12.1.21

Mengenal Kopi Arabica Terbaik Dunia

Kopi Arabica Puntang, by abahraka.com

Gegara memiliki penyakit maag, justeru mengantarkan saya berkenalan dengan kopi. Kopi tidak hanya sekadar sebagai minuman populer yang sejak dulu digandrungi oleh masyarakat, juga menjadi bagian dari peradaban. Kopi tidak hanya memiliki nilai ekonomi, juga memiliki nilai politik, saat pertama kali datang ke Indonesia.


Kini, kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup. Jika, pada masa lalu kita hanya bisa menikmati kopi tubruk, menjadi pelengkap saat bercengkerama dengan teman saudara, kini kopi dapat dinikmati dengan berbagai cara dan jenis. Maka wajar, saya sebut bahwa kopi menjadi bagian dari peradaban.


Lalu, muncullah saat kopi memiliki fans dengan harga mahal, hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmati, produk starbucks misalnya. Nongkrong sambil menikmati kopi di kedai sekelas cafe tersebut tidak bisa dinikmati oleh semua orang, hanya mereka yang merasa pantas dan gaul yang bisa duduk sambil nongkrong di sana.


Era Starbucks telah lewat, kini bukan satu-satunya cafe. Kopi bertambah populer. Kedai-kedai bertebaran, kios-kios kopi menjamur. Cafe tidak hanya ramai di kota, juga di pedalaman, mendekati perkebunannya. Anak muda, perempuan, kini suka ngopi. Sambil kerja dan nongkrong di cafe.


Perkenalan pertama dengan kopi, saat saya membuat project bersama mahasiswa di kota kecil, Garut. Kedai Masterblackcoffee yang kini entah berada di mana, atau mungkin sudah tutup ya...tulisannya bisa diklik link INI. Menjadi perkenalan pertama saya dengan kopi secara pengetahuan.


Berangkat dari pengetahuan secuil ini, akhirnya mengantarkan saya mencoba beberaoa kopi Jawa Barat saya coba Kopi Manglayang, Pacet, Garut, origin Papandayan, terakhir Kopi Puntang yang sedang saya tulis. Dari luar Jawa saya coba Arabica Gayo, Mandailing, Wine Gayo, Jantan Gayo, Toraja, juga Kintamani Bali. Beragam origin tersebut memiliki kekayaan taste-nya masing-masing.


Dari beberapa pameran yang saya kunjungi dan secara otomatis melakukan perbandingan harga, ternyata harga kopi Jawa Barat relatif istimewa. Saya tidak bilang mahal, setelah tahu bahwa proses pengolahan dari mulai menanam hingga roasting betul-betul terjaga. Khususnya yang saya kunjungi terakhir, yaitu Kopi Puntang.


Kopi Arabica Puntang, dari Juara Dunia hingga Dipromosikan Jokowi

Presiden dan Gubernur, saat mencoba Kopi Arabica Puntang. Sumber detikcom

Berawal tahun 2016, Kopi Arabica Puntang mulai dikenal dunia. Setelah dinobatkan sebagai kopi terbaik pada perhelatan SCAA atau Specialty Coffee Association of America bulan April tahun tersebut di Amerika Serikat. Padahal sebelumnya, tidak ada yang mengenal Kopi Puntang. Mulailah single origin gunung Puntang tersebut dikenal luas masyarakat.

Ahmad Heryawan yang menjabat Gubernur Jawa Barat saat itu, memperkenalkan kopi kualitas terbaik dunia tahun 2016 tersebut pada forum internernasional yang diselenggarakan di Bandung. Forum tersebut merupakan konferensi internasional tentang penyiaran ‘Media for World Harmony’ pada bulan Februari 2017.

Pada tahun yang sama, kemenangan dan popularitas Kopi Arabica Puntang pun sampai ke telinga presiden Jokowi. Desember 2017, saat Presiden Jokowi meresmikan Tol Soroja, Ia mengunjungi salah satu cafe di Bandung dan mempromosikan Kopi Puntang yang disebut-sebut sebagai kopi terbaik dan termahal di dunia.

Prestasi Kopi Puntang tidak berhenti di tahun 2016, tapi berlanjut pada tahun berikutnya. Selang 3 tahun, sejak perhelatan kopi Internasional. Kopi Arabica Gunung Puntang meraih kembali sebagai kopi terbaik dalam ajang ‘Indonesia Cupping Contest XI 2019’. Masih tahun yang sama, Kopi Puntang mendapatkan kembali gelar sebagai kopi terbaik dunia pada ajang perlombaan kopi tingkat internasional di Paris, Prancis, seperti diberitakan Antara. Mengalahkan kopi yang telah lebih dulu terkenal seperti Kopi Arabica Gayo, Kopi Arabica Mandailing, ataupun Kopi Arabica Kintamani Bali.

Berturut-turutnya juara Kopi Arabica Puntang, wajar jika tanpa promosi pun banyak diburu oleh para pecinta dan penikmat kopi di Indonesia maupun di Dunia. Bahkan membawa dampak terhadap kopi secara umum di Jawa Barat yang selalu memiliki minat tinggi terhadap Kopi Arabica.

Mengenal Kopi Arabica Puntang

Penjemuran dan Penyortiran Kopi Arabica Puntang

Mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi pusat kopi Arabica di wilayah Puntang, tidak saya sia-siakan untuk mengali pengetahuan tentang Kopi Arabica Puntang.

Akhir bulan Desember 2020, saya berbincang dengan salah satu pemilik Kopi Arabica Puntang, yaitu Kang Irwan, yang salah satu single originnya, pernah menjuarai ajang kontes kopi. Lalu dilanjutkan dengan rekan kerjanya, Herna.

Apa yang membuat kopi Arabica Puntang beberapa kali menjadi kopi terbaik dunia juga di Indonesia?

Sebelum menjawab pertanyaan, saya ingin menceritakan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Kopi Puntang. Kopi Puntang sendiri merupakan suatu single origin yaitu kopi yang ditanam di suatu area gunung Puntang. Kopi yang dikembangkan sendiri lebih dominan kopi Arabica.

Menurut Herna, kopi Arabica merupakan varietas hybrid yang dikembangkan di Aceh, jadi secara varietas, kopi Arabica Puntang berasal dari kopi yang dikembangkan di Aceh. Dan kopi Puntang yang sekarang dikembangkan merupakan kopi Arabica Aceh dengan varietas hibrida.

Namun, walaupun demikian, dengan jenis tanah yang dimiliki, kopi Puntang memiliki kekhasan sendiri. Termasuk pola penanaman, penjemuran, hingga roasting. Sehingga wajar, kopi Arabica Puntang menjadi salah satu kopi terbaik di Indonesia.

Kesimpulan yang saya dapatkan, bahwa Kopi Arabica Puntang merupakan single origin, yaitu berasal dari suatu area tanpa dicampur dengan kopi yang berasal dari daerah lain, yaitu hanya berasal dari daerah gunung Puntang yang terjaga prosesnya sejak hulu hingga hilir. Dari mulai penanaman hingga peroastingan.

Kenapa kopi yang dikembangkannya khusus kopi Arabica? Berdasarkan penuturan dari Herna, karena dari sisi ketinggian lebih cocok untuk penanaman untuk Arabica, walaupun Robusta lebih produktif dari Arabica. Hanya, sisi bisnisnya lebih bernilai tinggi Arabica, selain karena kopi Robusta tidak tahan terhadap dingin, berbeda dengan Kopi Arabica. Sehingga, area gunung Puntang lebih dikembangkan Kopi Arabica.

Menjaga Kualitas Kopi Arabica Puntang

Chery merah menjadi pilihan Kopi Arabica Puntang agar kualitas rasa terjaga.

