12 August 2009

Ku Jemput

Jangan di nanti....
kita harus jemput Sang Kehidupan Sejati
agar tidak murka Kemudian

Sesal harus mendahului asa... Read More
Asa harus membumi
agar tidak murka kemudian

raihlah asa tanpa sesal
selagi tubuh masih mampu mamapah

lepaskan kesombongan
di saat keramaian masih membuncah

disitulah kita akan siap
kapanpun untuk dijemput
bahkan tak perlu menanti
untuk membagi kebahagiaan


Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi dan menulis feature perjalanan dan buku. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya ya...
EmoticonEmoticon