Dari Sanur Ke Kuta (Bali) Serba Gratisan


Sumber: dokumen @abahraka
Bener gratisan? Ya bener dong!

Paling enak memang jalan-jalan yang gratisan. Dari tiket, akomodasi, dan oleh-oleh semua serba gratisan. Memangnya ada yang seperti ini? Ya ada, tergantung kita memaknainya saja. Tapi bukan berarti tidak mengeluarkan dana sendiri, jika kekurangan ya tetap harus menambahi.

Tapi ini bukan hanya soal jalan-jalan gratisan, ini juga soal tempat-tempat wisata di Bali yang murah meriah atau sama dengan gratis, setidaknya yang saya kunjungi beberapa waktu. Rata-rata tidak ada pungutan retribusi, jika pun ada hanya untuk bayar parkir, itupun jumlahnya standar, Rp. Duarebu saja. Padahal tidak demikian dengan tempat wisata yang berada di Jawa Barat khususnya Bandung dan sekitarnya. Masuk pantai bisa habis puluhan ribu, masuk kawah bahkan bisa ratus-ratus ribu owalaaah. Parkirnya juga bisa berkali-kali lipat, walaupun tidak bisa disamaratakan. Namun masuk beberapa tempat di Bali itu bener-bener gratisan.

Ya…, beberapa pekan lalu. Tanpa pernah mimpi harus singgah ke Bali, terima beres, akhirnya terbang juga ke Pulau yang katanya lebih terkenal dari Indonesia-nya sendiri. Pulaunya para Dewa. Bermalam tiga hari. Di sela-sela kegiatan pada siang harinya, sore-sore menyempatkan diri mengunjungi tempat yang bisa dijangkau hanya dengan waktu setengah jam. Inginnya berkunjung ke tempat-tempat yang betul-betul unik, tempat hidup suburnya tradisi Bali, tapi sayang waktu kosongnya hanya sore hari.

Memang tidak banyak tempat yang saya kunjungi, tapi tempat-tempat ini betul-betul gratis. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Pantai SANUR. Pantai Sanur adalah pantai yang pertama saya kunjungi. Tanpa sengaja, saat cek lokasi kegiatan di Grand Ina Bali ternyata viewnya langsung ke Pantai Sanur.

Akhirnya setelah mengetahui jika lokasinya sangat dekat, langsung meluncur menuju pantai. Di Gerbang pantai sudah hadir dua penjaga yang siap memungut retribusi.  Saat itu sempat balik lagi karena tidak bawa dompet, tapi setelah tanya-tanya ternyata tiketnya seharga parkir di Bandung, 2000 saja. Saya pun bersama seorang teman sampai dalam beberapa menit saja, mungkin satu menit. Roda dua pun saya (kami) parkirkan dan langsung menikmati pantainya yang tenang.

Tidak lama berdiam diri, sebentar saja menikmati perahu yang berada beberapa meter dari bibir pantai dan situasi pantai yang tidak terlalu menarik. Kami pun beranjak dan menuju hotel yang lokasinya cukup jauh. Tanpa ada pungutan untuk parkir kami pun bebas melenggang ke wilayah kuta melalui by pass jalan I Ngurah Rai.

Namun esok harinya, saat kegiatan dimulai, tempat makan kami berhadapan langsung dengan pantai. Lokasi sanur yang langsung menjadi view Grand Ina Bali benar-benar bersih dan elok. Beberapa bule sedang bervoli pantai, beberapa berendam di kolam hotel. Pepohonan hijau berjejer di sepanjang pantai. 

Lokasi kedua yang saya kunjungi adalah Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Entah berada di jalan apa, lupa. Saat menuju tokoh oleh-oleh, kami ditunjukan dengan salah satu lokasi ini. Berhenti dulu dan menikmati sebentaran untuk sekedar hunting foto. Walaupun banyak penjaga di sana, saat masuk lokasi sama sekali tidak bayar. Begitu juga dengan parkir. Hmmm saya berfikir, harusnya di Bandung atau lokasi lain seperti ini juga. Yang jelas, walaupun gratis, lokasinya tetap bersih dan elok. Pepohonan tetap rimbun. Tanpa harus dijadikan alasan bayar untuk sekedar kebersihan. 

Lokasi ketiga yang saya kunjungi adalah menjelang sore yaitu Pantai KUTA,. Selesai belanja oleh-oleh dari mandala. Kami diajak ke Pantai Kuta. Sebagai kota di tepi pantai, menuju Kuta cukup macet, tidak jauh dengan Bandung.  Beruntung ditemani sepupu yang sudah menjadi tour guide. Sehingga bisa tau jalan-jalan tikus menuju Pantai Kuta. Dan setelah melewati Café Bar tempat nongkrongnya Bule, sampailah di Pantai Kuta. Masuk tempat parkir yang berseberangan dengan jajaran hotel. Masuk lagi gerbang menuju pantai. Tanpa retribusi atau pungutan. Hanya bayar parkit Rp.Duarebu saja saat checkout dari pantai.
Pantai Dreamland Bali. Dok. @abahraka
 Lokasi keempat yang saya kunjungi adalah Pantai DREAMLAND. Lokasinya lumayan susah dicari, karena tanpa tour guide lagi. Kami pergi setelah penutupan kegiatan. Walaupun sempat nyasar akhirnya sampai juga di Pantai yang menurut saya paling seksi di bandingkan dua pantai sebelumnya. Masuk pantaipun tanpa ada pungutan dan retribusi parkir. Kendaraan kami parkir di Jalan yang sebenernya buntu.

Nah, bener kan gratisan semua? Selain ticket yang dibayarin, oleh-oleh yang dibayarin, penginapan dibayarin, yang jelas tempat-tempatnya tidak memungut retribusi. Cukup parkir duarebu saja.

Selain gratis, saya juga bisa bersilaturahim dengan beberapa saudara dan teman tapi jauh. Ada Kakak Ipar yang sudah satu kali lebaran tidak bertemu. Ada kakak sepupu yang selama puluhan tahun baru sekarang bertemu. Ada juga sahabat yang bertemu lewat Tulisan Jurnal Ilmiah baru bisa tatap muka sekarang. Terima kasih semua, silaturahmi itu indah. ***[]

Feature wisata lainnya:
Mereguk Kesejukan Situ Cisanti
Ini Talaga Bodas Bukan Kawah Putih
Menikmati Sore di Cikapundung

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

8 comments

Write comments
Huda
AUTHOR
Jun 25, 2016, 12:36:00 PM delete

Wahh.. bali yah.. Emm.. Belum pernah ke Bali.. Tapi pantainya masih mirip-mirip dengan pantai di Malang dan berbeda sekali dengan pantai di Kalimantan.. Kalau di kalimantan pantainya nggak berbatu.. :)

Eniway.. salam kenal.. :)

Reply
avatar
Abah Raka
AUTHOR
Jun 25, 2016, 1:05:00 PM delete

Ya bener, gak jauh jauh amat sih kalo pantainya. Hanya di sana gak bayar retribusi.

Salam kenal juga mas Huda

Reply
avatar
Jun 25, 2016, 1:21:00 PM delete

Waaaaah mantap emang paling enak itu kalau ada yang bayarin sih heheh
aku pengen banget ke Bali tapi belum kesampaian, ntah sampai kapan hehe
btw salam kenal dari pontianak mas

Reply
avatar
Abahraka
AUTHOR
Jun 25, 2016, 1:24:00 PM delete

Saya salut sama pemerintah Bali yang menggratiskan tempat2 wisata yg disebutkan itu. Soal saya yg dibayarin itu mah lagi rezeki aja hehehe

Salam kenal juga bang

Reply
avatar
yulia yuli
AUTHOR
Jun 25, 2016, 1:27:00 PM delete

Kang, salah ga ajak-ajak tah kalau gratisan... saya belum pernah ke Bali, enak umm piknik aja diendors 😂😂😂

Reply
avatar
Abahraka
AUTHOR
Jun 25, 2016, 1:29:00 PM delete

Haha ini mah dalam rangka ceu, bukan sengaja piknik. Yang gratis itu tempat-tempat nya ceu beda di Bandung ko wisata alam serba bayar, mahal lagi ya...

Reply
avatar
Jun 28, 2016, 5:14:00 PM delete

keren mas, saya juga pengen jalan2 ke Bali, dua kali cuma mampir doang hehe. kalau ke Bali pengen ke desa wisatanya dan nginap di sana :)

Reply
avatar
Abah Raka
AUTHOR
Jun 29, 2016, 9:14:00 AM delete

Nah itu dia, saya juga sebenernya lebih tertarik mengunjungi desa-desa tradisional di sana, sayang cuma memanfaatkan waktu aja...jadi mepet-mepet waktunya

Reply
avatar

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon