27 October 2019

Holamigo, Sumber Rujukan Ngetrip dan Gaya Hidup Traveling

sumber gambar; holamigo.id

Siang tadi, baru saja mendiskusikan tentang jurnalisme gaya hidup yang walaupun tidak atau setidaknya belum layak masuk jurnalisme konvensional namun setiap orang selalu merindukan panduan dan bordering dalam kehidupannya sehari-hari. Ya, walaupun cenderung lebih banyak menawarkan sisi ‘hiburan’ dan konsumtifnya. Wajar jika masih belum dianggap layak masuk kategori jurnalisme dalam pemahaman konservatif.

Dengan berbagai persoalan yang dihadapi oleh manusia di era serba cepat dan instan ini, ya pada akhirnya hiburan bukan lagi sesuatu hal yang sekunder, ia kini menjadi kebutuhan primer. Oleh karena itu, sebagai kebutuhan primer, orang banyak mencari berbagai bahan bacaan yang mudah diakses kapanpun dimanapun.

Salah satu unsur gaya hidup yang lekat dengan hiburan sekaligus mengembalikan spiritualitas diri adalah traveling. Traveling menjadi kebutuhan primer. Ia bahkan dianggap sebagai investasi manusia selama hidupnya. Oleh karena itu, tidak sedikit kawan kita yang rela menabung berbulan-bulan atau bahkan tahun demi dapat berinvestasi terhadap dirinya sendiri, yaitu dalam bentuk traveling.

Nah saat akan melakukan traveling, tentu kita butuh panduan yang lengkap. Karena sejatinya saat traveling yang kita butuhkan bukan hanya destinasi, tapi semua hal yang terkait langsung dengan tempat tujuan kita. Bisa tiket perjalanan, hotel, kuliner, budayanya, manusianya, atau hal-hal skunder dan tersier dalam melakukan traveling namun sangat berfaedah selama melakukan perjalanan.

Nah kawan, untuk memenuhi kebutuhan itu semua, Holamigo.Id memberikan kemudahan karena berbagai macam panduan tersebut disajikan berbasis website yang userfriendly. Holamigo dapat diakses dimanapun dan kapanpun kita butuhkan.

Beberapa yang  disajikam dalam situs Holamigo bukan hanya Destinasi, yang menjadi hidangan utama traveling, juga hal terkait dengan traveling; bisa ulasan tentang kesehatan, karena pada dasarnya bisa jadi kita memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga saat perjalanan memang harus mengondisikan; tips; juga tentang lifestyle misalnya teknologi. Siapa yang hari ini saat melakukan perjalanan tidak membawa perangkat canggih? Apalagi perangkat tersebut digunakan untuk mengabadikan moment-moment istimewa saat traveling yang bisa jadi tidak akan terulang lagi.

Holamigo juga tidak hanya menjadikan hal-hal mainstream tersebut, juga selalu update terkait isu-isu menarik yang dijadikan sebagai lokus wisata. Misalnya saja, baru-baru ini dunia perfileman dihebohkan dengan ‘kebrutalan’ film The Joker. Walaupun dianggap terlalu vulgar dan menawarkan berbagai atrasi kekerasan dan kejahatan, namun nyatanya dari perspektif wisata, ada satu tangga yang menjadi salah satu latar dalam film tersebut kini menjadi tempat yang dapat dijadikan destinasi; atau istilah now-nya sebagai destinasi screen tourism.

Artinya dengan mengakses holamigo, berartai sobat juga bisa mengetahui segala bentuk updating informasi seputar dunia pariwisata; dari pariwisata sebagai hidangan utama, sampai hal-hal terkait dengan kepariwisataan namun tetap menjadi penting untuk diketahui para pelancong. Termasuk dengan isu-isu populer pariwisata yang sedang in dalam pariwisata di Indonesia ataupun dunia.

Saya saja, jika tidak membuka Holamigo tidak akan tahu bahwa salah satu spot/ latar dalam film The Joker menjadi spot wisata baru di Amerika, yaitu sebuah tangga yang menghubungkan antara Bronx di New York, yaitu Jalan Shakespeare dan Anderson di West 167 Street. Nah, The Bronx street ini mendadak tenar setelah diangkat ke layar lebar menjadi salah satu latar film The Joker.

Hmmm, update banget ya...artinya tim holamigo sangat peka dengan isu-isu destinasi pariwisata termasuk juga hal-hal skunder atau tersier yang terkait dengan pariwisata.

Mau update terbaru tentang Bandung? Atau destinasi di Indonesia?

Cuss...

                                                                      ***

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi dan menulis feature perjalanan dan buku. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya ya...
EmoticonEmoticon