Sentuhan Ibu, Komunikasi Nonverbal yang Universal

Jika seorang bayi tanpa mengenal sentuhan orangtuanya, ia akan stress dan akibatnya diprediksikan cepat meninggal. Begitu kira-kira kata seorang pakar Psikologi Komunikasi, Jalaluddin Rakhmat, pada salah satu sesi kuliah.
Sentuhan merupakan bentuk komunikasi nonverbal, dari siapapun kepada siapapun dan dimanapun yang dapat dimaknai secara beragam dan
kontekstual. Sentuhan menemukan bentuk universalnya sebagai bahasa cinta sang Ibu ketika berkomunikasi dengan anaknya.


Komunikasi nonverbal sebagai bentuk cinta sang Ibu, tentu saja bukan hanya sentuhan, tapi tapi juga dapat berupa pelukan, usapan, dan ayunan. Apa yang disuguhkan  dalam film Bayi mancanegara atau Babie movies tersebut ternyata merupakan bentuk komunikasi yang universal. Usapan, pelukan, s dan entuhan tidak hanya dilakukan oleh Ibu kita yang notabene berada di Indonesia, yang, katakanlah sudah mendapatkan ilmu peradaban tentang Komunikasi Cinta dengan Sang Bayi, namun juga di negeri yang katanya belum tersentuh modernisasi, seperti Namibia Afrika.

Film ini lebih pas dikatan sebagai documenter, memotret bagaimana hubungan antara Ibu-anak sejak akan lahir hingga beranjak berjalan. juga memotret bagaima pola komunikasi yang dibangun oleh Ibu terhadap anaknya. Jika diperhatikan film ini tidak membedakan seorang Ibu ketika melakukan komunikasi dengan anaknya, baik seorang Ibu yang masih belum tersentuh modernisasi seperti di Namibia ataupun yang telah tersentuh peradaban seperti Jepang dan Amerika.

Film ini memotret 4 negara yang memiliki latar belakang budaya berbeda; Afrika, Mongolia, Amerika dan Jepang.

Seorang Ibu Namibia melakukan komunikasi dengan bayinya sejak di dalam kandungan dengan cara mengoles-oles perutnya yang buncit dengan ramuan. Wanita Mongolia pun melakukan hal sama, ia mengusap-ngusap perutnya. Hal serupa dilakukan oleh wanita asal Jepang.
Ketika bayi lahir, sang Ibu mengurus bayinya sendiri; di Namibia, Mongolia, Jepang, maupun Amerika. Namun di Amerika, sebelum bayinya stabil, sang bayi diserahkan dulu pengurusannya dengan menggunakan mesin.

Film ini memberikan gambaran kepada kita, bahwa dalam hal pengurusan bayi, di Negara maju sekalipun tidak ada yang diserahkan ke seorang perawat bayi. Ia benar-benar berada dalam pengasuhan sang Ibu. Cinta ibu selalu melindungi seorang bayi agar tetap nyaman dan hangat.
1292081281921658117
Balita bersenang-senang langsung dengan alam
Ada peristiwa yang lucu, ketika seorang ibu akan mencuci muka seorang bayi, di Namibia dengan cara menjilat-jilat mukanya, sementara di Mongolia air susu ibu menjadi pengganti air untuk cuci muka sang bayi. Untuk memberikan makannya justeru menggunakan susu formula.
1292081426658809559
Balita Jepang Stress karena berhadapan dengan objek mati
Menyangkut peran sang ayah, di Namibia dan Mongolia sepertinya tidak ingin tahu menahu masalah pengurusan bayi, semua diserahkan kepada ibunya, sementara di Negara maju; Amerika dan Jepang, suami turut mengurus sang bayi, memeluk dia, mengusap, membawa main bayi bahkan menggendongnya.
Setelah bayi beranjak besar, hingga bisa berjalan, di Namibia sang bayi dibiarkan untuk mengenal alam mereka, bermain dengan anjing, dengan sungai, dengan teman-temannya. Di Mongolia pun hampir serupa, bayi yang baru bisa berjalan dibiarkan untuk berkenalan langsung dengan alam, dengan hewan ternak dan rerumputan. Sementara di Amerika dan Jepang beranjak  usia berjalan, sang bayi disekolahkan ke PAUD serta dibiarkan berkenalan dengan mainan-mainan modern.

Mainan modern tidak memberikan sentuhan psikologis kepada anak, justeru alam sendiri dapat memberikan kenyamanan kepada anak. Itulah kesimpulan akhir dari film tersebut. Sang anak justeru malah stress ketika mainan-maianan yang dihadapinya tidak bisa ia ajak ngobrol.

Secara keseluruhan film ini bercerita tentang kasih dan cinta Ibu yang universal terhadap bayinya, bagaimana seorang Ibu memberikan kasih sayangnya dengan sentuhan-sentuhan psikologis yang dapat membuat nyaman sang  bayi  hingga ia tumbuh dengan sehat.
Apa jadinya jika tidak ada sentuhan sang Ibu?
Teruntuk Ibu.

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

5 comments

Write comments
maya
AUTHOR
Feb 11, 2011, 2:08:00 PM delete

sentuhan ibu sangatlah bisa dirasa oleh seorang bayi, dri bau nya pun setiap ibu brbeda2, namun seorang bayi dapat mengenali ibu kandungnya hanya dengan sentuhan dan bau sang ibu..:)

Reply
avatar
Dudi Rustandi
AUTHOR
Feb 11, 2011, 8:06:00 PM delete

Sentuhan Ibu memang luar biasa memancarkan nafas hidup pada sang anak...ia mengajari segalanya hingga sang anak bisa 'berdiri'

Reply
avatar
Dudi Rustandi
AUTHOR
Mar 12, 2011, 6:26:00 AM delete

@ Michelle: Rocker pun tetap seorang Ibu yang memiliki naluri keibuan, tidak hanya memiliki kasih, tapi juga sayang, Rohman Rohim

Reply
avatar
Dec 21, 2016, 10:47:00 AM delete

For sure, sentuhan ibu emang paling bisa bikin hati saya tenang, film iini emang bikin haru dan makin sayang mama, huhuhu

Salam,
Kesya.

Reply
avatar

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon