Ini Talaga Bodas, Bukan Kawah Putih!


Talaga Bodas dibidik dari sisi kanan, tepatnya dekat pemandian
Hanya mendengar namanya, ya walaupun lahir dan besar di Garut, Talaga Bodas tidak menjadi tempat favorit wisata di Kota Garut. Wajar selama tinggal di Garut tempat wisata tersebut tidak pernah menarik minat. Hal ini berbeda dengan Papandaian, Ngamplang, Situ Bagendit, atau Cipanas. Kenapa? 

Hampir tidak ada orang yang pernah merekomedasikan Talaga Bodas karena infrastrukturnya yang belum memadai. Ya, benar sekali. Bahkan kira-kira 3 tahun lalu, seorang teman menceritakan ketidaknyamanananya berwisata ke daerah tersebut. Di samping infrastruktur yang tidak memadai, pengelolaannyanya jauh dari kesan profesional. Tetapi itu beberapa tahun yang lalu saat Pemerintahan Daerah Garut belum dikomandoi oleh Bupati periode sekarang, Rudi Gunawan-Helmi.

Kini, sejak Pemda Garut dimotori oleh Rudi Gunawan-Helmi, sedikit demi sedikit Garut berbenah, khususnya dalam hal infrastruktur. Tulisan ini bukan untuk mempromosikan secara politik, bagaimana kepemimpinan yang diusung oleh Gerindra-PKS tersebut, hanya bentuk apresiasi atas apa yang bisa dilihat dan dirasakan terhadap kondisi Garut sekarang khususnya destinasi wisatanya. Khususnya yang menjadi tema dari tulisan ini, destinasi wisata Talaga Bodas.

Talaga Bodas kini lebih merenah dan nyaman dengan infrastruktur jalan yang sudah baik, walaupun masih ada beberapa bagian yang masih berlubang, namun jika dibandingkan dengan keseluruhan atau sebelumnya, infrastruktur jalan menuju Talaga Bodas sudah baik.

Spot kiri Talaga Bodas
Talaga Bodas, merupakan sebuah Danau atau Talaga dengan kesan warna putih, bekas ledakan kawah Gunung Talaga Bodas. Terletak di sebelah Utara Garut, atau kira-kira 28 Km dari Garut Kota. Dengan ketinggian sekitar 1512 mdpl. Jika menggunakan sepeda motor atau kendaraan pribadi, perjalanan dapat ditempuh kurang lebih setengah sampai satu jam dari Garut kota. Untuk sampai ke tempat ini, tidak ada angkutan umum, kecuali ojeg dari daerah Wanaraja.

Talaga Bodas berbatasan langsung dengan daerah Karaha Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan dari daerah parkiran Talaga Bodas, wilayah Tasikmalaya dapat ditempuh hanya sekitar 15 menitan dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan menuju Talaga Bodas, pengunjung akan melihat dengan Jelas Gunung Sadahurip yang pernah dianggap sebagai Piramida peninggalan nenek Moyang beberapa ribu tahun lalu.

Salah satu view menuju Talaga Bofas, Gunung Piramida/ Sadahurip
yang dianggap peninggalan Purba
Dukungan infrastruktur yang sudah cukup baik menuju Talaga Bodas, selain bisa menggunakan roda dua dan atau kendaraan pribadi roda empat juga bisa menggunakan Elf. Yang cukup menarik, Talaga Bodas juga menjadi salah satu trek favorit para boseher alias pesepeda. Wajar dalam daftar tarif tertulis tarif sepeda, selain motor dan kendaraan roda 4. Dengan karcis Rp 7500 orang, motor  7500, dan 2000 untuk parkir, pengunjung bisa berlama-lama menikmati talaga Bodas. Sedangkan khusus sepeda ditarif Rp. 3000/ unit.

Selain sajian alamnya, pengunjung juga bisa menikmati sajian kuliner; dari mulai yang sudah lumrah yaitu kopsus, mie rebus, atau gorengan haneut. Di sini juga tersedia jagung bakar, nasi liwet, ayam bakar atau kuliner khas Garut lainnya. Sementara untuk harga relatif murah, misalnya untuk kopsus harganya 2000, gorengan 1000, air mineral botol 3000. Ya...harga lumrah dan wajar lah.

Kenyamanan akan didapatkan oleh pengunjung karena kendaraan tidak bisa langsung di bawa ke area kawah. Kendaraan diparkir di tempat yang telah disediakan atau di depan warung-warung yang telah dibangun dengan tersusun rapi. Diparkir di depan warung-warung dengan petugas parkir yang telah siap sedia, kendaraan menjadi lebih aman. Begitu juga warung-warung yang awalnya bertebaran di sekitar danau, kini ditempatkan secara khusus di area parkir, sehingga pengunjung bisa merasakan romantisme Talaga Bodas tersebut.

Untuk menuju kawah sendiri, pengunjung bisa berjalan kaki dengan jarak tempuh 500 meteran, atau menggunakan ojeg yang telah menunggu di area parkir. Namun, untuk menikmati keasrian dan keaslian alam sekitar, baiknya berjalan kaki. Kiri kanan jalan yang rimbun akan memanjakan pengunjung yang betul-betul ingin menikmati wisata #Gurilaps-nya Garut.

Jembatan Penghubung Spot Utama dengan tempat pemandian air panas
Walaupun infrastruktur penunjang tidak sebagus kawah putih, namun keindahan dan romantisme alamnya sebanding dengan Kawah Putih. Bahkan di Talaga Bodas, bukan hanya talaganya yang bisa dinikmati, Talaga Bodas juga menyediakan pemandian air panas yang bersumber langsung dari mata air kawah. Penduduk dan pengunjung setempat menjadikan pemandian tersebut, selain sebagai wisata air panas juga sebagai tempat pengobatan karena mengandung blerang. Pemandian terletak di ujung sebelah kanan kawah atau 100an meter dari areal utama kawah.

Areal kawah sendiri, dengan keluasan yang cukup memadai sering dijadikan sebagai tempat melakukan kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler siswa/ santri/ mahasiswa. Jika hari libur, tempat ini cukup ramai dengan pengunjung atau mereka yang menyelenggarakan kegiatan eskul.

Talaga Bodas juga sering dijadikan tempat berkemah para pecinta alam. Sehingga selain menikmati danau pada siang hari, pagi, atau sore hari dan bahkan malam hari saat pengunjung berkemah. Di antara rindangnya pepohonan yang mengelilingi danau dan rumput-rumput liar yang rimbun, sering dijadikan sebagai spot untuk berkemah. Selain ketersediaan air yang cukup, walaupun musim kemarau, juga sangat gampang mencari ranting-ranting kering untuk menanak.

Pada sisi-sisi danau, juga bisa dijadikan sebagai tempat berkemah atau sekedar bercengkrama. Dengan areal daratan yang cukup luas di sekitarnya, pengunjung benar-benar bisa menikmati putihnya talaga tersebut. Ini Talaga Bodas, bukan Kawah Putih.***[]

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 comments

Write comments
Sep 28, 2015, 12:05:00 PM delete

blog Urgarnya naha kunaon, bah?

Reply
avatar
dudi rustandi
AUTHOR
Sep 28, 2015, 12:55:00 PM delete

teukunanaon, ini blog lama, biar diaktifin lagi aja hehe

Reply
avatar
Istiana
AUTHOR
Sep 29, 2015, 5:23:00 AM delete

waah.. salam kenal dulu mas! :D
jadi penasaran pengen ke sini deh

Reply
avatar
dudi rustandi
AUTHOR
Sep 29, 2015, 7:28:00 AM delete

Iya teh Istiana, salam kenal kembali..., tempatnya lumayan eksotis mbak, dan nyaman untuk parkir kendaraan, sudah ada tempat makannya juga loh di area parkir

Reply
avatar

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon