Oleh-oleh Mahasiswa Baru ; Positif vis a vis Negatif


Positif dan negatif merupakan istilah umum yang bisa masuk kemana-mana. Digunakan oleh berbagai bidang dalam ilmu pengetahuan, eksakta, kedokteran, ilmu sosial, ataupun filsafat. Dalam terminology sosial ataupun wabilkhusus dalam kehidupan sehari-hari, istilah positif sering diidentikan dengan sesuatu yang bagus-bagus. Misalnya dalam percakapan seseorang dengan lawan bicaranya ketika menanyakan sesuatu hasil sering mengkonfirmasikan dengan kata positif, yang artinya berhasil atau bagus.
Namun berbeda dengan istilah dalam dunia kedokteran, positif dan negative bisa secara acak bergantian maknanya. Misalnya ketika seeorang mengandung calon bayi dalam rahimnya bisa dimaknai ganda. Jika seorang wanita yang telah memiliki pasangan sah tentu kehamilan yang dibahasakan dengan “positif” tersebut adalah suatu hal yang baik atau mungkin diharapkan, namun berbeda ketika seorang wanita tersebut belum memiliki pasangan yang sah, maka kata “positif’ dari dokter atau dari lembaran alat test seolah menjadi sambaran hari lintar di tengah hari, sehingga kata “positif” justeru menjadi tidak baik baginya, menjadi momok yang menakutkan.

Positif vs Negatif
Cerita ini didapat dari seorang Dosen Adab. Berikut merupakan pengalaman seorang mahasiswa baru yang melakukan test urine untuk keperluan registrasi mahasiswa baru yang telah diterima di UIN Bandung. Ketika sang Calon Mahasiswa tersebut menerima hasil testnya, kemudian konfirmasi ke petugas poliklinik.

Mahasiswa : “Bagaimana hasilnya bu?”, Sambil melihat hasil catatan dari petugas.
Petugas : “Negatif” Jawab petugas dingin.
Mahasiswa : “Ha… Negatif”, balas mahasiswa kaget bukan kepalang.

Sang Calon Mahasiswa langsung protest minta di test ulang.

Mahasiswa : “Bu masa negative, saya mah Positif” kata si mahasiswa dengan nada tinggi.
Mahasiswa : “bisa diulang ga bu?”
Petugas : “???” mengerutkan dahi.

Setelah berfikir sejenak, petugas baru mengerti bahwa calon mahasiswa tersebut mengira bahwa ungkapan atau hasil “negative” yang diperolehnya dari test urine dirinya dikiranya (dimaknai) jelek atau sesuatu yang tidak diinginkan dan akan berefek negative pada dirinya. Dan akhirnya petugas menjelaskan yang dimaksud dengan “negative” dari hasil test urin tersebut.

Petugas : “Gini lho de, maksudnya “Negative” dari hasil test urin ini adalah bahwa urin (air kencing) yang punya ade tidak mengandung narkoba atau zat adiktif lainnya, artinya bahwa urin Ade bagus”
Mahasiswa :”???” masih bingung
Mahasiwa : Ooh
Petugas : “masih mau diulang?”
Mahasiswa : “Owh ga deh bu makasih”, sambil ngeloyor pergi dan tentunya dengan membawa malu.

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon