknik penyajian, keahilan Barista, rasa, aroma, juga jenis kopi yang disajikannya adalah kopi Arabica.

Roaster dan Barista Berkualitas, Aroma dan Rasa yang Berkualitas

Sambil menyeruput Kopi, Riswan juga mengedukasi teman-teman mahasiswa yang saat itu tampak bersemangat menyaksikan simulasi kopi khas @masterblackcoffee, V60. Sambil menyimulasikan pembuatan kopi Riswan bercerita bahwa keinginannya ini adalah untuk menjadi kualitas kopi. Ia tidak ingin roaster hasil roastingnya disajikan juga dengan Barista berkualitas sehingga menghasilkan rasa berkualitas terutama konsistensinya.

Menurut penuturannya, tidak sedikit cafe-cafe di kota tidak bisa menjaga kualitas kopi karena roaster yang dijadikan bahan berbeda-beda kualitasnya. Selain itu, penyajinya juga kurang ahli. Wajar jika pada akhirnya kualitasnya juga baik dari aroma ataupun rasanya juga berbeda. Hal inilah yang ingin dijamin oleh @masterblackcoffee. Riswan melalui @masterblackcoffee ingin menjamin bahwa kopinya berkualitas sejak dari pemilihan bijinya, roastingnya, pengolahannya, hingga penyajiannya. Oleh karena itu, ia pilih kopi dari dataran 800 mdpl di Gunung Windu yang terletak di antara Cikajang dan Pakenjeng.

Bagi Riswan, yang sudah 4 tahun menggeluti kopi. Kopi berkualitas adalah dari konsistensi rasa dan aromanya. Untuk menjaganya harus dijamin dari proses awal hingga penyajiannya.

V60, Special @masterblackcoffee dengan Aroma Wine dan Cokelat

V60 salah satu metode meracik kopi. Wisata Edukasi Kopi Garut.

Sambil bercerita, Riswan sambil melakukan simulasi membuat V60. Bagi pemula, rasanya seperti espresso, namun lebih tipis dan halus. Sama-sama disajikan dalam sloki, V60 punya rasa yang nendang. Proses pembuatannya cukup lama bisa mencapai 15 menit, seperti dituturkan oleh Giri dalam tulisannya ini.

Menurut Riswan, V60 bisa menghasilkan aroma yang berbeda-beda, pertama aroma wine dan kedua aroma Choco atau cokelat. Aroma wine diperoleh dari metode roasting, disebut dengan metode honey process yaitu pada masa penjemuran biji kopi, kulit tandunya tidak dikelupas. Hal ini dimaksudkan agar dapat menyerap glukosa. Sementara untuk roastingnya sendiri dengan cara pengaturan suhu, sehingga menghasilkan aroma tertentu. Wajar saat saya mencium roasternya, tidak berbau gosong. Kata kunci dari aroma wine ini  Fruity like grave biter dark choco sweet like honey clean after taste.

Sedangkan aroma choco pada dasarnya metode penjemuran dan roastingnya sama hanya pengaturan suhu yang berbeda dengan penghasil aroma wine. Kata kunci dari aroma Choco adalah Acidity like strawberry sweet  like dry strawberry medium hight chocolate  aroma and taste.

Alhasil, ngopi di @masterblackcoffee bukanya hanya bisa berlama-lama nongkrong sambil ngopi, juga bisa mendapatkan ilmu tentang kopi. Setelah teredukasi tentang V60 dengan rasa nendang dan tipis dengan tingkat keasaman yang halus, next time harus teredukasi dengan jenis kopi lain agar tidak ‘gaptek’.

Kapan Pak ke kedai lagi? Sebuah pesan bbm masuk. Belum ada rencana, yang pasti jika melawat Garut lagi, harus mencoba olahan kopi ala @masterblackcoffee***[]


Reblog dari blogar.co yang telah tiada :)

note: masterblackcoffee awalnya bertempat di Jalan Merdeka, tapi sekarang entah! Wisata Edukasi Kopi Garut.

