29 May 2019

KiosAgro, Marketplace Untuk Petani Millenial

Tampilan website KiosAgro
Jalan keempat revolusi industry atau yang dikenal dengan era 4.0 memungkinkan setiap creator meciptakan sesuatu yang belum pernah terbayangkan. Revolusi berarti perubahan besar-besaran secara sistemik. Salah satu perubahan besar yang dialami oleh masyarakat post-industri ini adalah perubahan terhadap pola komunikasi antarmanusia.

Pola komunikasi berubah setelah kehadiran berbagai macam aplikasi komunikasi dalam perangkat digital. Hal inilah yang menjadi ciri utama revolusi industry abad mutakhir.

Saat usia masih remaja, saya membayangkan jika melakukan komunikasi jarak jauh dapat melihat wajah masing-masing pasti sangat menyenangkan. Lalu, tahun 2007-an hal itu benar-benar terjadi dengan kehadiran teknologi 3G. Melalui teknologi 4G, Kini, videocall menjadi hal lumrah.

Bukan hanya pada pola komunikasi, pola konsumsipun berubah. Orang kini lebih banyak menghabiskan belanja konsumtif di marketplace. Banyak supermarket atau pusat-pusat perbelanjaan menjadi sepi. Seperti sering diberitakan media nasional. Beberapa pusat niaga di Jakarta terancam gulung tikar. Kini orang lebih memilih belanja melalui marketplace.

Marketplace yang dimaksud adalah sebuah aplikasi pembelanjaan yang kini tidak asing bagi pemilik perangkat digital. Sebut saja bukalapak, lazada, zilinggo, tokopedia, shopee.

Kemudahan pemilihan barang, membandingkan harga, kemudahan transaksi, jaminan keamanan, efektivitas waktu, efisiensi dan sifat ekonomis menjadi alasan kenapa orang lebih memilih berbelanja di marketplace di banding dengan supermarket atau plaza. Wajar jika perkembangannya sangat pesat. Bahkan untuk sekedar membeli makanan saja, kini lebih banyak menggunakan jasa gofood dibandingkan harus keluar rumah/ kantor.

Kini, ada marketplace khusus untuk produk pertanian, peternakan, perikanan, dan produk olahannya. KiosAgro. Ya, KiosAgro merupakan marketplace baru yang mempertemukan antara petani, peternak, atau nelayan. Begitu juga bagi produsen produk olahannya, KiosAgro mempertemukannya dengan pembeli secara langsung. Dibandingkan dengan marketplace lain, KiosAgro lebih spesifik sehingga lebih memudahkan pencarian produk/ barang.

Berdasarkan keterangannya, KiosAgro merupakan marketplace bertentuk website dan aplikasi yang dididikan dan dikelola oleh PT. KiosAgro Indonesia Sejahtera. Marketplace ini dibuat dengan tujuan ingin mensejahterakan komunitas local, utamanya yang bergerak dalam bidang agro dan UMKM; pertanian, perkebunan, peternakan, perikakanan, kelautan, ataupun hasil olahan dari semua itu.

Menurut CEO KiosAgro, Hadian, kehadiran KiosAgro diharapkan dapat memutus mata rantai tengkulak yang merugikan petani. Sehingga kehadiran marketplace tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani atau nelayan. Penjual untung, pembeli untung, demikian seperti jargon dari KiosAgro yang didengungkan Master Of Ceremony beberapa waktu yang lalu di Hotel Patra Comfort Dago (20/05/2019).

Bagi saya sendiri, kehadiran KiosAgro bisa menjadi angina segar bagi para petani atau pedagang eceran dan produk olahannya. Karena marketplace ini focus pada satu produk yang spesifik. Sehingga calon pembeli baik dalam jumlah kecil (eceran) atau besar (partai) bisa langsung membuka atau menginstal aplikasinya.

Apalagi, kini generasi millennial juga punya banyak pilihan profesi. Bahkan menjadi petani sekalipun. Menjadi petani era sekarang tidak seperti dulu. Kini tidak sedikit generasi millennial yang terjun sebagai petani atau peternak. Kehadiran KiosAgro yang teknologinya lekat dengan gen M, menjadi peluang besar bagi petani/ peternak gen M agar lebih mudah dalam memasarkan produk-produknya.

Hanya saja memang perlu pendekatan yang pas agar kehadiran KiosAgro dapat diterima oleh semua kalangan. Bagi yang tua tidak menyulitkan, bagi yang muda tetap menguntungkan.

Semoga kehadiran KiosAgro, tidak hanya memberkan warna dalam dunia marketplace, juga memberikan warna start up yang memiliki differensiasi bagi usaha generasi kekinian yang harus selalu lekat dengan teknologi sentuh.

Pada masa yang akan datang KiosAgro tidak hanya marketplace, juga jasa lain yang masih terkait dengan agroindustry; edukasi, riset, keuangan, energy, pembayaran, dan lainnya. Sehingga lebih familier dengan generasi yang lahir kemudian.***[]

Kotributor Opini Media Massa, Pernah menjadi redaksi dua majalah 2011-2014. Sedang menggiatkan kembali membaca buku dan menulis. Tertarik mengkaji media dan komunikasi dan menulis feature perjalanan dan buku. #Tidak lagi idealis, tapi tidak jatuh pada pragmatisme, hanya mencoba realistis.#

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balik saya ya...
EmoticonEmoticon