Berikut beberapa hal terkait, kenapa Kopi Arabica Puntang menjadi yang terbaik dan istimewa, seperti dijelaskan juga oleh Kopi Arabica Puntang.

Pertama, penanaman Kopi Arabica. Berdasarkan  cerita Herna, salah satu yang menjadikan kopi Arabica Puntang yang diproduksi Kopi Puntang menjadi yang terbaik telah dijaga sejak penanaman. Sampai hari ini sejak dikembangkan 6 tahunan lalu, penanaman kopi tidak dilakukan dengan pohon lain. Misalnya, dengan tanaman tumpang sari, atau penanamannya dicampur dengan tanaman buah-buahan lain seerti pisang, nangka, atau durian. Hal ini menjadi salah satu cara bagaimana agar rasa kopi tetap orisinil.

Kedua, Pemilihan Cherry Kopi Arabica. Kopi yang dipetik adalah kopi yang betul-betul sudah matang, yaitu yang sudah berbiji merah. Selain untuk menjaga kualitas kopi dan juga berdampak terhadap rasa orisinal Kedua, pemetikan cherry. Cherry yang dipetik oleh para petani Kopi Arabica Puntang adalah yang telah matang atau merah. Cherry merah menunjukkan kematangan buah cherry kopi Arabica. Melalui pemilihan cherry yang telah matang atau merah ini berdampak terhadap kualitas rasa kopi Arabica Puntang.

Jika dikaitkan dengan keuntungan para petani, nilai jual juga lebih tinggi dibandingkan dengan cherry yang berwarna hijau. Keuntungan lainnya, usia tanam lebih lama jika cherry yang dipeting telah matang atau berwarna merah dari Kopi Arabica Puntang. Hal ini menjadi salah satu cara bagaimana Kopi Arabica Puntang terjaga kualitasnya.

Ketiga, Pengupasan Kopi Arabica. Terdapat cara dalam pengupasan sebelum kopi dijemur. Bisa menggunakan teknik full wash, honey, ataupun natural. Hal ini diperhatikan banget oleh Kopi Puntang sebagai produsen Kopi Arabica Puntang.

Keempat, Penjemuran Kopi Arabica. Saat saya berkunjung ke Kopi Puntang. Terdapat semacam rumah plastik dan tempat penjemuran kopi yang ditutupi plastik. Ternyata rumah plastik dan tempat yang ditutupi plastik itu adalah tempat penjemuran kopi Arabica Puntang. Plastik yang digunakan sendiri bukan plastik biasa tapi plastik khusus untuk menjaga suhu. Penutupan dengan plastik juga dilakukan agar kopi tidak menyerap bau-bau atau wangi atau polusi dari luar. Sehingga kopi terjaga dengan baik sampai kering. Semakin tidak terkontaminasi, kualitas rasa terjaga.

Kelima, teknik roasting Kopi Arabica. Sama halnya dengan teknik penjemuran. Untuk roasting betul-betul diatur, saat pertama kali kopi yang telah kering dimasukkan ke mesin suhunya berbeda. Suhu harus betul-betul terjaga setiap 30 menit sekali. Oleh karena itu, untuk menjaga kestabilan suhu kopi, untuk melihat kestabilan suhu, diukur menggunakan teknik komputerisasi. Sehingga seorang roaster bisa menjaga agar tetap stabil.

Keenam, penyajian Kopi Arabica. Bagi Herna, ujung tanduk agar kopi terjaga rasnya bukan hanya dari yang telah dilakukan dalam proses sehingga menghasilkan bean-nya tapi juga teknik penyajian. Kopi yang sudah benar dalam pemrosesannya, belum tentu enak jika disajikan dengan cara yang salah. Tetapi jika kopinya dalam prosesnya telah salah, maka disajikannya dengan cara apapun tetap tidak akan terasa baik tastenya. Begitu juga density-nya atau tingkat kehalusan bubuk kopi berpengaruh terhadap rasa kopi.***[]

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya ya...
EmoticonEmoticon