Read More

8.1.21

Unlimited Smartfren, The Real Unlimited tanpa Tapi

Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim dan Deputy CEO Mobility Sukaca Purwo Relaunch Produk Baru Smartfren

[abahraka.com] - Smartfren memberikan kado tahun baru untuk pelanggannya. Kado tersebut berupa kuota unlimited tanpa stop, the real unlimited tanpa tapi. Ini merupakan bentuk inovasi yang tidak terbatas pada situasi. Hal tersebut disampaikan oleh Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim pada Relaunch Unlimited Smartfren secara virtual melalui chanel Youtube Smartfren, Kamis (07/01/2021).

Menurut, Djoko, salah satu alasan kenapa Smartfren memberikan kado Tahun Baru tersebut karena merujuk pada fakta terjadinya peningkatan yang signifikan terhadap data, salah satunya penggunaan kuota malam. Karena mereka, anak-anak muda, memilih bekerja waktu malam. Karena menurut Djoko, pada saat siang generasi muda mencari inspirasi, dan malamnya bekerja. Ini hasil pengamatannya, sehingga smartfren memberikan hadiah kepada para pelanggannya tersebut untuk mensupport kegiatan-kegiatan digitalnya tersebut.

Hadiah ini, pada dasarnya bukan produk baru, tapi hanya menguatkan produk lama, dengan pembaharuan. Pembaharuannya adalah memberikan kuota secara free untuk malam hari. Jadi walaupun paket datanya sudah habis, tapi selama malam, kuota unlimited tanpa pengurangan kecepatan akses, mulai dari jam 01.00 s.d. jam 05.00. dan ini berlaku untuk semua produk smartfren. Selain untuk semua produk, hadiah ini juga berlaku pada semua perangkat.

Pada  masa pandemic, dengan kuota unlimited tanpa stop tanpa tapi, Smartfren memberikan peluang terbuka agar tetap terhubung dan nonstop terhubung, nonstop berkreasi, nonstop berproduksi, nonstop berkreativitas.

Pada masa pandemi, produk smartfren banyak muncul pada masa ini, melahirkan kreativitas baru; seperti ada ION+, yang berlaku satu tahun, juga nonstop, ada esim yang menjadi satu-satunya di Indonesia.

Djoko berpesan, jangan sampai pandemic menghentikan kreativitas kita, smartfren membuktikan bahwa kita mampu. Tahun 2021 akan lebih lagi, karena pertumbuhan smartfren paling tinggi pertumbuhan. Pada masa pandemic justeru semakin berkembang, deras ke atas.

The Real Unlimited tanpa Tapi

Sukaca Purwo,"Smartfren the King Unlimited."

Deputy CEO Mobility Smartfren, Sukatja Purwo, menyampaikan, sebagai pelopor paket unlimited, paked data smartfren tidak memiliki banyak syarat, yang hanya berlaku pada jam tertentu, di tempat tertentu. Oleh karena itu unlimited smartfren adalah paket data unlimited tanpa tapi. Smartfren merupakan King of Unlimited. Unlimited smarfren merupakan the real unlimited karena tersedia untuk semua kebutuhan.

Jika konsumen perlu memilik kuota unlimited, tinggal gunakan smartfren. Ada beberapa alasan, kenapa smartfren memberikan kuota malam, salah satunya ada yang namanya passive usage, yang jika tidak kita gunakan ternyata kuota tetap terpakai seperti ada pesan masuk saat malam. Termasuk juga saat update aplikasi yang membutuhkan data besar.

Dengan kuota tersebut, maka pemakaian data yang tidak dibutuhkan menggunakan kuota malam; kuotanya fullspeed, tidak dibatasi waktu. Kuota tersebut juga bisa digunakan untuk segala kebutuhan, tidak dipartisi untuk satu dua kebutuhan.

Benefit tambahan ini akan otomatis aktif ketika memasuki pukul 01.00 WIB dan akan berhenti pada pukul 04.59 WIB. Selanjutnya, setelah waktu tersebut, pelanggan akan memakai batas pemakaian wajar (FUP) dari paket Unlimited yang sedang aktif. FUP akan di-reset begitu memasuki pukul 00.00, dan kembali memasuki Unlimited Full Speed Malam pada jam 01.00 – 04.59 WIB.

Kini pelanggan juga bisa mendapatkan Kartu Perdana internet Smartfren Unlimited baru seharga Rp22.500 untuk masa aktif 7 hari dengan batas pemakaian wajar 1 GB per hari. Selain itu ada juga varian Smartfren Unlimited Lite Rp55.000 dengan masa aktif 28 hari dan batas pemakaian wajar 0,5 GB per hari; dan Rp80.000 dengan masa aktif 28 hari dan batas pemakaian wajar 1 GB per hari.
Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren

Khusus untuk pelanggan yang membutuhkan batas pemakaian wajar tambahan, masih bisa menikmati fitur Booster Unlimited harian.  Ada 3 pilihan masa berlaku dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000 berlaku 1 hari, Rp5.000 berlaku 3 hari, dan Rp10.000 berlaku 7 hari. Pemakaian Booster Unlimited ini akan ditambahkan pada total batas pemakaian wajar harian paket internet Unlimited yang aktif.

Pelanggan yang membutuhkan kuota besar dengan Extra Unlimited Malam full-speed juga dapat menggunakan Smartfren Kuota Nonstop. Paketnya terdiri dari 4 pilihan, yakni Kuota Nonstop 6 GB seharga Rp30.000 dan masa aktif 28 hari, Kuota Nonstop 10 GB seharga Rp 45.000 dengan masa aktif 28 hari, Kuota Nonstop 18 GB seharga Rp 65.000 dengan masa aktif 28 hari, dan Kuota Nonstop 30 GB harga Rp 100.000 dengan masa aktif 28 hari. ***[]

 

 

Read More

5.1.21

Tanggung Jawab Sosial Media

sumber: NUOnline

Indonesia (masih) sedang darurat menghadapi Corona. Persebarannya selama beberapa hari terakhir menunjukkan percepatan yang signifikan, alih-alih melambat karena telah dilakukan social distancing. Setiap hari selalu ada pembaharuan data, baik dari lembaga pemerintah ataupun media. Setiap lembaga sosial memberikan tips untuk pencegahan. Setiap orang saling memberikan support dan wejangan. Namun tidak sedikit juga yang panik gara-gara bertebaran beragam informasi tentang Corona.


Salah satunya, informasi yang beredar melalui grup WhatsApp Netizen (PRFM), tentang catatan seorang dokter pada laman media sosialnya. Isinya selain curhat, sang dokter juga mengungkapkan data-data real terinfeksi Corona, di luar data resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Saat artikel ini ditulis (19/03/2020), saya konfirmasi ke nomor WhatsApp sang dokter, namun tidak berjawab. Anggota Grup sudah mulai ada yang waswas.


Hal serupa terjadi dalam grup WhatsApp lain, menyebarkan konten informasi sama yang belum terkonfirmasi kebenarannya, dengan kasus rujukan tautan berbeda. Jika Grup satu bersumber dari sebuah blog. Grup lain berasal dari media online nasional terverifikasi Dewan Pers. Media tersebut menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Karena dalam grup instan massager tersebut terdapat salah satu redaktur media online, lalu saya tanya, kenapa tidak diangkat pada medianya. Ia memberikan jawaban bijak, “berita seperti ini tidak akan diangkat karena membuat panik warga.”


Beberapa media mainstream menjadikan isu Corona sebagai komodifikasi. Overdosis informasi tentang corona menyebabkan warga panik. Apalagi saat media online terverifikasi Dewan Pers menjadikan curhatan sebagai berita. Tanpa ada konfirmasi dari sumber bersangkutan. Tanpa melakukan kroscek terhadap sumber lain. Media tersebut juga tidak melakukan jurnalisme data yang membanding-bandingkan dengan data yang ada dalam sistem big data. Ia hanya menyalin dan dijadikan berita. Lalu dimana tanggung jawab media, dimana disiplin verifikasi yang seharusnya dilakukan media, dimana keberimbangan berita yang seharusnya menjadi basis pemberitaan.


Peran Warga

Overdosis informasi menjadi kelumrahan di era digital. Hal ini karena setiap orang merasa memiliki hak sama dengan media mainstream untuk berbagi informasi terkini. Para penyebar informasi juga datang dari media personal yang diportalisasi, atau blog dengan domain level utama dan blog dengan domain penyedia jasa (CMS), sampai akun jejaring sosial dengan jumlah fanbase fantastis dan dengan jumlah pertemanan hanya puluhan.


Era digital Setiap orang dimudahkan oleh beragam aplikasi. Kemudahan ini menjadikan berbagi informasi sebagai keniscayaan, bahkan telah mengarah fear of missing out—tidak ingin melewatkan untuk berbagi informasi apapun. Setiap informasi yang beredar dianggap telah given kebenarannya. Kondisi inilah yang menyebabkan kecenderungan terjadinya penyebaran berita yang missinformasi atau justeru disinformasi (hoax).


Oleh karena itu, setiap warga digital harus memiliki antibody terhadap serangan informasi yang sumbernya tidak jelas, kontennya tidak valid, dan wacananya meresahkan. Kita harus skeptis terhadap setiap informasi yang ada. Jangan sampai merugikan cara kita berfikir dan berpesaaan sehingga meresahkan kita sendiri.


Padahal, setiap orang bisa secara mandiri menentukan informasi yang dianggap bermanfaat dan menyeleksinya sesuai kebutuhan atau mengabaikan informasi yang meresahkan kita anggap disinformasi. Kita dapat menjadi agen mandiri informasi dengan melakukan literasi terhadapnya; cek beritanya berasal dari mana, terverifikasikah media tempat publikasinya, terpercayakan sumber rujukannya, apakah judul dengan isi relevan, apakah kontennya masuk akal, atau validkah berita tersebut. Jika semua telah dikroscek dan memenuhi kriteria literasi, beritanya bermanfaat dan memberikan motivasi dan harapan, kita bisa bagikan. Namun jika sebaliknya, alangkah baiknya berita tersebut kita abaikan. Meminjam istilah kekinian dari dr. Gia Pratama melalui novelnya, cukup Berhenti di Kamu.


Melakukan hal tersebut, menjadi bagian dari solusi agar perilaku kita tidak memperburuk keadaan. Minimal jika kita tidak ambil bagian dalam proses aksi pemberantasan Corona,  kita tidak ikut bagian meresahkan masyarakat dengan menyebarkan berita yang tidak jelas sumber dan verifikasinya. Karena tidak setiap orang bersikap skeptis terhadap setiap informasi. Informasi-informasi tersebut sebagiannya dicerna mentah-mentah karena akses dan kemampuan literasi yang minim.


Tanggung Jawab Media

Walaupun telah banyak informasi yang beredar dari beragam institusi melalui situsnya atau personal ahli di bidangnya. Media tetap dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat. Media tetap harus menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dalam memberikan informasi yang kredibel, valid, dan solutif bagi masyarakat. Alih-alih meresahkan karena mengejar tiras, rating, rangking, dan klik.


Bagi Bapak Jurnalisme Dunia, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku Blur, How to Know What’s True in The Age of Information Overload (2010), kehadiran media diperlukan untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh masyarakat dalam proses moderasi dan kurasi berita. Media diperlukan untuk melakukan autentifikasi berita. Menjelaskan dengan fakta dan bukti tentang berita yang layak dipercaya. Media juga dibutuhkan masyarakat untuk merasionalisasikan lalu lintas informasi.


Kita tahu bahwa overload informasi membuat masyarakat kehilangan keseimbangan dalam menentukan mana berita yang benar dan masuk akal dan mana berita yang bohong. Sehingga seringkali masyarakat menjadi korban kebiadaban disinformasi  yang menyebabkan mereka terkena pasal UU ITE karena menyebarkan berita bohong. Oleh karena itu, kata Bill Kovach dan Rosenstiel, media harus mampu menjadi sense maker. They must look for information that is of value, not just new, and present it in a way so we make sense of it ourselves. Media harus mencari informasi yang bernilai, bukan hanya yang baru, dan menyajikannya sedemikian rupa sehingga masyarakat memahaminya sendiri.


Jika masyarakat masih kesulitan memanfaatkan big data untuk keperluan literasi informasi, maka di sinilah tanggung jawab dan fungsi media. Kovach dan Rosenstiel bilang, media harus menjadi smart agregator. Media harus mampu mengarahkan informasinya ke sumber-sumber yang layak dipercaya. Sehingga dapat menghemat waktu pembaca dalam menelusuri sumber-sumber penting dan kredibel yang dijadikan rujukan oleh media.


Sebagian masyarakat masih belum memahami media-media yang layak dijadikan sebagai sumber rujukan. Bagi awam, informasi yang ditampilkan pada portal, web perusahaan, atau blog-blog dengan domain tingkat utama, tidak ada bedanya, sehingga berita-berita yang disampaikan dianggap terpercaya. Padahal tidak selalu demikian, dengan tujuan monetisasi, seringkali media berbasis weblog melakukan manipulasi fakta dan data, melalui judul-judul yang bombastik.  Sehingga media arus utama harus menjadi role model bagi siapapun.


Media Harus tetap menjadi panutan masyarakat sebagai rujukan informasi yang terpecaya dan solutif. Sehingga di tengah persoalan seperti sekarang, media tidak memperparah keadaan. Bukan  menjadikan keadaan sebagai komoditas, dengan menjadikan informasi yang belum terverifikasi menjadi berita demi mendulang klik. Justeru, kehadiran media tetap diperlukan agar masyarakat tetap waspada tanpa harus panik. Semoga.***[Dudi Rustandi/ @abahraka]

Read More

23.12.20

Minuman Herbal antara Imunitas dan Menunggu Vaksin Covid 19

sumber gambar: kompasdotcom

Sejak pandemi merebak, salah satu kata kunci yang populer dalam kehidupan masyarakat kita sehari-hari adalah minuman herbal alami yang terbuat dari rempah-rempah. Minuman-minuman herbal ini menjadi sangat populer, bahkan para pemain industri minuman seduh juga turut meramaikannya; sebut saja misalnya sujamer atau susu jahe merah yang diproduksi oleh produsen jamu besar di Indonesia.


Sebelum covid, memang minuman-minuman yang terbuat dari rempah telah cukup populer di masyarakat; bajigur yang dibuat kemasan, bandrek, sari jahe, temulawak, atau minuman rempah lainnya. Namun, sejak Covid, muncul minuman-minuman rempah baru seperti minuman instan serbuk susu jahe merah, yang sejak lama telah dijual oleh masyarakat. Populernya minuman rempah tersebut membuat barangnya pun menjadi mahal dan langka.


Kebetulan, di depan jalan raya dekat rumah saya, terdapat penjual beragam umbi-umbian herbal untuk keperluan minuman herbal tersebut. Pada awal-awal covid, karena saya memiliki beberapa tanaman yang telah sejak awal ditanam; ada sereh dan kunyit putih, tinggal saya membutuhkan jahe merah.


Wadidaw, dari harga 25 ribu per kilo, setelah masuk masa covid naik hingga Rp80.000,- per kilonya. Belakangan, setelah saya membeli jahe merah tersebut yang pada akhirnya hanya saya beli sejumlah setengah kilo karena harganya melonjak, ternyata setelah dua kali saya berniat membeli lagi jahe merah, barangnya tidak ada.


Akhirnya isteri saya hanya membuat minuman ramuan yang terbuat dari kunyit putih, sereh, dan jahe biasa dengan bahan dasar gula merah. Beberapa kali saya buat ramuan seperti ini untuk menjaga imun tubuh.


Selain untuk menjaga imun tubuh, saat diminum dalam keadaan dingin sangat menyegarkan. Apalagi ditengah tegukan dingin tersebut, ada rasa hangat dari jahe, sedikit pait dari kunyit putih dan wangi dari sereh dan pandan.


Tidak Hanya Minuman Herbal

Berdasarkan beberapa sumber referensi, minuman herbal tersebut berfungsi menjaga imun tubuh. Herbal juga terbukti menjadi salah satu faktor yang memperkuat sistem imun tubuh dalam mencegah penularan Covid 19.


Namun, minuman herbal bukan satu-satunya cara dalam meningkatkan imun tubuh. Penyediaan multivitamin juga bisa meningkatkan imun tubuh termasuk dengan cara berolahraga. Pemerintah, dengan menganjurkan protokol kesehatan atau yang populer denga 3 M; menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker menjadi salah satu kunci antisipasi penyebaran covid 19.


Setelah 9 bulan berjuang melawan Covid 19, salah satu unsur paling penting dalam menjaga imunitas tubuh dari serangan Corona adalah dilakukannya vaksinasi oleh pemerintah. Saat ini seperti ditulis oleh Halodoc, sebuah situs aplikasi sekaligus start up yang mempertemukan dokter, pasien, obat, rumah sakit serta fasilitas penunjang kesatannya lain secara online, bahwa penyediaan Vaksin Covid telah masuk pada episode akhir, yaitu tahap tiga, sebelum akhirnya divaksinasikan kepada masyarakat.


Berdasarkan situs halodoc.com, ada beberapa vaksin yang akan dianjurkan untuk divaksinasikan di Indonesia, berikut saya ulas dari situs halodoc, yaitu:


1.Vaksin Sinovac dan Merah Putih: Menurut Halodoc, uji klinis fase III vaksin corona buatan Sinovac di Indonesia masih berlangsung hingga kini. Andaikan tahap ini berjalan mulus, hasilnya akan diregistrasikan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bila BPOM memberikan lampu hijau, maka vaksin bisa diproduksi secara masal pada Januari 2021.  


2.Vaksin Johnson & Johnson. Sedangkan Johnson & Johnson mengembangkan vaksin untuk Ebola dan penyakit lainnya dengan Ad26. Kini Ad26 juga digunakan untuk membuat virus corona. Johnson & Johnson memulai uji coba fase I/II pada bulan Juli dan meluncurkan uji klinis fase III dengan hingga 60.000 peserta pada bulan September. Perusahaan raksasa ini menargetkan satu miliar dosis pada 2021.


3.Vaksin Moderna: Perusahaan bioteknologi asal AS, Moderna, juga turut andil dalam pengembangan vaksin virus corona. Moderna menggandeng National Institutes of Health (NIH) untuk membuat vaksin potensial. Setelah melakukan uji klinis II, Moderna dan NIH melakukan uji klinis III pada 27 Juli lalu. Uji coba terakhir akan melibatkan 30.000 orang sehat di sekitar 89 lokasi di Amerika Serikat. 


4.Vaksin Oxford: Dalam percobaan uji klinis fase I/II, para peneliti menemukan vaksin tersebut mampu meningkatkan antibodi relawan terhadap virus corona. Selanjutnya, vaksin Oxford dan AstraZeneca memasuki tahap uji klinis fase II/III di Inggris, dan India, serta uji klinis fase III di Brazil, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.


5.Vaksin Pfizer: Dalam mengembangkan vaksin ini, Pfizer bekerja sama dengan BioNTech dari Jerman dan Fosun Pharma dari Tiongkok. Pada Juli lalu, uji klinis fase II/III dilakukan pada 30.000 relawan di AS, Argentina, Brazil, dan Jerman. Hasil studi sementara mengatakan relawan hanya mengalami efek samping ringan hingga sedang. 


Dengan perkembangan tersebut, semoga tahap terakhir dari proses uji klinis vaksin berjalan lancara sehingga vaksinasi cepat segera direalisasikan pada masyarakat Indonesia. Dengan demikian, harapan kembali hidup normal di depan mata. Semoga.***[]

Read More

13.12.20

Menepi di Cantigi

Menepi di Cantigi. Salah satu area permainan, Cantigi Camp. 

Pandemi, membuat hidup setiap orang menyisi. Bukan hanya soal ekonomi, juga emosi dan ketertekanan diri. Jiwa menjadi sepi. Setiap hari bertemu dengan dinding persegi, juga pintu yang seringnya menutupi penghuni.

Bosan iya, jenuh pasti. Keuangan terkurangi. Banyak agenda tertunda tanpa permisi. Karena setiap orang telah memaklumi. Satu kata, karena pandemi.


Minggu pertama Desember tahun 2020 ini, sejak pagi telah bersiap diri. Berniat pergi ke satu area wisata lokal yang sedang populer di Bandung Timur. Batu Kuda Gunung Manglayang.


Walaupun telah dua kali berkunjung ke sini, namun itu dilakukan saat tempat wisata yang lebih pas disebut sebagai hutan pinus ini, mengubah diri sejak beberapa tahun lalu. Sehingga cukup penasaran sekadar mengenali lagi area yang masih satu desa dengan rumah kami.


Menggunakan kuda besi hitam, kami pun beranjak menuju lokasi. Sayang, saat itu jalan menuju area sedang diperbaiki dengan cara dibeton. Akhirnya kami mencari jalan alternatif lain. Setelah tanya-tanya, akhirnya kami mendapati jalan alternatif. Sayang, hujan cukup merapat hingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Daaan kami pun kembali.


Namun teringat, di penghujung libur panjang yang melelahkan, kami pernah mengunjungi satu tempat yang tidak kalah menariknya. Ya, saat itu, Agustus 2020, menjelang penutupan libur sekolah pagi. Mencoba membuka diri, menghirup udara yang lebih hijau dibandingkan tetanaman halaman yang seuprit. Masih berada di kecamatan yang sama. Cileunyi belok kiri atas. Menuju ke arah Timur Bandung. Suatu lokasi yang masih asri dan pepohonan menjulang tinggi. Tempat parkir tertata rapi. Tepatnya berada di daerah Manjah Beureum Cileunyi Wetan. Cantigi Camp namanya.


Cantigi; dari Outbond, Camp, hingga Wisata Keluarga

Menepi di Cantigi. Salah satu area permainan, Cantigi Camp. Perosotan.


Cantigi Camp, dilihat dari namanya merupakan area tempat perkemahan. Di area paling tinggi dan atas terdapat lapangan cukup luas dengan dikelilingi oleh saung-saung yang cukup luas juga. Memang, sepertinya area ini disediakan khusus untuk perkemahan grup.

Namun, dengan kunjungan personal, Cantigi juga merupakan suatu area rekreasi keluarga, tepatnya tempat hang out bergaya outbond. Bukan hanya saung-saung tempat menepi dari hujan dan panas. Juga nyaman jika digunakan untuk botram alias makan bersama keluarga atau sanak famili lainnya.


Sebagai tempat outbond, Cantigi memiliki lapangan cukup luas. Lapangan di sana sini. Wajar karena lapangan tersebut merupakan area perkemahan. Selain bisa digunakan untuk kelompok atau grup besar, juga untuk keluarga kecil yang  merindukan suasana asri, sejuk, dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan polusi udara.


Keluarga yang memiliki anak-anak laki-laki bisa bermain bola tanpa terganggu pengunjung yang menggunakan fasilitas outbond. Pepohonan yang menjulang tinggi, bisa melindungi dari sorotan matahari tengah hari. Sehingga tidak khawatir kepanasan. Bahkan tidak khawatir anak-anak tersesat di kerumunan orang. Karena masih bisa terpantau dari kejauhan sejauh mata memandang.


Bangunan yang cukup luas dapat digunakan untuk acara-acara ultah bergaya outdoor. Atau sekedar memberikan tutorial untuk peserta pelatihan perusahaan kecil. Beragam fasilitas juga tersedia; perosotan, kolam lengkap dengan perahu, juga kolam untuk melatih keseimbangan. Begitu juga dengan ada flying fox khusus untuk anak-anak, selain juga untuk dewasa yang lebih tinggi dan lebih panjang talinya. Sayangnya, flying fox untuk keluarga berbayar hehehe.


Memiliki embel-embel Camp, Cantigi terkesan serius khusus untuk tempat kegiatan outbond, tapi cocok untuk wisata atau tempat piknik keluarga. Hampir pada setiap tempatnya memiliki tempat duduk-duduk selain menyediakan saung-saung, baik untuk kapasitas 5 orang atau 15 orang.  


Jika tidak ingin repot membawa makan dari rumah, tempat ini sebetulnya menyediakan resto lengkap dengan saung gazebo-nya. Bahkan sepertinya, terdapat dapur khusus sebagai ruang produksi makanan. Sayang, memang karena masa pandemi resto ini harus tutup sementara waktu.


Sebagai informasi, saat saya mengunjungi tempat ini, area parkir sedang diperluas. Sepertinya pengelola sedang melakukan perluasan tempat agar pengunjung bisa lebih nyaman dan aman memarkirkan kendaraannya.


Saya sendiri, selain lebih menikmati suasana hehijauan Cantigi, lebih menikmati sebagai latar untuk foto-foto anak. Kebetulan sudah lama tidak pernah foto anak-anak.


Murah Meriah

Tiket masuk dipatok rata Rp.7.500.-/ orangnya. Baik dewasa maupun anak-anak, terkecuali balita tidak dihitung. Dengan harga murah tersebut, pengunjung bisa menikmati semua fasilitas yang ada di Cantigi Camp. Pengecualian Flying Fox untuk dewasa, pengunjung harus mengeluarkan lagi koceknya seharga Rp.15.000,-/ orangnya. Namun, bagi anak-anak (kids) disediakan fasilitas flying fox gratis yang satu area dengan fasilitas ayunan.


Pengunjung bisa berpuas ria menikmati semua fasilitas dan bermain bersama sanak keluarga sambil menikmati udara sejuk yang berasal dari pohon-pohon menahun dan meninggi. Suasana yang nyaman, Cantigi Camp juga bisa dijadikan sebagai tempat bersantai, ngopi, ataupun berleha-leha dengan fasilitas Gazebo yang tersedia.


Tempat ibadah dan toilet yang sangat urgent dalam bepergiaan, juga tersedia di sini. Sehingga tidak perlu khawatir, dapat memfasilitasi keperluan beribadah, khususnya bagi muslim. Jika memasuki waktu ibadah, pengunjung tidak repot mencari mushola.


Menuju Cantigi

Tinggal ketik Cantigi Camp untuk Mapsnya.

Cantigi Camp cukup mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi ataupun menggunakan Opang. Tempatnya berada di daerah Manjah Bereum Cileunyi Wetan. Sekitar 7 km dari Bunderan Cibiru, sekitar 20 menit waktu perjalanan. Jika posisinya dari Cileunyi sekitar 3,5 km dari Jalan Raya Cileunyi (terminal) atau sekitar 12 menit.


Bagi baraya yang hendak mengunjungi tempat ini dengan menggunakan kendaraan pribadi, jalan masuknya tepat berada di sebelah kiri ujung jalan percobaan Cileunyi menuju arah Sumedang. Jika arahnya dari Sumedang maka belok kanan pas sebelum masuk jalan percobaan.


Cukup 2 jam berada di sini, dan kepenatan karena selalu diborder oleh pintu dan langit-langit rumah, akhirnya terbayar setitik dengan suasana hijau Cantigi, saya bisa menikmati kembali langit asli ciptaan Tuhan. Cantigi bisa jadi tempat wisata keluarga alternatif terdekat bagi yang tinggal di sekitar lokasi, Cileunyi dan sekitarnya.***[]

 

Read More