Cyber Public Relations

Public Relations adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya. Kebanyakan perusahaan besar merupakan milik publik. Harga sahamnya secara signifikan juga dapat mempengaruhi kemampuan dan kebebasan mereka untuk mengelola masa depannya. Sebuah perusahaan yang undervalue misalnya tidak dapat mengajukan pinjaman kepada bank seperti perusahaan yang value. Sekalipun demikian harga saham tidak ditentukan oleh berbagai opini dari sebagian besar pengamat pasar modal dan para investor.

Di sinilah PR berperan menjadi senjata yang menentukan dalam memastikan bahwa mereka mampu melihat perusahaan secara adil, PR juga menjadi sarana yang ampuh dalam mengelola hubungan yang harmonis antara pihak perusahaan dengan para pengamat dan investor yang bisa memiliki pengaruh besar bagi masa depan perusahaan.

PR dapat menyampaikan aspirasi mengenai berbagai bidang termasuk hubungan komunitas, isu-isu lingkungan, bidang keuangan, urusan konsumen, isu-isu manajemen, penanganan krisis dan berbagai isu penting lainnya yang terkait dengan kegiatan PR. Dalam situasi seperti ini, PR sangat dituntut peran aktifnya. PR dapat memainkan peranan sentral pada level perusahaan. PR sangat fleksibel, mungkin melebihi iklan, PR dapat merespons berbagai peristiwa dengan sangat cepat. Dalam hubungan dengan pers kekuatan terbesar yangdapat ditawarkan PR adalah menyangkut kredibilitas. Namun kelemahan uatama dari kegiatan PR adalah kurangnya pengawasan. Kita hampir tidak bisa menjamin bahwa pesaing kita akan disampaikan atau bahkan tidak sama sekali. Kelemahan ini  sebenarnya dapat diatasi melalui persiapan perencanaan strategi PR secara matang.  

Pengertian

E-PR adalah inisiatif PR yang menggunakan media internet sebagai sarana publisitasnya atau disebut cyber PR. Pengertian Cyber PR sendiri berasal dari kata: E adalah electronic sama halnya dengan E sebelum kata mail atau commerce yang mengacu pada media elektronik internet. E-PR merupakan singkatan dari bahasa Inggris, yaitu Electronic Public Relations yaitu yang artinya PR yang menggunakan media internet sebagai media aktifitasnya. Di Indonesia lebih popular dengan nama Cyber Public Relations.

Secara definitive, Cyber PR  merupakan Kegiatan kehumasan yang dilakukan di dunia Internet. Seluruh kegiatan kehumasan dapat dilakukan didalam internet dari mulai melakukan kegiatan publikasi sampai melakukan customer relations management. E-PR adalah penerapan dari perangkat ICT (Information and Communication Technologies) untuk keperluan PR.

Sementara itu menurut Agus Rusmana dalam makalahnya tentang “meningkatkan citra melalui Cyber Publi Relations “Cyber Public Relations adalah sebutan, istilah atau nama populer yang diberikan untuk aktivitas Online P.R., yaitu aktivitas Public Relations yang dilakukan melalui media dan teknologi komunikasi dan jaringan komputer. Istilah cyber yang merupakan sebutan kondisi virtual (seolah ada) sebetulnya sudah memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu “maya”. Namun karena sebutan maya tidak mampu menggambarkan makna sebenarnya, maka istilah cyber lebih dianggap tepat untuk digunakan. Untuk itu pada bahasan selanjutnya, penggunaan istilah online PR akan lebih sering digunakan agar sesuai dengan konsep yang secara internasional udah cukup lama digunakan.

Diperlukan E-PR karena ribuan one-to–one relations dapat dibangun secara simultan melalui media internet karena sifatnya yang interaktif karenanya merupakan sarana untuk membangun hubungan yang ampuh bagi sebuah dunia bisnis.

Dunia yang ditenggarai oleh Internet, di mana setiap aktivitas secara langsung atau tidak langsung ditenggarai oleh Internet, karena itu setiap bentuk aktivitas PR semakin membutuhkan satu atau lebih unsur ICT.

Hal ini berarti bahwa setiap praktisi PR perlu memiliki perangkat ICT dan terampil dalam menggunakannya, dan tentu dalam hal ini tanpa ICT kegiatan PR mereka tidak akan efektif. Pada prinsipnya untuk menggunakan perangkat tersebut tidak diperlukan suatu keahlian atau learning curve yang tinggi.

E-PR adalah satu-satunya cara untuk membangun brand di dunia yang tidak kasat yaitu dunia maya mengingat internet telah menghadirkan dunia maya di samping dunia nyata, demikian seperti yang dikatakan oleh David Phillips, penulis dari buku terkenal yg berjudul Online Public Relations, sewaktu mendefinisikan E-PR ke dalam beberapa pengertian. 

“Menurut Ardianto (II004:14), dalam pelaksanaannya PR menggunakan komunikasi untuk memberitahu mempengaruhi, dan mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku publik sasarannya. Hasil yang dicapai dari kegiatan PR pada intinya adalah good image (citra baik), goodwill (itikad baik) , mutual understanding (saling pengertian), mutual confindece (saling mempercayai), mutual appreciation (saling menghargai), dan tolerance (toleransi).” 

Perkembangan PR dalam  Dunia Baru.

Seiring berjalannya waktu perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) juga semakin canggih. Tak jarang dari kemajuan Iptek yang ada, seringkali menawarkan solusi dengan memberi kemudahan akan setiap kesulitan yang dihadapi dalam melakukan aktivitas pekerjaan termasuk PR.

Salah satunya media komputer yang dilengkapi dengan internet. Sayangnya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap manfaat teknologi seperti internet sampai saat ini masih minim. Hal ini terbukti dari cukup banyaknya perusahaan yang memiliki informasi dan ditaruh di dalam situs webnya, namun terkubur dalam kuburan informasi supercepat di dunia maya Karena kurang atau tidak ada yang mengunjunginya. Untuk itu, sungguh sayang sekali apabila kemudahan dari fasilitas ini hanya dilewatkan begitu saja. 

Media internet semula tidak dirancang untuk kepentingan komersial, namun sebagai alat komunikasi untuk menyebarluaskan informasi. Inilah kunci keberhasilan suatu bisnis di internet jika mengingat tujuan semula media internet diciptakan. Dengan kemampuan menyesuaikan tujuan media internet seperti semula, pada dasarnya kita bisa memanfaatkan sebagai media PR dan bisnis. Untuk mencapai hal itu, tentunya dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi sehingga kepercayaan massa dapat tercipta dan melibatkan hubungan yang saling memberikan manfaat dengan target public. 

Kegiatan Cyber Public Relations

Kegiatan PR bisa lebih fleksibel dari yang dilakukan di dunia nyata, ketika program kehumasan konvensional mengeluarkan budget hampir ratusan juta dalam sebuah perusahan besar, jika program tersebut dilakukan melalui Internet akan jauh lebih murah.

1. Publikasi

Kegiatan publikasi yang di lakukan PR dalam internet dapat dilakukan dengan jalan mengikuti mailing list-mailing list yang sesuai dengan target market perusahaan kita. Banyaklah menuliskan tulisan berupa artikel, press release mengenai perusahaan anda dalam milis tersebut. Dengan begitu seluruh anggota milis akan kena terpaan publikasi yang telah PR lakukan.

Selain mengikuti mailing list yang sesuai dengan target market perusahaan, PR juga harus secara berkesinambungan memproduksi e-newsletter kepada member website perusahaan anda. Tetapi, jangan sekali-kali melakukan spamming terhadap pengguna internet, karena dengan melakukan spamming maka kredibilitas perusahaan anda akan hancur. Karena spamming adalah kegiatan berkonotasi negatif bagi pengguna internet, spamming bisa dikatakan sebagai kegiatan yang memaksakan kehendak dalam memberikan informasi. Jalan yang paling aman adalah mengirimkan newsletter pada anggota website anda yang secara sukarela mendaftarkan alamat emailnya untuk dikirimkan informasi tentang perusahaan anda.

2. Menciptakan Berita (Media Relations)

Untuk menjaga hubungan baik dengan wartawan dapat dilakukan melalui email, jika seorang PR mempunyai database alamat email seorang wartawan akan lebih sangat mudah dalam mengirimkan siaran pres. Jika perusahaan anda mempunyai siaran pres yang butuh disampaikan dengan segera, anda tinggal sekali “click” maka siaran pres anda akan langsung sampai di meja wartawan.

Untuk tetap menjaga hubungan baik, anda bisa menyapa wartawan tersebut lewat email menanyakan kabar wartawan tersebut dan kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan. Malah jika anda sudah sangat akrab dengan wartawan tersebut anda dapat melakukan wawancara / konferensi dengan menggunakan Instant Messenger seperti Yahoo Messenger, ICQ, atau yang lainnya.

Sarana Kegiatan Cyber Public Relations 
Menurut Agus Rusmana, sarana bagi kegiatan Cyber PR adalah sebagai berikut;
Press Releases: Dengan online PR, press release dapat terkirim langsung ke penyaji media (media outlets) pada cakupan regional, nasional maupun internasional (tergantung sasaran yang diinginkan).  

Expert Articles: adalah tulisan/ artikel (disebut sebagai white papers) tentang sebuah topik yang berkaitan dengan produk perusahaan yang dibuat oleh seorang ahli (limuwan/ peneliti) tanpa menyebut merek atau produknya. Tulisan ini paling mudah diterbitkan karena tidak pernah dikategorikan sebagai iklan. Beberapa penulis minta dibayar sehingga perlu diperhitungkan sebagai biaya iklan. 

