Dreamland, Intan Tersembunyi di Selatan Bali


Pantai Dreamland Pecatu, sumber: dok pribadi
Tidak terkenal seperti Sanur, tidak setenar Kuta, juga tidak sebanyak yang dibicarakan tentang Pantai Tanah Lot. Saya sendiri baru mendengar Pantai Dreamland setelah berada di Bali.
Bulan April tahun 2016, mendapatkan kesempatan mengunjungi Bali untuk mengikuti kegiatan Seminar. Selain menambah wawasan tentang dunia akademik, juga tidak saya sia-siakan untuk mengunjungi tempat-tempat yang cukup terkenal di Bali. Khususnya tempat-tempat yang masih bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua dalam waktu tidak lebih dari satu jam untuk menyesuaikan dengan waktu yang tersisa. 

Hari terakhir saat kegiatan usai, dengan menggunakan sepeda motor sewaan, saya meluncur ke Pantai Dreamland. Karena berdasar informasi, pantai ini tidak seramai Kuta tetapi kecantikannya jauh melebihi Kuta. Setelah bertanya, dengan rasa percaya diri saya bersama rekan berangkat menuju lokasi. Saat itu waktu menunjukan pukul 13.00. Melewati Jalan By Pass I Ngurahray dengan terik matahari menyengat.

Sempat salah arah saat mencari Jalan Tol Mandara, melalui bantuan Google Maps akhirnya saya temukan akses jalan tol di atas laut tersebut. Keluar tol lagi-lagi salah arah dan akhirnya kami bertanya ke  pejalan kaki. Benar kata pepatah, malu bertanya sesat di Jalan. Jika tidak bertanya-tanya, perjalanan bisa bablas menuju Jalan Sunset Road dekat dengan hotel tempat kami menginap. 

Setelah beberapa kali bertanya sampailah kami di Jalan Uluwatu Raya. Jalan Uluwatu adalah akses jalan menuju beberapa tempat wisata pantai di Bali; Pandawa, Dreamland, Balangan, Padang-padang. Di lokasi ini, udara tidak sepanas Sanur dan Tol Mandara.  Apalagi saat masuk kompleks Kampus Universitas Udayana, dengan jalanan cukup menanjak dengan pohon-pohon tinggi dan rindang membuat udara Uluwatu cukup sejuk.

Berakhir dengan Jalan Uluwatu, kuda besi yang saya tunggangi belok kiri, tepatnya Jalan Pecatu, jalan menuju lokasi pantai Dreamland. Di jalan ini Garuda Wisnu Kencana (GWK) milik I Nyoman Nuarta berdiri megah, dataran tingginya bisa langsung melihat ke lepas pantai. Udara Pecatu cukup sejuk tidak seperti kebanyakan daerah pantai. Jalan-jalan cukup menanjak lalu menurun saat menuju pantai. 

Saat memasuki jalan kecil berkelok dan berbelok menuju pantai, saya gunakan lagi Google Maps agar tidak lagi salah arah. Karena sudah tidak saya temukan lagi penunjuk arah. Tidak ada lagi rumah-rumah penduduk sehingga saya betul-betul mengandalkan bantuan Google Maps. Satu dua saya temukan hotel, café, juga penginapan.

Bantuan Google Maps berhenti beberapa puluh meter menuju pantai. Sempat salah jalan lalu masuk jalan buntu, namun akhirnya saya temukan jalan menurun yang cukup curam dengan plang tulisan cat putih pada sepotong kayu “Pantai Dreamland”. “Aha” decak saya. Sepuluh meter dari jalan tersebut terbentanglah pantai indah dengan air berwarna biru. Pantai Impian, Pantai Dreamland. 

Saya heran, pantai seindah ini tidak seterkenal pantai kuta atau tanah lot. Kenapa tidak seterkenal Sanur atau Jimbaran, juga tidak seterkenal nusa dua atau Pandawa. Atau mungkin karena baru pertama kali menginjakan kaki di Bali. Padahal infrastrukturnya sudah cukup memadai. Jika saya bandingkan, keindahan dan kecantikan Pantai Dreamland melampaui kecantikan pantai yang paling popular, Kuta dan Sanur yang sebelumnya saya kunjungi.

Kecantikan Dreamland menginspirasi putra bungsu presiden Soeharto dengan mendirikan resort dan area Golf melalui perusahannya PT. Bali Pecatu Graha. Walaupun pada akhirnya gagal karena krisis moneter. Dengan berbagai keindahan alam yang disajikannya, pantai Dreamland adalah salah satu surga pantai di wilayah Bali. Di samping Pantai Pandawa dan Padang-padang yang masih berada di wilayah Pecatu. 

Menurut salah seorang tour guide, tahun 90-an, area ini sangat diperhatikan oleh pemerintah dan banyak dilakukan pembangunan salah satunya resort seluar 900 Ha milik Tommy Soeharto, namun sejak tahun 1998, pembangunan Pantai Dreamland terhenti dan seolah pemerintah juga lupa terhadap keindahan pantai ini. Baru pada tahun 2014 pantai ini mulai mendapatkan lagi perhatian dan mulai mendapatkan sentuhan kembali, wajar jalan menuju pantai relatif baru.

Keindahan Pantai Dreamland dapat dilihat dari membentangnya tebing karang yang indah, pasir putih yang bersih, air laut yang membiru. Bergulung-gulungnya ombak yang keras menghantam batu karang menambah daya Tarik pantai ini. Wajar jika turis asing begitu menikmati suasana pantai Dreamland. 

Batu Karangnya menambah seksi pemandangan Pantai Dreamland, sumber: dok pribadi
Selain karena keindahannya, deburan ombaknya sangat cocok dijadikan area surfing. Sepanjang jalan Pecatu banyak berjejer showroom papan selancar. Bahkan menurut catatan dari salah satu Agen Travel Bali, Pantai Dreamland merupakan salah satu lokasi terbaik untuk kegiatan surfing di Pecatu khususnya dan Bali umumnya.

Di area pantai juga banyak turis asing yang menikmati pantai dengan berselonjoran pada bangku-bangku yang telah tersedia ada juga yang langsung berbaring di atas pasir putih serta bermain saling berkejaran di bibir pantai dengan memainkan air-air sisa deburan ombak. Beberapa foto model juga tampak melenggaklenggokan  tubuhnya berdiri tepat di depan kamera. Karena kecantikannya, Pantai ini juga sering dijadikan sebagai lokasi foto prewedding wisatawan domestik. 

Untuk menuju lokasi ini diperlukan waktu 30 menit dari Kuta atau 45 menit dari Bandara I Ngurahrai Bali. Berada di wilayah Desa Pecatu kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung, pantai ini disebut-sebut sebagai Kuta Baru (New Kuta). Bagi yang belum pernah berkunjung ke Pantai ini, bisa trial menggunakan sepeda motor, agar bisa menikmati pemandangan alamnya yang asri. Tapi lebih nyaman jika menggunakan guide, kendaraan roda empat juga bisa parkir di area Restoran dengan membayar retribusi hanya tujuhribu saja, murah bukan? seperti pernah saya tulis tentang wisata gratisan.

Walaupun menuju daerah ini butuh perjuangan bagi pemula, jangan khawatir, sepanjang jalan Pecatu, sebelum masuk jalan menuju pantai sudah sangat ramai. Berdekatan dengan pantai sudah berdiri hotel, café dan restoran. Harganya pun bervariasi dari kelas melati sampai hotel berbintang. Saat saya melewati jalan kecil tersebut terdapat beberapa tempat penginapan baik jenis villa atau hotel. Jika ingin mudah lagi bisa menggunakan jasa Tour & Travel sehingga tidak repot. 

Jika para traveler berkunjung ke Bali, destinasi di Wilayah Pecatu wajib masuk list untuk dikunjungi, salah satunya Pantai Dreamland, Intan tersembungi di Selatan Bali.***[]

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
ryokusumo
AUTHOR
Jul 14, 2016, 7:46:00 PM delete

Halo abah, saya perah ke dreamland..tpi waktu itu musim liburan, waduuh penuhnya haha, jdi tidak menikmati..mungkin hrs pas lenggang ya..salam

Reply
avatar
Abah Raka
AUTHOR
Jul 15, 2016, 8:01:00 AM delete

Kalo musim liburan, mungkin banyak tour travel yang jadi guidenya Om, pas saya ke sana enak banget, gak terlalu ramai, karena memang bukan musim liburan...

Reply
avatar

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon