Wikipedia jadi Rujukan Ilmiah?

Sumber: wikipedia
Saat membuka halaman pertama sebuah buku, tiba-tiba satu definisi tentang sebuah istilah mengutip tulisan dari sebuah blog. Ugh, tiba-tiba serasa ditampar. Jika yang dikutip pendapat pakar atau ekspert di bidangnya saya kira tidak masalah, misalnya seorang doktor atau profesor. Mungkin saja saya tahu jika yang dikutip adalah gubes atau doktor di bidangnya tersebut. Padahal jelas buku yang baru saja saya buka adalah referensi ilmiah, yang akan digunakan oleh mahasiswa untuk keperluan ilmiah, bahkan buku tersebut dijadikan rujukan ilmiah.

Di era internet, penikmat buku mungkin sering terkecoh oleh tampilan sebuah buku, namun isinya sebagian besar mengutip dari referensi internet yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Mungkin saja penulisnya sudah bertanggung jawab untuk menuliskan sumbernya, tetapi sumber yang dikutip adalah blog yang tidak jelas siapa penulis dan bidang kepakarannya.

Media internet sesungguhnya menyediakan banyak sumber rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Sebuah tulisan bisa dikatakan ilmiah atau setidaknya memenuhi kriteria tulisan ilmiah. Misalnya, jurnal-jurnal yang sudah memiliki ISSN baik dari dalam negeri atau luar negeri yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan. Ataupun project buku gratisan versi ebook yang sudah ber-ISBN.

Mencari sumber-sumber tersebut tidaklah sulit, jika ingin langsung ditujukan ke sumbernya tinggal masuk ke scholar.google.com. Saat memasukan kata kunci, akan muncul berbagai rujukan sesuai kata kunci, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi atau situs pengelola jurnal. Sumber-sumber ini dapat dipertanggungjawabkan karena memenuhi kriteria ilmiah setidaknya sudah ada legitimasi dari pengelola masing-masing sebagai karya ilmiah. Pencari sumber juga bisa berselancar ke situs perguruan tinggi yang telah menyediakan elibrary, dimana semua rujukan ilmiah disimpan.

Lalu bagaimana dengan Wikipedia?
Nah, selama ini tugas-tugas mahasiswa sering dipenuhi oleh rujukan dari Wikipedia dan blog-blog yang keilmiahannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan, Wikipedia dijadikan sebagai rujukan untuk referensi penyusunan tugas akhir. Sahkah? Bolehkah? 

Sebelum membahas tentang boleh tidaknya seorang mahasiswa tingkat akhir menjadikan wikipedia sebagai rujukan ilmiah, misalnya untuk keperluan skripsi, ada baiknya kita mengetahui siapa yang menulis untuk wikipedia?

Pada dasarnya wikipedia adalah sebuah media terbuka yang memperbolehkan siapa saja untuk menulis pada media tersebut, selama tulisan tersebut memenuhi kriteria dan ketentuan dari pengelola, misalnya menulis struktur tulisan, pencantuman rujukan, netralitas tulisan, dan lain sebagainya. Selama memenuhi ketentuan dari pengelola, setiap penulis yang memublikasikan tulisan pada wikipedia akan menemukan tulisannya dipublikasikan oleh wikipedia. Sebagai situs terbuka, sebagaimana halnya user generated content atau  juga portal warga, wikipedia menerima semua jenis tulisan dari berbagai latar belakang ilmu, termasuk seseorang yang tidak memiliki kepakaran, asal mau belajar dan ingin menuliskan, ikut ketentuan, tulisannya dapat dipublikasikan oleh wikipedia.

Memerhatikan semua jenis tulisan, wikipedia memenuhi dahaga pengetahuan pembaca yang ingin mendapatkan wawasan tentang apapun tanpa harus mengeluarkan biaya seperti halnya saat pembaca ingin memiliki ensiklopedia dengan harga ratusan ribu atau bahkan jutaan. Sebagai ensiklopedia bebas, terbuka, dan gratis, semua pengetahuan bisa kita rujuk ke wikipedia.

sumber: wikipedia
Walaupun telah menetapkan standar penulisan yang ketat, tetap tulisan apapun bisa didapatkan pada wikipedia dari tulisan yang sangat pendek tanpa rujukan sampai tulisan serius dengan puluhan rujukan. Misalnya, saat saya mencari tulisan tentang Dodol Garut, saya menemukan satu tulisan dengan tulisan seadanya, hanya satu rujukan, tidak ada struktur tulisan. Dan saya sering menemukan tulisan seperti ini. Bahkan hanya menulis definisi saja dari satu istilah yang masih jarang jadi bahasan juga sering saya temukan. Ini adalah fakta bahwa tulisan apapun bisa masuk ke dalam wikipedia. Termasuk siapapun bisa menulis pada wikipedia termasuk bukan para ahli yang menjadikan wikipedia sebagai media pembelajaran untuk menulis.

Belum lagi merujuk pada gengsi akademik. Misalnya seorang doktor, merujuk pada wikipedia untuk pembuatan makalahnya, lalu bagaimana jika yang menulisnya adalah lulusan S1 dan bukan berasal dari bidang ilmu yang ditulisnya tersebut?

Saya berprinsip, belajar itu dari mana saja, dari mahasiswa-mahasiswa saya misalnya yang punya passion tertentu, misalnya fotografi, saya belajar. Atau ada mahasiswa yang passionnya dalam desain, saya belajar tanpa harus jaga gengsi. Hanya saja jika menyangkut karya ilmiah saya sendiri lebih baik merujuk pada buku yang diterbitkan oleh penerbit dengan tingkat kehati-hatian atau seleksi yang tinggi, tidak asal menerbitkan. Atau dari sumber-sumber internet yang sudah ber-ISSN atau ISBN.

Ilmu dan pengetahuan di era internet sudah sangat terbuka, kita bisa menimba ilmu dan pengetahuan dari mana saja yang penting manfaatnya terasa, bisa baca-baca dari wikipeda atau belajar secara audiovisual langsung dari youtube, tanpa harus menimbang-dimbang siapa sih yang membuatnya. Era sekarang belajar bisa kapanpun dimanapun pada siapapun tanpa harus tahu kepakarannya selama masih bisa mengambil manfaat darinya. Namun sekali lagi, jika untuk keperluan rujukan ilmiah seperti tugas akhir atau skripsi dan sejenisnya, harus jelas sumber yang dijadikan rujukan baik penerbit atau pengarangnya.

Teringat seorang teman yang sedang menyusun tugas akhir, Dosennya berkelakar, “jika mau merujuk pada sebuah buku untuk karya ilmiah anda, rujuklah minimal setara dengan pendidikan anda!

Persoalan rujukan ini bukan melulu pada wikipedia juga pada buku-buku. Dengan terbukanya penerbitan-penerbitan independen, semua orang bisa menerbitkan buku. Sehingga juga harus hati-hati.

Wikipedia adalah sumber pengetahuan bebas yang bisa kita gunakan dan kita baca kapan saja untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita di dunia ini. Pada Wikipedai kita juga bisa berkolaborasi dan berkontribusi menjadi penulis sekaligus. Namun, untuk karya ilmiah baiknya gunakan sumber-sumber ber-ISSN atau ISBN yang sudah melalui seleksi ilmiah.***[]

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »

Salam. Terima Kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga jadi silaturahmi. Tunggu saya BW balik ya. Terima kasih EmoticonEmoticon