Email Newsletters: merupakan gabungan isi yang informatif dan iklan ‘terselubung’ yang terkirim sebagai e-mail, atau bisa juga diperlakukan sebagai spam (surat sampah yang mengganggu). Newsletter yang bisa ditulis menggunakan format teks dan/ atau HTML ini bisa berupa artikel, informasi tentang penjualan dan promosi, berita ringkat dan survey.

Di samping kendaraan yang sudah biasa digunakan, terdapat beberapa kendaraan baru yang belum umum tapi dapat dan layak dipertimbangkan untuk digunakan sebagai kendaraan online PR yang disebut Podbloginars (podcast-blog dan webinar):

Blogs: dikenal juga sebagai “web logs,” yaitu jurnal online yang ditulis oleh eksekutif perusahaan dalam gaya informal dan bernada percakapan yang mengomunikasikan gagasan penulis tentang sebuah event dalam industri dan di lingkungan perusahaan.


Webinars: merupakan singkatan dari “Web Seminar” yang bisa ditayangkan langsung atau siaran tunda, dimuat dalam situs web, dan dapat diputar ulang oleh pengunjung situs yang berminat. Webinar menggunakan komputer dan saluran telepon untuk mengirimkan presentasi PowerPoint, demo produk atau aplikasi web, dan rekaman video. 

Podcasts: merupakan strategi pemasaran online terbaru. Podcast adalah rekaman suara sebuah siaran yang dapat didownload ke iPod dan MP3/ MP4 players. Umumnya diproduksi oleh siaran radio independen, namun perusahaan besar sudah mulai menggunakannya sebagai saluran distribusi dan iklan.

Kendaraan PR ini merupakan perluasan penggunaan fasilitas online yang dianggap lebih mampu secara aktif mendekati dan menarik perhatian sasaran daripada pemuatan artikel, tulisan atau iklan dalam website yang pada umumnya sudah dibuat oleh hampir semua perusahaan saat ini. Keistimewaan dari kendaraan ini adalah sifatnya yang aktif mendekati sasaran sementara website bersifat pasif menunggu kedatangan pengunjung yang kebetulan “lewat” dan berhenti untuk ‘window shopping’.


Sasaran (Target ) Utama  Cyber PR

Masih menurut Agus Rusmana, sasaran utama dalam Cyber PR Jika dalam PR konvensional (termasuk pembuatan website) sasaran utama PR adalah publik dari sebuah perusahaan, Online PR dengan kendaraan khusus memiliki sasaran yang lebih luas, yaitu mereka yang tidak menjadi publik tetapi memiliki pengaruh sangat besar dalam membentuk citra perusahaan. Mereka adalah para jurnalis dan kolumnis atau produser dari berbagai media yang oleh masyarakat digunakan sebagai tolok ukur berkualitas tidaknya sebuah perusahaan.

Dasar pemikiran dijadikannya pelaku media yaitu jurnalis, kolumnis dan produser media massa sebagai sasaran online PR adalah karena mereka saat ini menjadi fokus masyarakat untuk mendapat informasi dan opini hampir mengenai segala sesuatu. Kepercayaan masyarakat pada media massa utama (mainstream media) yang memiliki reputasi, seperti misalnya Kompas, Media Indonesia, Metro TV, Pikiran Rakyat, Trans TV, Radio Elshinta, Radio Prambors, Radio Mara  cukup tinggi. Begitu juga terhadap Untuk itu setiap perusahaan harus mampu menangkap perhatian mereka sehingga nama baik perusahaan selalu muncul dalam benak mereka ketika pelaku media sedang memproduksi sebuah acara/ tulisan/ siaran. 
The whole reason that the field of media relations - i.e. dealing with reporters - came about in Public Relations was because journalist have influence over a large segment of the public (their readers). A favorable mention in a story by a few high-profile reporters can reach far more people than the PR person could reach on his or her own. (Richard Oy, 2001)
Lalu, mengapa Cyber PR dianggap mampu ‘menangkap’ mereka? Persaingan media yang sangat ketat menyebabkan ‘pekerja’nya harus dengan cepat menemukan bahan produksi dan media yang mereka percayai dapat menyajikan semua keperluan adalah media Internet. Dengan waktu yang sangat terbatas, jurnalis harus mencari dengan mudah dan cepat apapun yang berkaitan dengan urusan mereka (politik, ekonomi, budaya, kuliner, olah raga, dll.) Untuk itu mereka hanya akan berhenti dan membaca sebuah tulisan perusahaan yang menarik perhatian, yang  membuat mereka mau berhenti sejenak untuk membaca lebih jauh. Halaman yang tidak menarik dan tidak nampak berkaitan, dengan segera langsung dilewat. Pada bagian inilah para praktisi online PR dituntut untuk berkreasi membuat apapun yang bsa menarik perhatian (eye catching) dan ‘serasa’ berhubungan dengan jurnalis.***[]

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon