Showing posts with label Halodoc. Show all posts
Showing posts with label Halodoc. Show all posts

23.12.20

Minuman Herbal antara Imunitas dan Menunggu Vaksin Covid 19

sumber gambar: kompasdotcom

Sejak pandemi merebak, salah satu kata kunci yang populer dalam kehidupan masyarakat kita sehari-hari adalah minuman herbal alami yang terbuat dari rempah-rempah. Minuman-minuman herbal ini menjadi sangat populer, bahkan para pemain industri minuman seduh juga turut meramaikannya; sebut saja misalnya sujamer atau susu jahe merah yang diproduksi oleh produsen jamu besar di Indonesia.


Sebelum covid, memang minuman-minuman yang terbuat dari rempah telah cukup populer di masyarakat; bajigur yang dibuat kemasan, bandrek, sari jahe, temulawak, atau minuman rempah lainnya. Namun, sejak Covid, muncul minuman-minuman rempah baru seperti minuman instan serbuk susu jahe merah, yang sejak lama telah dijual oleh masyarakat. Populernya minuman rempah tersebut membuat barangnya pun menjadi mahal dan langka.


Kebetulan, di depan jalan raya dekat rumah saya, terdapat penjual beragam umbi-umbian herbal untuk keperluan minuman herbal tersebut. Pada awal-awal covid, karena saya memiliki beberapa tanaman yang telah sejak awal ditanam; ada sereh dan kunyit putih, tinggal saya membutuhkan jahe merah.


Wadidaw, dari harga 25 ribu per kilo, setelah masuk masa covid naik hingga Rp80.000,- per kilonya. Belakangan, setelah saya membeli jahe merah tersebut yang pada akhirnya hanya saya beli sejumlah setengah kilo karena harganya melonjak, ternyata setelah dua kali saya berniat membeli lagi jahe merah, barangnya tidak ada.


Akhirnya isteri saya hanya membuat minuman ramuan yang terbuat dari kunyit putih, sereh, dan jahe biasa dengan bahan dasar gula merah. Beberapa kali saya buat ramuan seperti ini untuk menjaga imun tubuh.


Selain untuk menjaga imun tubuh, saat diminum dalam keadaan dingin sangat menyegarkan. Apalagi ditengah tegukan dingin tersebut, ada rasa hangat dari jahe, sedikit pait dari kunyit putih dan wangi dari sereh dan pandan.


Tidak Hanya Minuman Herbal

Berdasarkan beberapa sumber referensi, minuman herbal tersebut berfungsi menjaga imun tubuh. Herbal juga terbukti menjadi salah satu faktor yang memperkuat sistem imun tubuh dalam mencegah penularan Covid 19.


Namun, minuman herbal bukan satu-satunya cara dalam meningkatkan imun tubuh. Penyediaan multivitamin juga bisa meningkatkan imun tubuh termasuk dengan cara berolahraga. Pemerintah, dengan menganjurkan protokol kesehatan atau yang populer denga 3 M; menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker menjadi salah satu kunci antisipasi penyebaran covid 19.


Setelah 9 bulan berjuang melawan Covid 19, salah satu unsur paling penting dalam menjaga imunitas tubuh dari serangan Corona adalah dilakukannya vaksinasi oleh pemerintah. Saat ini seperti ditulis oleh Halodoc, sebuah situs aplikasi sekaligus start up yang mempertemukan dokter, pasien, obat, rumah sakit serta fasilitas penunjang kesatannya lain secara online, bahwa penyediaan Vaksin Covid telah masuk pada episode akhir, yaitu tahap tiga, sebelum akhirnya divaksinasikan kepada masyarakat.


Berdasarkan situs halodoc.com, ada beberapa vaksin yang akan dianjurkan untuk divaksinasikan di Indonesia, berikut saya ulas dari situs halodoc, yaitu:


1.Vaksin Sinovac dan Merah Putih: Menurut Halodoc, uji klinis fase III vaksin corona buatan Sinovac di Indonesia masih berlangsung hingga kini. Andaikan tahap ini berjalan mulus, hasilnya akan diregistrasikan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bila BPOM memberikan lampu hijau, maka vaksin bisa diproduksi secara masal pada Januari 2021.  


2.Vaksin Johnson & Johnson. Sedangkan Johnson & Johnson mengembangkan vaksin untuk Ebola dan penyakit lainnya dengan Ad26. Kini Ad26 juga digunakan untuk membuat virus corona. Johnson & Johnson memulai uji coba fase I/II pada bulan Juli dan meluncurkan uji klinis fase III dengan hingga 60.000 peserta pada bulan September. Perusahaan raksasa ini menargetkan satu miliar dosis pada 2021.


3.Vaksin Moderna: Perusahaan bioteknologi asal AS, Moderna, juga turut andil dalam pengembangan vaksin virus corona. Moderna menggandeng National Institutes of Health (NIH) untuk membuat vaksin potensial. Setelah melakukan uji klinis II, Moderna dan NIH melakukan uji klinis III pada 27 Juli lalu. Uji coba terakhir akan melibatkan 30.000 orang sehat di sekitar 89 lokasi di Amerika Serikat. 


4.Vaksin Oxford: Dalam percobaan uji klinis fase I/II, para peneliti menemukan vaksin tersebut mampu meningkatkan antibodi relawan terhadap virus corona. Selanjutnya, vaksin Oxford dan AstraZeneca memasuki tahap uji klinis fase II/III di Inggris, dan India, serta uji klinis fase III di Brazil, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.


5.Vaksin Pfizer: Dalam mengembangkan vaksin ini, Pfizer bekerja sama dengan BioNTech dari Jerman dan Fosun Pharma dari Tiongkok. Pada Juli lalu, uji klinis fase II/III dilakukan pada 30.000 relawan di AS, Argentina, Brazil, dan Jerman. Hasil studi sementara mengatakan relawan hanya mengalami efek samping ringan hingga sedang. 


Dengan perkembangan tersebut, semoga tahap terakhir dari proses uji klinis vaksin berjalan lancara sehingga vaksinasi cepat segera direalisasikan pada masyarakat Indonesia. Dengan demikian, harapan kembali hidup normal di depan mata. Semoga.***[]

Read More

4.4.20

Melindungi Anak dari Corona

corona dan anak, sumber; newsdetik
Korban Covid19 ternyata tidak hanya terjadi pada orang tua seperti banyak diberitakan media massa. 
Virus corona dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Akan tetapi jenis virus baru yang menyerang saluran pernafasan dan dapat berbahaya ini juga mempunyai beberapa kelompok yang rentan untuk lebih mudah terkena virus ini. 

Orang yang rentan terkena penyakit ini didominasi oleh mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang kurang.  Imun tubuh kurang menyebabkan rentan terhadap serangan virus. Oleh karena itu wajar jika orang tua, karena sistem imunnya telah berkurang menjadi korban paling domina dalam kasus ini. Misalnya orangtua yang berusia di atas 50 tahun. 

Selain itu juga ada anak-anak terutama bayi yang mempunyai kondisi imun yang belum sempurna. Sehingga hal tersebut membuatnya akan lebih mudah tertular virus covid-19. Oleh karena itulah bagi orang tua yang memiliki anak-anak harus lebih waspada menjaga anak atau balitanya agar tidak tertular virus.Ada beberapa cara terbaik yang dapat dilakukan seperti berikut ini:
    1. Membuat anak tinggal di rumah
    Cara paling ampuh yang pertama untuk menghindari penularan virus covid-19 termasuk bagi anak-anak adalah dengan membuat anak tinggal di rumah. Hal ini akan sangat efektif sehingga anak tidak mudah tertular dari orang lain yang mempunyai virus ini. Dengan tinggal di rumah Anda akan bisa menjaga kondisi di rumah tetap sehat dan menghindari penularan virus ini. Oleh karena itulah akan lebih baik untuk membuat anak Anda tinggal di rumah, terutama bagi bayi yang mempunyai daya tubuh belum terlalu baik.

    1. Hindari tempat ramai
    Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah dengan menghindari tempat ramai. Ketika Anda akan membawa anak selama masa penyebaran virus ini maka pastikan untuk memilih tempat yang tepat. Seperti dengan menghindari tempat yang ramai apabila Anda akan memutuskan untuk membawa anak Anda. Misalnya saja bagi Anda yang akan belanja di supermarket tidak perlu untuk membawa anak karena akan ada banyak orang. Oleh karena itulah apabila tidak sangat urgent maka sebaiknya jangan bawa anak selama masa penyebaran virus corona yang masih marak seperti sekarang ini.

    1. Selalu dekat dengan ibu
    Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan agar anak dapat terhindar dari penularan virus covid-19 adalah selalu dekat dengan ibu. Pastikan bahwa ketika membawa anak ke luar rumah, ibu ada untuk menggendongnya. Seperti ketika membawa anak maka bisa membuat tubuhnya tetap dekat dengan tubuh ibu, sedangkan apabila menggunakan stroller atau car seat bisa untuk membuat bayi tetap mudah bernafas.

    1. Tidak memberikannya masker
    Hal penting selanjutnya yang harus diperhatikan adalah dengan tidak memberikannya masker. Masker sendiri merupakan salah satu cara untuk menghindari penularan virus covid-19. Akan tetapi hal ini efektif untuk orang dewasa, sedangkan bagi anak-anak terutama yang berada di bawah usia 2 tahun sendiri sangat tidak disarankan untuk memakai masker. Hal tersebut karena banyak bahaya yang dapat mengancam anak seperti mengalami sesak nafas hingga dapat menimbulkan kematian. Selain itu juga tidak ada ukuran yang cocok untuk anak-anak, sehingga cara yang paling efektif memang dengan menghindari anak bepergian dari rumah.
Beberapa hal tersebut merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona agar anak tetap aman dan tidak tertular virus ini. Karena seperti yang telah dijelaskan bahwa virus ini akan lebih mudah menyerang anak yang mempunyai imun tubuh belum sempurna.

Selain itu cara lainnya yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah dengan berkonsultasi lewat Halodoc sehingga akan mendapatkan saran terbaik untuk dapat menghindarkan buah hatinya agar tidak tertular virus covid-19.

Oke, semoga informasi ini bermanfaat ya, jangan sampai penyakit ini hinggap ke ke tubuh anak-anak, karena sama rentannya seperti tubuh orang tua. Tetap jaga kesehatan dan selalu tinggal di rumah.

Untuk tips kesehatan orang dewasa bisa diakses Lagenda Mahsuri.***[]
Read More